Sekilas buat pembaca atau yang sekedar berkunjung...
Seperti yang gue bilang di postingan pertama gue, blog ini semata-mata hanya untuk berbagi pemikiran dengan orang lain. Ini hasil pemikiran sendiri.
Kalau ada kata-kata yang kurang pas, atau masih belum sempurna, atau salah sekalipun, mohon kritik dan sarannya dari teman-teman sekalian.
Oiya, gue juga mau bilang kalo misalkan ada banyak waktu silahkan baca postingan2 awal gue.. gue kasih linknya aja kali ya biar enak...
Menjadi Satu part. 1 KESALAHAN
Jalanin Dulu Kado
Sekolah berorientasi 0 Pelangi
Harus Siap Kolam Susu
#respect Menjadi Satu part. 2
Bahasa Alam Baik itu Tidak Baik
Sekolah
Terima kasih buat semuanya ya..
God be with us!
Saturday, June 29, 2013
Thursday, June 27, 2013
Pelangi
Gue suka banget sama filosofi pelangi. Iya, Sehabis hujan, timbul pelangi.
Bisa diartikan filosofi ini kayak gini:
Setelah tangis, pasti ada tawa, setelah sedih, pasti ada bahagia. Setelah yang buruk berakhir, pasti ada keindahan yang sangat.
Tapi kadang setelah hujan, pelangi itu ngga timbul. Malah matahari makin menyengat dan memanaskan sekeliling. Banyak yang sedih, sebel, ngga suka dengan adanya matahari sehabis hujan. Lebih bangga mereka ngeliat pelangi sehabis hujan ketimbang hanya melihat matahari dan tidak ada pelangi disana.
Coba pikir lagi deh. Pikir lebih matang lagi.
Kenapa kita sangat bahagia dan bersyukur hanya ketika pelangi muncul setelah hujan? Jika hanya matahari, kita biasa saja, malah ada yang cenderung bersungut-sungut karena pelangi itu tak kunjung datang.
Kalo sering gitu, coba deh kalian pikir, di renungkan. Kalo ga ada matahari, pelangi itu ngga akan ada. Udah pada belajar kan pelangi itu datengnya darimana? Iya, Pelangi itu dateng dari cahaya matahari yang dipantul dan dibiaskan ke langit oleh air hujan/bekas air hujan.
So, kalo ngga ada matahari, ngga ada pelangi. Jadi seharusnya kalo matahari yang timbul tanpa pelangi, kita harus bersyukur karena masih ada matahari. Pelangi itu cuman bonus.
Ya pesan dari postingan ini tersirat sih, cuman gue mau ngajakin buat bersyukur dalam segala hal. Even lo dalam "hujan" sekalipun, lo harus tetap bersyukur.
Gue mau ngutip quote dari guru SMA gue. Dia ngomong ini sebelum gue UN SMA. Dia ngomong gini:
"Pelaut ulung tidak lahir dari laut yang tenang".
Be Thankful!!!!
Good Night!
Bisa diartikan filosofi ini kayak gini:
Setelah tangis, pasti ada tawa, setelah sedih, pasti ada bahagia. Setelah yang buruk berakhir, pasti ada keindahan yang sangat.
Tapi kadang setelah hujan, pelangi itu ngga timbul. Malah matahari makin menyengat dan memanaskan sekeliling. Banyak yang sedih, sebel, ngga suka dengan adanya matahari sehabis hujan. Lebih bangga mereka ngeliat pelangi sehabis hujan ketimbang hanya melihat matahari dan tidak ada pelangi disana.
Coba pikir lagi deh. Pikir lebih matang lagi.
Kenapa kita sangat bahagia dan bersyukur hanya ketika pelangi muncul setelah hujan? Jika hanya matahari, kita biasa saja, malah ada yang cenderung bersungut-sungut karena pelangi itu tak kunjung datang.
Kalo sering gitu, coba deh kalian pikir, di renungkan. Kalo ga ada matahari, pelangi itu ngga akan ada. Udah pada belajar kan pelangi itu datengnya darimana? Iya, Pelangi itu dateng dari cahaya matahari yang dipantul dan dibiaskan ke langit oleh air hujan/bekas air hujan.
So, kalo ngga ada matahari, ngga ada pelangi. Jadi seharusnya kalo matahari yang timbul tanpa pelangi, kita harus bersyukur karena masih ada matahari. Pelangi itu cuman bonus.
Ya pesan dari postingan ini tersirat sih, cuman gue mau ngajakin buat bersyukur dalam segala hal. Even lo dalam "hujan" sekalipun, lo harus tetap bersyukur.
Gue mau ngutip quote dari guru SMA gue. Dia ngomong ini sebelum gue UN SMA. Dia ngomong gini:
"Pelaut ulung tidak lahir dari laut yang tenang".
Be Thankful!!!!
Good Night!
Jalanin Dulu
Gak tau kenapa interested banget pas nulis blog yang judulnya ini. Hahaha.
Selalu juga ketawa pas baca/ngeliat kata-kata ini. Jadi teringat tadi malem ngobrol sama temen-temen, bertukar pikiran lewat LINE messenger. Dan akhirnya nama grup kami pun di ganti menjadi "Korban 'Jalanin Dulu'"
Alkisah, kemarin malem gue sama temen gue lagi seru-serunya berbincang di LINE messenger. Kita lagi ngebahas tentang salah satu temen kita, yang juga ikut dalam perbincangan itu. Pokoknya dia punya suatu cerita dan kita semua bakal nanggepin ceritanya dia. Iya, tentang dirinya dia sendiri pastinya.
Nah, setelah lumayan lama dengerin ceritanya, mulai deh sati persatu orang yang ada dalam room percakapan itu kasih tanggapannya.
Cerita punya cerita, tiba-tiba temen gue yang jadi topik pembicaraan itu ngomong "Ya gue sih jalanin yang didepan gue aja....." Nah! Ini dia.. Dari sini dimulai topik tentang "Jalanin Dulu" atau yang lebih dikenal dengan "Jalanin Aja Dulu" atau yang lebih dikenal lagi dengan "Jalanin yang ada aja dulu".
Menurut gue kata-kata ini berasal dari rasa ketidakenakan seseorang untuk menolak orang yang sudah menembaknya. Dan kata-kata ini adalah kata-kata yang cuman dimiliki sama seorang wanita. Iya, wanita. Kalau ada pria yang ngomong omongan ini, katain aja banci. Karena pada dasarnya, pria sejati itu pria yang menjalani hubungan dengan keyakinan, bukan karena "Jalanin Dulu".
Karena cowo yang nembak kan? Jadi buat apa dia nembak cewe kalo dia ga yakin dengan cewe itu. Bukan yakin pasti diterima, tapi yakin dia bakal bisa jalanin hubungan yang serius dengan cewe itu. Jadi kalo misalkan ada, entah siapa, berkelamin pria, ngomong "Jalanin aja dulu", langsung aja katain banci.
Nah, sekarang giliran wanita. Wanita berhak ngomong kalimat ini karena mereka yang ditembak, bukan yang nembak. Kalo pun mereka nembak, itu berarti mereka mentalnya mental pria. MENTALNYA loh, bukan kelaminnya. hahaha.
Jadi sekarang, kalau anda wanita, coba pikirkan baik-baik jika anda akan mengeluarkan statement "Jalanin Dulu". Apa kalian ngga mikir perasaan cowo? Kalo menurut gue sendiri, mending gue ditolak daripada pacaran tapi dasar pacarannya "Jalanin Dulu". Ya iya lah, masa iya lo mau berhubungan dengan orang yang ga sayang sama lo? Ga punya rasa apa-apa sama lo?
"Tapikan, sayang itu datang karena terbiasa. Berarti bisa aja kan kita mulai tanpa sayang, dan nanti juga sayangnya itu muncul dengan sendirinya". Oke kalo ada yang punya pendapat seperti itu. Tapi coba pikir, itu kalo sayangnya dateng. Kalo sayangnya ngga dateng-dateng? Pasti akhirnya lo nyakitin cowo yang lo terima beradasarkan "Jalanin Dulu" ini kan? Nah, kalau emang sayangnya dateng, belom berarti itu pertanda bagus loh.
Kok ga bagus? Iya, soalnya kalian pasti akan telat nyadarnya dan memberikan perlakuan yang sangat standar kepada pasangan kalian itu dan ketika dia mulai begah dan jenuh diperlakukan seperti itu, dia mulai geram dan akhirnya dia minta putus. Barulah, disini lah kalian merasakan sayang yang luar biasa dan pasti rasa ke-tidak-mau-kehilangan-an yang besar. Sudah banyak orang yang merasakan ini.
Andai kalian menyadari anda sayang diawal, kalau kata teman saya, "hubungan yang dimulai dengan tidak baik, pasti akhirnya tidak akan baik". Kenapa gak baik? Ya iya lah. Apa salahnya minta waktu? Apa salahnya nunggu kalo perasaan itu muncul? Apa gunanya pdkt?
Cowo, kalo ditembak cewe, pasti dia tegas. Kalo dia suka, dia terima, kalo ngga ya ditolak. Inget, suka. Sekedar suka doang di terima. Karena cowo itu lebih mudah jatuh cinta dan cepet sayang ketimbang cewe. Kalo cewe suka cowo, itu ada 3 indikasi. Mereka mau berhubungan lebih jauh atau mereka hanya suka dan hanya mau jadi sekedar temen, atau mereka mau "Jalanin dulu".
Nah, buat cewe-cewe, coba deh kalo lo sempet mikir "Jalanin Dulu", mending lo ngeyakinin hati lo. Jangan cepet ngambil keputusan. Jangan biarin gengsi lo berkuasa penuh atas pikiran lo. Karena cewe itu jatoh karena gengsi. Ngga ada yang lain.
Ya, gue juga bingung buat bikin kesimpulan. Tapi, kalau mau melakukan sesuatu, coba deh dipikir baik-baik dulu. Jangan terlalu cepat sehingga dapat menyakiti oranglain, bahkan diri sendiri.
Selamat Senja!
Selalu juga ketawa pas baca/ngeliat kata-kata ini. Jadi teringat tadi malem ngobrol sama temen-temen, bertukar pikiran lewat LINE messenger. Dan akhirnya nama grup kami pun di ganti menjadi "Korban 'Jalanin Dulu'"
Alkisah, kemarin malem gue sama temen gue lagi seru-serunya berbincang di LINE messenger. Kita lagi ngebahas tentang salah satu temen kita, yang juga ikut dalam perbincangan itu. Pokoknya dia punya suatu cerita dan kita semua bakal nanggepin ceritanya dia. Iya, tentang dirinya dia sendiri pastinya.
Nah, setelah lumayan lama dengerin ceritanya, mulai deh sati persatu orang yang ada dalam room percakapan itu kasih tanggapannya.
Cerita punya cerita, tiba-tiba temen gue yang jadi topik pembicaraan itu ngomong "Ya gue sih jalanin yang didepan gue aja....." Nah! Ini dia.. Dari sini dimulai topik tentang "Jalanin Dulu" atau yang lebih dikenal dengan "Jalanin Aja Dulu" atau yang lebih dikenal lagi dengan "Jalanin yang ada aja dulu".
Menurut gue kata-kata ini berasal dari rasa ketidakenakan seseorang untuk menolak orang yang sudah menembaknya. Dan kata-kata ini adalah kata-kata yang cuman dimiliki sama seorang wanita. Iya, wanita. Kalau ada pria yang ngomong omongan ini, katain aja banci. Karena pada dasarnya, pria sejati itu pria yang menjalani hubungan dengan keyakinan, bukan karena "Jalanin Dulu".
Karena cowo yang nembak kan? Jadi buat apa dia nembak cewe kalo dia ga yakin dengan cewe itu. Bukan yakin pasti diterima, tapi yakin dia bakal bisa jalanin hubungan yang serius dengan cewe itu. Jadi kalo misalkan ada, entah siapa, berkelamin pria, ngomong "Jalanin aja dulu", langsung aja katain banci.
Nah, sekarang giliran wanita. Wanita berhak ngomong kalimat ini karena mereka yang ditembak, bukan yang nembak. Kalo pun mereka nembak, itu berarti mereka mentalnya mental pria. MENTALNYA loh, bukan kelaminnya. hahaha.
Jadi sekarang, kalau anda wanita, coba pikirkan baik-baik jika anda akan mengeluarkan statement "Jalanin Dulu". Apa kalian ngga mikir perasaan cowo? Kalo menurut gue sendiri, mending gue ditolak daripada pacaran tapi dasar pacarannya "Jalanin Dulu". Ya iya lah, masa iya lo mau berhubungan dengan orang yang ga sayang sama lo? Ga punya rasa apa-apa sama lo?
"Tapikan, sayang itu datang karena terbiasa. Berarti bisa aja kan kita mulai tanpa sayang, dan nanti juga sayangnya itu muncul dengan sendirinya". Oke kalo ada yang punya pendapat seperti itu. Tapi coba pikir, itu kalo sayangnya dateng. Kalo sayangnya ngga dateng-dateng? Pasti akhirnya lo nyakitin cowo yang lo terima beradasarkan "Jalanin Dulu" ini kan? Nah, kalau emang sayangnya dateng, belom berarti itu pertanda bagus loh.
Kok ga bagus? Iya, soalnya kalian pasti akan telat nyadarnya dan memberikan perlakuan yang sangat standar kepada pasangan kalian itu dan ketika dia mulai begah dan jenuh diperlakukan seperti itu, dia mulai geram dan akhirnya dia minta putus. Barulah, disini lah kalian merasakan sayang yang luar biasa dan pasti rasa ke-tidak-mau-kehilangan-an yang besar. Sudah banyak orang yang merasakan ini.
Andai kalian menyadari anda sayang diawal, kalau kata teman saya, "hubungan yang dimulai dengan tidak baik, pasti akhirnya tidak akan baik". Kenapa gak baik? Ya iya lah. Apa salahnya minta waktu? Apa salahnya nunggu kalo perasaan itu muncul? Apa gunanya pdkt?
Cowo, kalo ditembak cewe, pasti dia tegas. Kalo dia suka, dia terima, kalo ngga ya ditolak. Inget, suka. Sekedar suka doang di terima. Karena cowo itu lebih mudah jatuh cinta dan cepet sayang ketimbang cewe. Kalo cewe suka cowo, itu ada 3 indikasi. Mereka mau berhubungan lebih jauh atau mereka hanya suka dan hanya mau jadi sekedar temen, atau mereka mau "Jalanin dulu".
Nah, buat cewe-cewe, coba deh kalo lo sempet mikir "Jalanin Dulu", mending lo ngeyakinin hati lo. Jangan cepet ngambil keputusan. Jangan biarin gengsi lo berkuasa penuh atas pikiran lo. Karena cewe itu jatoh karena gengsi. Ngga ada yang lain.
Ya, gue juga bingung buat bikin kesimpulan. Tapi, kalau mau melakukan sesuatu, coba deh dipikir baik-baik dulu. Jangan terlalu cepat sehingga dapat menyakiti oranglain, bahkan diri sendiri.
Selamat Senja!
Wednesday, June 26, 2013
Kesalahan - Revisi
Menurut banyak orang, menjadi orang ke-3 itu adalah kesalahan besar.
Menurut gue, orang ke-3 itu salah, tapi ngga sepenuhnya salah dia..
Coba, banyak kisah -- bahkan sampe ftv dan layar lebar -- itu menceritakan tentang sepasang kekasih. Dan mereka dapet cobaan yaitu orang ketiga. entah orang ke-3 itu cewe ato cowo. Dan pasti pasangan itu putus dan nyambernya ke orang ke-3 itu...
Kenapa orang ke-3 gue bilang ga sepenuhnya salah dia?
Sebetulnya, kalo kita teliti dari latarbelakang dan tujuan dia jadi orang ke-3, pasti dia itu adalah orang yang abis patah hati ato orang yang emg ga laku-laku dan berusaha untuk mencari kebahagiaan untuk dirinya sendiri.
Salahnya dimana? Caranya salah. Dia cari kebahagiaan dengan cara yang salah. Dia tau orang ini udah punya hubungan dengan orang lain, tapi dia tetep masih usaha. Setidaknya kenapa dia ngga nyari yang jomblo aja? Kenapa harus sama yang udah punya pasangan?
Terus, kenapa ga sepenuhnya salah dia?
Coba gue kasih ilustrasi disini....
Jadi ada sepasang keturunan Adam *asik* menjalin hubungan mesra.. Nah, usut punya usut, si cowo ini punya kenalan. Kenalannya ini baru putus lah yakan. Waktu semester baru, ternyata mereka berdua sekelas. Makin deket lah hubungan antara cowo ini dengan kenalannya itu. Dari bbm nanyain tugas, sampe terbawa suasana dan akhirnya jadi nanya kegiatan, sampe saling memperhatikan satu sama lain.
Ya namanya cowo, hatinya ngga akan kemana-mana kalo udah dapet cewe yang "klik" sama dia. Sedangkan kenalannya ini, di hatinya udh timbul benih-benih cinta *azeeek*. Itu juga gak nyangka bakal dapet perasaan itu. Namanya wanita, bisa karena terbiasa. Mereka akan mudah melupakan seseorang kalo udah dapet perlakuan yang sama dari orang lain.
Setelahnya, beberapa bulan hubungan mereka semakin dekat. Entah si cewe ini dianter pulang lah abis nongkrong sama temen sekelas sama cowo ini, makan bareng lah.
Nah, gak usah terlalu panjang lah ceritanya. Sampe sini aja kita bisa nyimpulin, kalo misalkan cowo itu ngga ngeladenin kenalannya ini, mungkin kenalannya ga akan suka sama dia. Mungkin cewenya bisa suka, tapi sekedar suka mungkin karena dia asik ato gmn. Tapi karena ada "bumbu tambahan" dari cowo itu, akhirnya muncul lah perasaan terlarang.
Jadi, apa semua itu salah orang ke-3? Apa salah dia sehingga dia bisa suka sama cowo itu? Ngga kan?
Ini juga bisa terjadi sebaliknya. Maksudnya, cewenya yang ngasih harapan ke cowo jomblo..
Orang ke-3 itu seperti tamu. Dia datang, kalau dibukakan pintu dan disuruh masuk, dia akan masuk. Tapi kalau yang punya rumah suruh dia pergi, dia jg akan pergi dengan sendirinya.
So, don't blame the 3rd people with your own thoughts if you don't know what happening between them.
Selamat malam!
Kenapa orang ke-3 gue bilang ga sepenuhnya salah dia?
Sebetulnya, kalo kita teliti dari latarbelakang dan tujuan dia jadi orang ke-3, pasti dia itu adalah orang yang abis patah hati ato orang yang emg ga laku-laku dan berusaha untuk mencari kebahagiaan untuk dirinya sendiri.
Salahnya dimana? Caranya salah. Dia cari kebahagiaan dengan cara yang salah. Dia tau orang ini udah punya hubungan dengan orang lain, tapi dia tetep masih usaha. Setidaknya kenapa dia ngga nyari yang jomblo aja? Kenapa harus sama yang udah punya pasangan?
Terus, kenapa ga sepenuhnya salah dia?
Coba gue kasih ilustrasi disini....
Jadi ada sepasang keturunan Adam *asik* menjalin hubungan mesra.. Nah, usut punya usut, si cowo ini punya kenalan. Kenalannya ini baru putus lah yakan. Waktu semester baru, ternyata mereka berdua sekelas. Makin deket lah hubungan antara cowo ini dengan kenalannya itu. Dari bbm nanyain tugas, sampe terbawa suasana dan akhirnya jadi nanya kegiatan, sampe saling memperhatikan satu sama lain.
Ya namanya cowo, hatinya ngga akan kemana-mana kalo udah dapet cewe yang "klik" sama dia. Sedangkan kenalannya ini, di hatinya udh timbul benih-benih cinta *azeeek*. Itu juga gak nyangka bakal dapet perasaan itu. Namanya wanita, bisa karena terbiasa. Mereka akan mudah melupakan seseorang kalo udah dapet perlakuan yang sama dari orang lain.
Setelahnya, beberapa bulan hubungan mereka semakin dekat. Entah si cewe ini dianter pulang lah abis nongkrong sama temen sekelas sama cowo ini, makan bareng lah.
Nah, gak usah terlalu panjang lah ceritanya. Sampe sini aja kita bisa nyimpulin, kalo misalkan cowo itu ngga ngeladenin kenalannya ini, mungkin kenalannya ga akan suka sama dia. Mungkin cewenya bisa suka, tapi sekedar suka mungkin karena dia asik ato gmn. Tapi karena ada "bumbu tambahan" dari cowo itu, akhirnya muncul lah perasaan terlarang.
Jadi, apa semua itu salah orang ke-3? Apa salah dia sehingga dia bisa suka sama cowo itu? Ngga kan?
Ini juga bisa terjadi sebaliknya. Maksudnya, cewenya yang ngasih harapan ke cowo jomblo..
Orang ke-3 itu seperti tamu. Dia datang, kalau dibukakan pintu dan disuruh masuk, dia akan masuk. Tapi kalau yang punya rumah suruh dia pergi, dia jg akan pergi dengan sendirinya.
So, don't blame the 3rd people with your own thoughts if you don't know what happening between them.
Selamat malam!
Bahasa Alam
Firasat....
Banyak orang bilang, firasat itu cara alam berkomunikasi dengan kita. Bagaimana alam sangat peduli dengan kita. Alam sangat memperhatikan kita.
Disini gue ngga menyalahkan pendapat itu. Itu benar.. Ngga ada yang salah dalam kalimat itu. Menurut saya. Ngga tau menurut anda yang membaca ini.
Mungkin terlalu terbawa suasana film rectoverso yang baru aja saya tonton. Di film itu ada scene yang bercerita tentang firasat.
Iya, firasat. Dimana alam berbicara dalam hati kita.
Kalo menurut gue sendiri, suara alam itu bukan sembarang suara. Suara itu suaranya Tuhan, Sang Penjaga Alam semesta ini. The Big Creator.
Di film itu dibilang, kenapa kita kurang peka buat denger suara alam? Ya karena manusia sudah terlalu sombong kepada alam itu sendiri.
Gue jadi inget. Kakak gue pernah cerita kalo ga salah dosennya ato temen dosennya itu bisa berkomunikasi dengan alam. Dia tau, kapan alam senang, kapan alam sedang berduka. Alam berduka tidak harus dengan turunnya hujan. Bukan tergantung mendung atau semacamnya.
Dia bilang, alam itu bisa berduka ketika kita sedang sedih. Tanpa kita ngomong sepatah kata pun, kalo kita sedih, alampun akan ikut bersedih. Maka dari itu, orang yang ada di basarnas adalah orang-orang yang punya keahlian khusus untuk berinteraksi dengan alam. Mereka bisa tau dimana seseorang tersesat, hilang, atau ada kecelakaan.
Iya, mereka tau dari alam. Alam yang memberi mereka petunjuk tentang semuanya.
Inget film The Chronicles of Narnia? Liat kan ketika daun dan pohon ikut mengabarkan kalo aslan mati? Memang alam itu seperti itu. Mereka bisa saling berkomunikasi satu dengan yang lain. Jangan heran kalo korban mati cepat diketahui jumlahnya padahal mayatnya belum di temukan.
Dari penjelasan diatas, kita tau, kalau alam itu sangat peduli terhadap kita. Alam mau berkomunikasi dengan kita. Ya, lewat firasat. Gue juga menyamakan firasat itu dengan "Kata hati yang paling dalam". Itu serupa.
Belakangan ini gue punya firasat, kuat. Terlalu kuat sampai-sampai selalu kepikiran.
Gue gatau itu bakal jadi kenyataan atau ngga, kita liat aja nanti.
Selamat malam!
Sunday, June 23, 2013
Harus Siap!!
"Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apapun di bawah langit ada waktunya." Pengkhotbah 3:1
Akhir minggu ini gue dikejutkan sama suatu berita yang.... Ya menurut gue ini agak mengagetkan. Itu adalah ketika bokap dari temen, yang gue udh anggep kayak sodara sendiri, kakak sendiri, meninggal. Lumayan mengagetkan karena mereka itu ya udah seperti keluarga sendiri. Kadang suka main kerumah mereka, kadang mereka suka main ke rumah gue kalo ada acara-acara tertentu.
Mereka itu temen se-Gereja gue juga, rumah kita lumayan deket. Ya... 50 meter lah kira-kira. Nah, kejadian itu terjadi malem sabtu, hari jumat.
Waktu hari minggunya gue denger kabar lagi kalo orang gereja gue, dia pekerja juga di gereja gue, kakaknya meninggal juga dan mereka sekeluarga harus bawa kakaknya ke Malang hari itu juga untuk dimakamkan disana.
Itu paginya, sorenya pas gue gereja, gue dapet kabar lagi kalo temen gue, satu gereja juga, bokapnya meninggal siang itu. Emang sih katanya bokapnya juga udah lama sakit dan menurut kabar yang gue denger om itu udh gak bisa bangun. Dia meninggalnya ngga ketauan karena saat itu dia lagi tidur.
Berhubung gue orangnya suka berpikir sendiri, dan pikirannya --walaupun lagi ngobrol atau lagi diem-- tetep aja nge-link kemana mana, itu gue seketika itu mikir "Emang ngga ada yang tau kapan waktu-Nya. Dan kita ini pasti akan balik lagi ke Sang Pencipta kita. Gak mungkin engga. Mau itu sakit, mau itu ngga sakit, mau itu sadar, ataupun ngga sadar, kalo emang udah waktunya, pasti kita balik.
Gue suka banget pemikiran nyokap gue. Dia hampir setiap bulan pasti jalan keluar kota buat dinas, dan pastinya naik pesawat. Gue lupa siapa yang nanya, tapi waktu itu ada yang nanya ke nyokap "emang ngga takut apa naik pesawat terus?", dan nyokap gue dengan santainya ngomong "Ya khawatir sih ada pasti ya, manusia. Cuman ya berdoa aja, serahin semua sama Tuhan. Yang penting kita berdoa. Semua juga kan pasti ada waktunya".
Dari kata-kata itu gue dapet pencerahan banget... Buat apa kita takut mati? Buat apa kita takut orang yang kita sayang itu ninggalin kita? Mau kita jaga, peringatkan, sampe dikurung juga, kalo emang udah waktunya, ya pasti bakal terjadi. Gak ada yang bisa gagalin rencananya Tuhan lah.
" Kedua-duanya menuju satu tempat; kedua-duanya terjadi dari debu dan kedua-duanya kembali kepada debu"- Pengkhotbah 3:20
Kakak sepupu gue, cewe, masih seger banget, dia meninggal di kampusnya abis selesai kuliah. Ngga sakit, ngga kecelakaan. Emang udah waktunya.
Gak usah takut kalo sewaktu-waktu kita ditinggalin orang yang kita sayang, yang kita kenal, yang jadi bagian dari hidup kita. Sedih? Pasti. Itu manusia. Takut juga pasti. Manusia juga kan? Yang kita harus lakuin itu berserah.. berserah itu bukan berarti menyerah. Bahasa inggrisnya juga udah beda, antara berserah (Surrender) sama menyerah (Give up). Beda kan? So, berserah sama Tuhan. Ini ngga mandang agama. Semua agama sama kok. Selama masih percaya sama Tuhan, berserah sama Dia.
Gue pernah baca di satu artikel ato buku gitu gue lupa, disitu ditulis "Ketika kita berserah, takut, khawatir, gelisah itu berkurang dengan sendirinya. Hidup lebih menyenangkan".
Ngga usah takut juga tentang hidup kita. Selama kita baik, pasti semua hal baik yang kita lakukan bakal terjadi dalam hidup kita juga. Kalo emang udah waktunya kita, ya kita gak bisa ngapa-ngapain lagi.
Gue suka sama pm BBM temen gereja gue yang lain waktu denger kejadian ini. Gue agak lupa kata-kata yang pastinya, cuman maknanya itu "Tenang aja, semua orang pasti bergantian ngalamin yang kayak gini".
Terakhir, gue mau nutup postingan ini dengan satu kalimat:
" Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah." - Roma 8:28
Friday, June 14, 2013
#respect
Kalo dalam bahasa inggris, arti dari respect itu admiration felt or shown for someone or something that you believe has good ideas or qualities. Silahkan diartikan sendiri ke bahasa Indonesia versi masing-masing ya. hahaha.
Kalo menurut gue sendiri, respect itu semacam suatu tindakan manusia yang menghargai dan menghormati harkat dan martabat orang atau sesuatu. Apa itu harkat dan martabat? Silahkan cari artinya di KBBI. Klik aja itu linknya.
Menurut gue juga, orang di Indonesia ini punya respect yang besar terhadap sesuatu. se-cuek-cuek-nya dia, dia pasti mempunyai sesuatu yang di-respect-in kalo kata orang Belanda. haha. Gue gak mau bahas respect-nya UEFA, tapi disini gue mau ngomong tentang respect-nya orang Indonesia.
Menurut gue, generasi gue ini generasi yang mudah sekali terikat dan suka mengikuti budaya luar. Apa lagi budaya barat. Jarang mengikuti budaya timur yang seyogyanya sebagai orang Indonesia kita sangat kental akan budaya timur. Kenapa kita malah ke-ikut sama budaya barat dan seperti gak punya jati diri. Jati diri ini jati diri umum, yang menyangkut jati diri perorangan maupun jati diri bangsa.
Kenapa? Gue belum melakukan penelusuran lebih dengan --yang orang IPA bilang-- hipotesis gue sendiri, tapi ini karena kemajuan zaman yang menuntut tembok pemisah yang paling besar -- jarak dan waktu -- itu roboh dengan cepatnya. So, kita cepet ngeliat gimana yang orang luar yang notabene lebih maju dari kita bergaya, berpenampilan, berperilaku, berbangsa, dan bernegara.
Itulah hipotesis gue. Ya namanya juga hipotesis, itu masih perkiraan dan belum teruji. Tapi gatau deh kalo udah diuji sama orang lain.
Dan disini gue nemuin, kita itu bener-bener terikat sama dunia barat. Kita lebih menganggap mereka itu keren dan kita terlalu ketinggalan zaman. Kita ga ngerti gaya, trend yang lagi in banget. Jadi keluarlah bahasa kuper, ndeso, alay, dan sebagainya. Apalagi sekarang kita udah bisa akses program televisi dari mana aja. Mungkin tv Israel yang ngga ada (kalo ada, tv kabel yang nyiarin udah diobrak-abrik sama...... ya tau lah :)).
Gue ga bilang kalo gue ngga keikut budaya barat ya, gue paling suka band alternative-nya barat, gaya casual-nya orang-orang barat. Tapi kita juga mesti nemuin jati diri kita sendiri, jati diri bangsa yang ada di dirikita sendiri sebagai orang Indonesia. Dulu, jangankan tv, orang barat langsung dateng kesini buat nyebarin pengaruhnya, tapi apa yg dilakuin sama anak muda zaman dulu? Ada mungkin sebagian orang yang keikut dan malah terjerumus dalam sesuatu yang gue sering bilang "Lubang dari barat". Ada juga yang karena mereka sudah menemukan jati dirinya mereka sendiri yang sekaligus adalah jati diri bangsa ini, mereka akhirnya melawan semua kolonialisme dan imprealisme barat.
Pernah belajar sejarah, kan? Tau kan yang namanya Jong Ambon, Jong Sumatranen Bond, Jong Java, Perhimpunan Indonesia, bahkan Boedi Oetomo. Mereka adalah anak-anak muda zaman dulu yang punya nyali, karena mereka tau mereka itu Indonesia, mereka tau siapa mereka dan siapa bangsa mereka, karena itu mereka melawan. Melawan untuk kepentingan sendiri? Kalo untuk kepetingan sendiri, mending nyerah aja sama belanda, jadi kaki tangan mereka. Udah hidup enak, duit banyak, ga diincer lagi. Meskipun mereka mau bunuh semua orang Indonesia, kita pasti yang paling terakhir dibunuh mereka.
Nah kita? Kita cuman bisa jadi pengikut mereka. Pengikut style mereka, dan lama kelamaan bakal jadi pengikut paham mereka.
Di barat sana, orang-orangnya udah kurang respect sama apa yang di sekitar mereka. Liat revolusi industri di Inggris. Itu tanda mereka kurang respect sama lingkungan. Mereka bukannya gak tau apa dampak dari polusi buat lingkungan, mereka pasti udh tau baik dan buruknya rencana mereka, tapi kenapa mereka lakuin? Imprealisme. Ini salah satu budaya barat yang ngga respect sama manusia. Udah terlalu banyak contohnya kan?
Yang jadi masalah itu kita juga keikut tingakah yang kurang punya respect itu. Lupa sama temen lama, cuek sama temen lama waktu ada temen yang baru, ga peduli itu sopan apa ngga, suka berpikiran negatif sama orang. Ini bukan berarti gue ngga loh ya, ini tuh semuanya gue semua yang ngelakuin dan yang gue liat, semua generasi gue sama.
Ya, gue tau semua itu pasti berubah seiring jalannya waktu dan keadaan. Cuman, kalo gue pikir, perubahan itu pasti, apalagi pergaulan kita tiap tahun pasti berubah seiring umu, kedewasaan, dan relasi kita yang datang dan pergi. Tapi, semua perubahan itu bisa terlihat bias kalau kita masih punya respect sama sesuatu, sama orang lain. Masa temen sendiri dilupain? Mungkin ngga dilupain, cuman ditinggal aja karena udah ada temen yang lebih asik.
Masa iya ketemu orang yang lebih tua yang kurang kita kenal tapi kita tau dan dia tau kita, tapi kita malah buang muka? Mana sopan santunnya? Mana Indonesia-nya? Indonesia itu ramah, Indonesia itu kodratnya respect, terhadap apapun. Itu Indonesia.
Gue tergugah sama kata-katanya Daniel Mananta waktu itu di acara hitam-putih. Disitu dia bilang misi dari Damn! I Love Indonesia itu mau bikin orang negara lain bisa ngomong ke temannya yang berbangsa sama dengan mereka "ih, gaya lo Indonesia banget", jatohnya sama kaya orang Indonesia blg "ih gaya lo Korea banget!", gitu. Itu gue sama sekali kagum sama pemikirannya dia. Out of the box banget. Salut. Bener-bener salut.
Mungkin kita ngga bisa kaya Daniel yang dengan frontal bikin gebrakan dengan bikin clothing-an yang emang memperlihatkan design anak negeri dengan pernak-pernik yang ke-Indonesia-an, tapi kita bisa buat hal yang sederhana, dengan menambah rasa respect terhadap semua nya, sekeliling kita. Itung-itung ibadah. Kok? Iya, menurut gue dan temen-temen gue, bela negara itu ibadah. Gak salah kok, semua agama pasti ngajarin kalo harus mencintai tanah air nya.
Akhir kata, gue mau ngutip 3 kata yang suka diucapin sama Glenn Fredly ketika dia konser/manggung.
Peace, Love, and RESPECT.
Selamat Malam!
Kalo menurut gue sendiri, respect itu semacam suatu tindakan manusia yang menghargai dan menghormati harkat dan martabat orang atau sesuatu. Apa itu harkat dan martabat? Silahkan cari artinya di KBBI. Klik aja itu linknya.
Menurut gue juga, orang di Indonesia ini punya respect yang besar terhadap sesuatu. se-cuek-cuek-nya dia, dia pasti mempunyai sesuatu yang di-respect-in kalo kata orang Belanda. haha. Gue gak mau bahas respect-nya UEFA, tapi disini gue mau ngomong tentang respect-nya orang Indonesia.
Menurut gue, generasi gue ini generasi yang mudah sekali terikat dan suka mengikuti budaya luar. Apa lagi budaya barat. Jarang mengikuti budaya timur yang seyogyanya sebagai orang Indonesia kita sangat kental akan budaya timur. Kenapa kita malah ke-ikut sama budaya barat dan seperti gak punya jati diri. Jati diri ini jati diri umum, yang menyangkut jati diri perorangan maupun jati diri bangsa.
Kenapa? Gue belum melakukan penelusuran lebih dengan --yang orang IPA bilang-- hipotesis gue sendiri, tapi ini karena kemajuan zaman yang menuntut tembok pemisah yang paling besar -- jarak dan waktu -- itu roboh dengan cepatnya. So, kita cepet ngeliat gimana yang orang luar yang notabene lebih maju dari kita bergaya, berpenampilan, berperilaku, berbangsa, dan bernegara.
Itulah hipotesis gue. Ya namanya juga hipotesis, itu masih perkiraan dan belum teruji. Tapi gatau deh kalo udah diuji sama orang lain.
Dan disini gue nemuin, kita itu bener-bener terikat sama dunia barat. Kita lebih menganggap mereka itu keren dan kita terlalu ketinggalan zaman. Kita ga ngerti gaya, trend yang lagi in banget. Jadi keluarlah bahasa kuper, ndeso, alay, dan sebagainya. Apalagi sekarang kita udah bisa akses program televisi dari mana aja. Mungkin tv Israel yang ngga ada (kalo ada, tv kabel yang nyiarin udah diobrak-abrik sama...... ya tau lah :)).
Gue ga bilang kalo gue ngga keikut budaya barat ya, gue paling suka band alternative-nya barat, gaya casual-nya orang-orang barat. Tapi kita juga mesti nemuin jati diri kita sendiri, jati diri bangsa yang ada di dirikita sendiri sebagai orang Indonesia. Dulu, jangankan tv, orang barat langsung dateng kesini buat nyebarin pengaruhnya, tapi apa yg dilakuin sama anak muda zaman dulu? Ada mungkin sebagian orang yang keikut dan malah terjerumus dalam sesuatu yang gue sering bilang "Lubang dari barat". Ada juga yang karena mereka sudah menemukan jati dirinya mereka sendiri yang sekaligus adalah jati diri bangsa ini, mereka akhirnya melawan semua kolonialisme dan imprealisme barat.
Pernah belajar sejarah, kan? Tau kan yang namanya Jong Ambon, Jong Sumatranen Bond, Jong Java, Perhimpunan Indonesia, bahkan Boedi Oetomo. Mereka adalah anak-anak muda zaman dulu yang punya nyali, karena mereka tau mereka itu Indonesia, mereka tau siapa mereka dan siapa bangsa mereka, karena itu mereka melawan. Melawan untuk kepentingan sendiri? Kalo untuk kepetingan sendiri, mending nyerah aja sama belanda, jadi kaki tangan mereka. Udah hidup enak, duit banyak, ga diincer lagi. Meskipun mereka mau bunuh semua orang Indonesia, kita pasti yang paling terakhir dibunuh mereka.
Nah kita? Kita cuman bisa jadi pengikut mereka. Pengikut style mereka, dan lama kelamaan bakal jadi pengikut paham mereka.
Di barat sana, orang-orangnya udah kurang respect sama apa yang di sekitar mereka. Liat revolusi industri di Inggris. Itu tanda mereka kurang respect sama lingkungan. Mereka bukannya gak tau apa dampak dari polusi buat lingkungan, mereka pasti udh tau baik dan buruknya rencana mereka, tapi kenapa mereka lakuin? Imprealisme. Ini salah satu budaya barat yang ngga respect sama manusia. Udah terlalu banyak contohnya kan?
Yang jadi masalah itu kita juga keikut tingakah yang kurang punya respect itu. Lupa sama temen lama, cuek sama temen lama waktu ada temen yang baru, ga peduli itu sopan apa ngga, suka berpikiran negatif sama orang. Ini bukan berarti gue ngga loh ya, ini tuh semuanya gue semua yang ngelakuin dan yang gue liat, semua generasi gue sama.
Ya, gue tau semua itu pasti berubah seiring jalannya waktu dan keadaan. Cuman, kalo gue pikir, perubahan itu pasti, apalagi pergaulan kita tiap tahun pasti berubah seiring umu, kedewasaan, dan relasi kita yang datang dan pergi. Tapi, semua perubahan itu bisa terlihat bias kalau kita masih punya respect sama sesuatu, sama orang lain. Masa temen sendiri dilupain? Mungkin ngga dilupain, cuman ditinggal aja karena udah ada temen yang lebih asik.
Masa iya ketemu orang yang lebih tua yang kurang kita kenal tapi kita tau dan dia tau kita, tapi kita malah buang muka? Mana sopan santunnya? Mana Indonesia-nya? Indonesia itu ramah, Indonesia itu kodratnya respect, terhadap apapun. Itu Indonesia.
Gue tergugah sama kata-katanya Daniel Mananta waktu itu di acara hitam-putih. Disitu dia bilang misi dari Damn! I Love Indonesia itu mau bikin orang negara lain bisa ngomong ke temannya yang berbangsa sama dengan mereka "ih, gaya lo Indonesia banget", jatohnya sama kaya orang Indonesia blg "ih gaya lo Korea banget!", gitu. Itu gue sama sekali kagum sama pemikirannya dia. Out of the box banget. Salut. Bener-bener salut.
Mungkin kita ngga bisa kaya Daniel yang dengan frontal bikin gebrakan dengan bikin clothing-an yang emang memperlihatkan design anak negeri dengan pernak-pernik yang ke-Indonesia-an, tapi kita bisa buat hal yang sederhana, dengan menambah rasa respect terhadap semua nya, sekeliling kita. Itung-itung ibadah. Kok? Iya, menurut gue dan temen-temen gue, bela negara itu ibadah. Gak salah kok, semua agama pasti ngajarin kalo harus mencintai tanah air nya.
Akhir kata, gue mau ngutip 3 kata yang suka diucapin sama Glenn Fredly ketika dia konser/manggung.
Peace, Love, and RESPECT.
Selamat Malam!
Sunday, June 9, 2013
Sekolah
Sekolah...lagi.
Ya, saya ingin membagi pemikiran saya tentang sekolah....lagi. Tapi jauh berbeda dengan yang sebelumnya.
Kali ini, saya lebih concern pada sifat-sifat sekolah menurut saya. Dari TK sampai SMA. Perguruan Tinggi belum bisa saya masukkan karena saya msh belum lama di PT.
Oke, kita mulai dari yang pertama:
1. Taman Kanak-kanak (TK)
Berawal dari ketakutan. Setiap anak saya yakin 80% pasti sangat takut ketika bertemu dengan guru TK pertamanya. Berinteraksi dengan orang lain yang asing. Sangat asing. Dan tidak ada satupun yang dikenal. Tapi, ketika satu minggu ada di dalam sana, sudah mulai mengenal dan menguasai lingkungan dan keadaan, semua beralih. Dari neraka menjadi surga. Ya, surga dengan banyak permainan kreatif, canda, tawa. Tak jarang kita mendengar ada tangisan. Ya, mungkin beberapa anak yang jail sangat suka mendengar suara tangisan temannya. Ya, seperti itulah. Dari sini sudah bisa dilihat semua sifat dasar dari seseorang. Ya, seorang anak. Fase sekolah dimana banyak hal yg dilupakan ketika besar, dan tak jarang juga ada yang masih menggantung di ingatan.
2. Sekolah Dasar (SD)
Bahasan SD ini saya bagi menjadi 2, dari kelas 1-3, dan kelas 4-6.
Kelas 1-3.
Pada masa ini, masa-masa bahagia. Tidak ada lagi yang namanya takut untuk bersosialisasi dengan guru maupun teman. Itu karena TK mengajarkan untuk bersosialisasi dengan siapa saja. Jadi, mungkin kaku, cuma sebentar saja sudah akrab. Dan disinilah harusnya sekolah memberikan yang namanya pelajaran ketertiban. Saya ingat, waktu kelas 1 SD saya pernah diolesin minyak kayu putih oleh guru saya karena saya tidak berhenti bicara dengan samping saya. Dan kelas 2, saya dituntut untuk menghafal perkalian 1-10. Disini juga saya diajar disiplin. Saya itu terkenal dengan orang yang paling lambat untuk menulis. Sampai-sampai saya dimarahi oleh mama karena tulisan jelek dan lama sekali menulisnya. Semenjak itu, saya belajar bagaimana menulis bagus dan cepat. Kelas 3. Ini salah satu kelas yang paling berbekas seumur hidup saya. Drs. Trimo Suryanto(Alm). Ya, orang yang keras, disiplin, tapi sangat friendly pada murid binaannya. Masalah satu orang menjadi masalah bersama dibuatnya. Motivasi yang dia berikan jelas. Mungkin beberapa orang yang sempat diajar oleh beliau setuju dengan pendapat saya tentang pahlawan yang satu ini.
Semoga tenang disana, pak!
Kelas 4-6
Disinilah gejolak mulai terjadi. Gejolak anak kecil menjadi ABG. Perasaan menyukai sesama jenis, tapi belum pubertas. Hanya menyukai. Ini yang saya namakan cinta monyet. Jika cinta ketika masa pubertas, menurut saya, itu bukan cinta monyet. Karena memang sudah seharusnya mereka merasakan itu. Jalannya KBM berjalan seperti biasa. bermain, belajar. Tapi di fase ini ada yang namanya fase "bandel". Melawan orang tua demi permainan, berkelahi dengan teman karena kalah dalam permainan. Fase dimana mereka mau menunjukan kalau merekalah "yang nomor satu". Perkelahian-perkelahian kecil memang sering ada di sini. Apa lagi kelompok yang satu dengan kelompok yang lain. Tapi setelah itu, masih belum ada yang namanya dendam. Mereka akan segera berbaikan dan bermain bersama lagi. Di tahap ini jg ada yang namanya ujian nasional. Dan biasanya, disini belum ada yang namanya rajin cari bocoran. Bahkan menyontek ketika ujian berlangsung saja hanya beberapa orang.
3. Sekolah Menengah Pertama (SMP)
Disini semuanya dimulai. SMP. Buat saya, masa-masa di SMP ini masa paling membahagiakan dibanding TK, SD, maupun SMA. Ketika di SMP, pubertas dimulai. Proses menuju kedewasaan. Sosialisasi makin gencar kepada siapa saja, baik itu teman laki-laki ataupun perempuan. Bermain, sambil belajar. Tidak terlalu serius, tapi pasti. Teman-teman yang belum tau apa itu kemunafikan, apa itu yang dinamakan backstabber. Mungkin ada orang yg seperti itu, tapi itu karena mereka belum mengenal sifat-sifat itu.
Di SMP saya belajar banyak. Belajar mengenai apa itu teman, pertemanan, persahabatan. Ya saya akui disini juga ada cinta. Tapi saya tidak mau membahas cinta di post ini. Banyak guru yang mengatakan kalau angkatan saya adalah angkatan terkompak. Angkatan 2009. Tapi saya masih belum tahu apa sebutan "terkompak" itu masih angkatan kami yang pegang atau sudah diambil alih oleh angkatan lain. Ya, saya belajar kekompakan, kesetiaan kepada almamater, kebersamaan. Meskipun kubu-kubu itu tidak dapat dipungkiri, tapi itu hanya mungkin mereka teman dari kecil, atau teman SD. Selebihnya, kami bermain bersama. Tidak ada peredaan yang signifikan diantara angkatan kami. Hampir semua orang saling mengenal. Ya... 89% lah. Saya sampai bingung apa yang negatif di fase pendidikan ini. Saking saya bahagianya di sini. Di SMP Negeri 12 Jakarta.
4. Sekolah Menengah Atas (SMA)
Disinilah akar masalah anak muda. Mereka jadi mengenal semua yang jahat dan yang baik. Semua berubah disini. Kalau perkataan anak zaman sekarang, "Ketika sahabat menjadi bangsat". Disini banyak intrik, banyak kubu, banyak "permainan di belakang". Mungkin ini dikarenakan penggabungan dari banyak sekolah dan itupun dari mana saja. Ada yang dari luar jakarta, maupun dari jakarta pusat, timur, selatan, dan utara. Sudah terlalu banyak kebiasaan dan kebudayaan yang saling bertemu dan mempengaruhi. Ada yang kuat, ada yang lemah. Adanya hasrat untuk menjadi dewasa lebih cepat sehingga semua style orang dewasa mereka ikuti. Saya berkata seperti ini bukan karena saya tidak seperti itu. Itu karena saya memang sama juga seperti itu. Jadi, saya klarifikasi saya tidak mau munafik disini. Ini semua berdasarkan pengalaman. Disini juga banyak yang memilih-milih teman. Tapi ketika kami bersatu, baik dalam suatu acara maupun ada pertandingan yang sekolah ikuti, kami dengan mudahnya berinteraksi satu dengan yang lain dan menjadi solid seketika itu juga. Ini yang saya apresiasi. Belum dengan kegiatan belajar dan mengajar. Rumit, sistem yang rumit sekaligus pelajaran yang rumit membuat anak SMA menjadi malas dan mencari kesibukan yang sesuai dengan hobinya. Bahkan ada yang malah jatuh ke jalan yang salah. Ya, inilah yang saya sering kritisi, tentang sistem di sekolah. Tapi kita tidak akan membahas itu. Di SMA inilah kita belajar, kita akan seperti apa kedepannya. Bagaimana menyikapi orang-orang yang beragam karakter dan budaya nya. Bagaimana menelai orang baik itu objektif maupun subjektif. Belajar untuk bisa memilih pergaulan yang baik dan yang tidak. Belajar untuk menghargai perbedaan yang sangat beragam. Belajar toleransi. Belajar kesabaran dan kesetian.
Kalau orang-orang bilang, SMA itu yang paling tidak terlupakannya adalah kisah cinta di SMA. Berhubung ketika saya di SMA hanya merasakan cinta dan tidak merasakan pacaran di SMA, jadi saya tidak akan membahas ini terlalu panjang dan hanya sampai disini saja.
Iyak, demikianlah pemikiran saya mengenai beberapa jenjang pendidikan sekolah..
sekali lagi, ini pendapat. Tidak ada yang bisa protes atau segala macamnya okay?
Selamat malam!
Ya, saya ingin membagi pemikiran saya tentang sekolah....lagi. Tapi jauh berbeda dengan yang sebelumnya.
Kali ini, saya lebih concern pada sifat-sifat sekolah menurut saya. Dari TK sampai SMA. Perguruan Tinggi belum bisa saya masukkan karena saya msh belum lama di PT.
Oke, kita mulai dari yang pertama:
1. Taman Kanak-kanak (TK)
Berawal dari ketakutan. Setiap anak saya yakin 80% pasti sangat takut ketika bertemu dengan guru TK pertamanya. Berinteraksi dengan orang lain yang asing. Sangat asing. Dan tidak ada satupun yang dikenal. Tapi, ketika satu minggu ada di dalam sana, sudah mulai mengenal dan menguasai lingkungan dan keadaan, semua beralih. Dari neraka menjadi surga. Ya, surga dengan banyak permainan kreatif, canda, tawa. Tak jarang kita mendengar ada tangisan. Ya, mungkin beberapa anak yang jail sangat suka mendengar suara tangisan temannya. Ya, seperti itulah. Dari sini sudah bisa dilihat semua sifat dasar dari seseorang. Ya, seorang anak. Fase sekolah dimana banyak hal yg dilupakan ketika besar, dan tak jarang juga ada yang masih menggantung di ingatan.
2. Sekolah Dasar (SD)
Bahasan SD ini saya bagi menjadi 2, dari kelas 1-3, dan kelas 4-6.
Kelas 1-3.
Pada masa ini, masa-masa bahagia. Tidak ada lagi yang namanya takut untuk bersosialisasi dengan guru maupun teman. Itu karena TK mengajarkan untuk bersosialisasi dengan siapa saja. Jadi, mungkin kaku, cuma sebentar saja sudah akrab. Dan disinilah harusnya sekolah memberikan yang namanya pelajaran ketertiban. Saya ingat, waktu kelas 1 SD saya pernah diolesin minyak kayu putih oleh guru saya karena saya tidak berhenti bicara dengan samping saya. Dan kelas 2, saya dituntut untuk menghafal perkalian 1-10. Disini juga saya diajar disiplin. Saya itu terkenal dengan orang yang paling lambat untuk menulis. Sampai-sampai saya dimarahi oleh mama karena tulisan jelek dan lama sekali menulisnya. Semenjak itu, saya belajar bagaimana menulis bagus dan cepat. Kelas 3. Ini salah satu kelas yang paling berbekas seumur hidup saya. Drs. Trimo Suryanto(Alm). Ya, orang yang keras, disiplin, tapi sangat friendly pada murid binaannya. Masalah satu orang menjadi masalah bersama dibuatnya. Motivasi yang dia berikan jelas. Mungkin beberapa orang yang sempat diajar oleh beliau setuju dengan pendapat saya tentang pahlawan yang satu ini.
Semoga tenang disana, pak!
Kelas 4-6
Disinilah gejolak mulai terjadi. Gejolak anak kecil menjadi ABG. Perasaan menyukai sesama jenis, tapi belum pubertas. Hanya menyukai. Ini yang saya namakan cinta monyet. Jika cinta ketika masa pubertas, menurut saya, itu bukan cinta monyet. Karena memang sudah seharusnya mereka merasakan itu. Jalannya KBM berjalan seperti biasa. bermain, belajar. Tapi di fase ini ada yang namanya fase "bandel". Melawan orang tua demi permainan, berkelahi dengan teman karena kalah dalam permainan. Fase dimana mereka mau menunjukan kalau merekalah "yang nomor satu". Perkelahian-perkelahian kecil memang sering ada di sini. Apa lagi kelompok yang satu dengan kelompok yang lain. Tapi setelah itu, masih belum ada yang namanya dendam. Mereka akan segera berbaikan dan bermain bersama lagi. Di tahap ini jg ada yang namanya ujian nasional. Dan biasanya, disini belum ada yang namanya rajin cari bocoran. Bahkan menyontek ketika ujian berlangsung saja hanya beberapa orang.
3. Sekolah Menengah Pertama (SMP)
Disini semuanya dimulai. SMP. Buat saya, masa-masa di SMP ini masa paling membahagiakan dibanding TK, SD, maupun SMA. Ketika di SMP, pubertas dimulai. Proses menuju kedewasaan. Sosialisasi makin gencar kepada siapa saja, baik itu teman laki-laki ataupun perempuan. Bermain, sambil belajar. Tidak terlalu serius, tapi pasti. Teman-teman yang belum tau apa itu kemunafikan, apa itu yang dinamakan backstabber. Mungkin ada orang yg seperti itu, tapi itu karena mereka belum mengenal sifat-sifat itu.
Di SMP saya belajar banyak. Belajar mengenai apa itu teman, pertemanan, persahabatan. Ya saya akui disini juga ada cinta. Tapi saya tidak mau membahas cinta di post ini. Banyak guru yang mengatakan kalau angkatan saya adalah angkatan terkompak. Angkatan 2009. Tapi saya masih belum tahu apa sebutan "terkompak" itu masih angkatan kami yang pegang atau sudah diambil alih oleh angkatan lain. Ya, saya belajar kekompakan, kesetiaan kepada almamater, kebersamaan. Meskipun kubu-kubu itu tidak dapat dipungkiri, tapi itu hanya mungkin mereka teman dari kecil, atau teman SD. Selebihnya, kami bermain bersama. Tidak ada peredaan yang signifikan diantara angkatan kami. Hampir semua orang saling mengenal. Ya... 89% lah. Saya sampai bingung apa yang negatif di fase pendidikan ini. Saking saya bahagianya di sini. Di SMP Negeri 12 Jakarta.
4. Sekolah Menengah Atas (SMA)
Disinilah akar masalah anak muda. Mereka jadi mengenal semua yang jahat dan yang baik. Semua berubah disini. Kalau perkataan anak zaman sekarang, "Ketika sahabat menjadi bangsat". Disini banyak intrik, banyak kubu, banyak "permainan di belakang". Mungkin ini dikarenakan penggabungan dari banyak sekolah dan itupun dari mana saja. Ada yang dari luar jakarta, maupun dari jakarta pusat, timur, selatan, dan utara. Sudah terlalu banyak kebiasaan dan kebudayaan yang saling bertemu dan mempengaruhi. Ada yang kuat, ada yang lemah. Adanya hasrat untuk menjadi dewasa lebih cepat sehingga semua style orang dewasa mereka ikuti. Saya berkata seperti ini bukan karena saya tidak seperti itu. Itu karena saya memang sama juga seperti itu. Jadi, saya klarifikasi saya tidak mau munafik disini. Ini semua berdasarkan pengalaman. Disini juga banyak yang memilih-milih teman. Tapi ketika kami bersatu, baik dalam suatu acara maupun ada pertandingan yang sekolah ikuti, kami dengan mudahnya berinteraksi satu dengan yang lain dan menjadi solid seketika itu juga. Ini yang saya apresiasi. Belum dengan kegiatan belajar dan mengajar. Rumit, sistem yang rumit sekaligus pelajaran yang rumit membuat anak SMA menjadi malas dan mencari kesibukan yang sesuai dengan hobinya. Bahkan ada yang malah jatuh ke jalan yang salah. Ya, inilah yang saya sering kritisi, tentang sistem di sekolah. Tapi kita tidak akan membahas itu. Di SMA inilah kita belajar, kita akan seperti apa kedepannya. Bagaimana menyikapi orang-orang yang beragam karakter dan budaya nya. Bagaimana menelai orang baik itu objektif maupun subjektif. Belajar untuk bisa memilih pergaulan yang baik dan yang tidak. Belajar untuk menghargai perbedaan yang sangat beragam. Belajar toleransi. Belajar kesabaran dan kesetian.
Kalau orang-orang bilang, SMA itu yang paling tidak terlupakannya adalah kisah cinta di SMA. Berhubung ketika saya di SMA hanya merasakan cinta dan tidak merasakan pacaran di SMA, jadi saya tidak akan membahas ini terlalu panjang dan hanya sampai disini saja.
Iyak, demikianlah pemikiran saya mengenai beberapa jenjang pendidikan sekolah..
sekali lagi, ini pendapat. Tidak ada yang bisa protes atau segala macamnya okay?
Selamat malam!
Menjadi satu-2
Belajar dari Menjadi satu-1, kita liat kalo menang negara ini harus menjadi satu.
Nah, satu-satunya cara agar PANCASILA itu bisa menjadi "momok" bagi bangsa ini dan dunia lagi, kita harus membenahi diri sendiri setiap masyarakat. Masyarakat harus tau sejarah negeri ini. Harus tau sampai ke dalam-dalamnya. Selain itu, harus mengenali semua daerah dari bangsa ini. Tanah yang indah, Laut yang luas, hasil tanah dan laut yang melimpah. Itulah Indonesia. dengan berbagai kebudayaan yang unik diiringi keindahan alam dan kelimpahan hasil alamnya. Surga dunia.
Jika berbicara tentang rakyatnya, ada yang menarik disini. Rakyat Indonesia punya satu kesamaan dari segala jenis perbedaan yang ada. Persamaan ini berpotensi banget untuk jadi alat pemersatu bangsa. Iya, OLAHRAGA.
Semua rakyat Indonesia pasti suka banget sama yang namanya OLAHRAGA. Entah mereka yang bermain, atau mereka yang sekedar menjadi supporter yang bermain. Voli, basket, bulutangkis, renang, anggar, panahan, dan masih banyak lagi yang lain. Semuanya orang Indonesia pasti ikuti sesuai dengan kesukaan mereka, tidak ada yang terlewatkan. Gulat, tinju, karate, dan segala jenis nya itu juga sangat disukai orang Indonesia. Terutama sepak bola. Indonesia juga melahirkan juara-juara dunia untuk beberapa kategori olahraga. Misalkan bulutangkis. Sudah terlalu banyak atlet bulutangkis Indonesia yang menjadi legenda bulutangkis dunia. Susi Susanti, Rudy Hartono, Hendrawan, RickySubagja/RexyMainaky, Liem Swie King, dan banyak lagi para legenda bulutangkis dunia yang berasal dari Indonesia. Teman saya pernah becerita bahwa waktu dia membaca komik terkenal tentang bulutangkis, dia menemukan bahwa di dalam komik itu Taufik Hidayat adalah legenda back-hand smash terkenal asli Indonesia. Ini suatu kebanggaan tersendiri.
Bung Ellyas Pikal, Juara dunia tinju yang sudah menemukan regenerasinya yaitu Chris "The Dragon" John, yang merupakan juara dunia juga. Angkat besi, Eko Yuli dan Triyatno, penyumbang medali olimpiade 2012 dari Indonesia. Srikandi-Srikandi Indonesia, atas nama Nurfitriyana S. Lantang, Lilies Handayani dan Kusuma Wardhani, mereka yang pertama kali mendapatkan medali di olimpiade untuk Indonesia cabang panahan. Mereka mengalahkan salah satu kekuatan panahan dunia, meskipun hanya menang medali perak. terlalu banyak atlet Indonesia yang sudah mengharumkan nama Indonesia ke seluruh penjuru dunia.
Olahraga menjadi sangat penting dalam mempertahankan kesatuan bangsa ini. Kenapa?
AFF 2010 menjadi puncaknya, bagi saya ya. Mungkin puncak bagi generasi saya. Ya, generasi yg lahir tahun 1998 kebawah. Inilah puncaknya. Dimana setiap orang, pria wanita, dari berbagai daerah berbondong-bondong datang hanya untuk menyaksikan pertandingan akbar final AFF 2010 antara Indonesia dengan Malaysia..
Meskipun pertandingan final ini sudah "dibeli" oleh bandar, supporter Indonesia terus menerus mendukung timnas di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan. Pada hari itu saya juga menyaksikan kemenangan Garuda atas Malaysia yang tidak akan mengubah posisi bahwa Indonesia tidak mendapatkan trofi itu.
Sepanjang jalanan banyak orang menjual berbagai atribut untuk menonton laga itu. Baik itu menonton langsung ataupun nonton bareng dibeberapa tempat. Rumah gue di Bintaro dan sepanjang jalan dari Bintaro ke Senayan itu banyak sekali pedagang yang jualan jersey timnas ataupun atribut lainnya.
Sampai di daerah Kebayoran, sudah banyak orang yang berjalan dengan motor ataupun mobil carteran seperti angkot ataupun bis ditambah dengan atribut-atribut timnas beserta mereka. Ada yang bawa bendera besar, kecil, spanduk, dan lainnya. Ketika memasuki daerah Senayan, hampir semua orang yang ada di jalan menggunakan kostum merah yang melambangkan mereka mendukung timnas kita. Ini adalah pemandangan yang mengharukan buat gue khususnya..
Sampai di area stadion utama, banyak massa dari Bonek, Pasoepati, The Jak, Aremania, La Viola, The Viking, dan banyak lagi dari beberapa pendukung tim-tim yang berlaga di ISL maupun IPL. Di sana mereka semua memakai baju yang sama, "seragam" yang sama. Merah-Putih. Tidak ada lagi rivalitas, tidak ada lagi permusuhan antara Bonek dan The Viking melawan Aremania dan The Jak. atau pun yang lainnya. Semua sama, bersatu, dibawah satu bendera, satu jersey, Merah-Putih. Ini sangat mengharukan... Bukan berarti semua yang mengharukan harus menitikan air mata, kan? Saya bangga dengan pemandangan ini. Meskipun saking padatnya kawasan SUGBK, sampai banyak berkeliaran copet-copet handal, tapi itulah Indonesia :)
Itu dalam sepakbola. Cabang lain? Banyak buktinya. Saya menemukan bukti ketika saya nonton SEA GAMES 2010 ketika itu diselenggarakan di Jakarta-Palembang. Saya sempat menyaksikan beberapa pertandingan langsung seperti bulutangkis dan sepakbola. Mungkin kedua cabang olahraga itu memang yang terkemuka di Indonesia. Tapi ketika saya bertanya kepada teman saya yang hobi bersepeda, dia juga menyaksikan cabang balap sepeda di Velodrome, Jakarta Timur. Dan ketika saya tanya kepada teman saya itu "Ron, rame yang nonton?" , dan dengan cool-nya dia hanya memberikan hp blackberry-nya dan disitu ada foto yang dia ambil ketika berada di venue balap sepeda itu. Tampak banyak sekali orang mengenakan baju merah. Katanya itu adalah beberapa komunitas sepeda di Jabodetabek. Ada pula yang dari Bandung ikut memberi dukungan. Ramai. Hanya itu yang saya tangkap dari foto dan percakapan itu.
Yang lainnya? Ketika saya nonton di TVRI (hanya TVRI yang menyiarkan pertandingan selain sepakbola dan bulutangkis), ada pertandingan voli di Palembang dan sepenglihatan gue, venue-nya ramai. Sangat ramai... Penuh dengan sorak-sorai orang yang mendukung timnas kita beraksi. Setelah itu pindah venue ke cabang sepak takraw. Tak kalah ramai dari sebelum-sebelumnya. Penuh. Dengan orang-orang beratribut timnas serta bendera Merah-Putih. Iya, Merah-Putih.
Coba perhatiin baik-baik deh.. Kita itu punya bakat untuk bersatu.
Liat Amerika Serikat. Mereka itu salah satu negera yang menurut gue pinter dalam memakai olahraga menjadi alat pemersatu bangsa mereka. Tau kan yang namanya American Football? Iya, Football yang berbeda dari negara-negara lain. Ketika sepakbola/football di negera lain dimainkan dengan cara ditendang, mereka membuatnya berbeda dan menjadi trademark mereka sendiri. Basket. Baseball & Softball. Mereka pakai menjadi alat pemersatu mereka. Mungkin hanya ini yang mereka sukai. Coba liat rakyat kita? Semua olahraga pasti suka. Banyak yang menyukai lebih dari 3 olahraga. Seperti saya. Bulutangkis, sepakbola, basket, panahan, voli, futsal pasti saya tonton. Untuk bermain paling cuma sepakbola, futsal, basket, voli, dan bulutangkis. Sayangnya, ada segelintir "penguasaha" yang memakai alat pemersatu ini menjadi ajang politik, penjilat, korupsi, dan sebagainya. Ini lah sebabnya Indonesia olahraganya sedikit yang maju. Bukan salah atlet. Banyak atlet yang luar biasa di luar sana, tapi mereka pintar dan tidak mau terjebak dengan organisasi olahraga yang legal tetapi pengurusnya yang........... ya kita semua tau lah, sudah menjadi rahasia umum.
Nah, ini dia saatnya.. Sebagai generasi penerus, ada baiknya kita berbenah diri agar kita tidak terkena dampak dari para pendahulu kita yang kerjanya hanya mementingkan diri sendiri. Apa salahnya kita memajukan bangsa ini?? Toh dengan membangun bangsa, memajukan bangsa dan negara ini, dengan sendirinya kebutuhan kita tercukupi. Anak dan cucu kita akan makan apa yang halal dan menikmati semua kerja keras kita...
Segalanya butuh uang, tapi uang bukan segalanya.
Jangan mementingkan kepentingan diri sendiri. Ada saatnya kita jatuh dan tidak ada yang mau menolong kita. Malah banyak yang menjerumuskan dan malah menjadi dalam lubang dimana kita jatuh dan akan susah untuk bangkit.
Selamat malam.
Postingan sebelumnya kan udah bahas tentang PANCASILA yang jadi alat yang paling ampuh pemersatu bangsa ini. Tapi sekarang PANCASILA beserta nilai-nilainya udah makin pudar ditelan zaman dan kalah dengan budaya luar yang masuk ke negeri ini. Apa karena PANCASILA itu bisa expired? Bukan. PANCASILA itu menurut gue salah satu pedoman yang gak bisa dimakan zaman. Itu dia kenapa gue "angkat topi sambil tepuk tangan sambil bediri" untuk bapak negara kita yang buat dan merumuskan PANCASILA itu. Tapi kenapa malah makin pudar? Itu salah rakyatnya. Salah saya, salah anda, salah kita semua. Kita terlalu anggap sepele "produk dalam negeri" dan malah mengaggap mahal "produk luar negeri". Iya, itu lah sifat bangsa ini yang labil. Belum punya pendirian dan selalu maunya mengikuti bangsa lain. Beda dengan Jepang, Cina, dan beberapa negera Eropa serta AS. Mereka sangat mencintai "produknya" sendiri dan berani membayar mahal produk mereka sendiri. Mereka sudah punya indentitas yang jelas tentang "diri"mereka sendiri.
Nah, satu-satunya cara agar PANCASILA itu bisa menjadi "momok" bagi bangsa ini dan dunia lagi, kita harus membenahi diri sendiri setiap masyarakat. Masyarakat harus tau sejarah negeri ini. Harus tau sampai ke dalam-dalamnya. Selain itu, harus mengenali semua daerah dari bangsa ini. Tanah yang indah, Laut yang luas, hasil tanah dan laut yang melimpah. Itulah Indonesia. dengan berbagai kebudayaan yang unik diiringi keindahan alam dan kelimpahan hasil alamnya. Surga dunia.
Jika berbicara tentang rakyatnya, ada yang menarik disini. Rakyat Indonesia punya satu kesamaan dari segala jenis perbedaan yang ada. Persamaan ini berpotensi banget untuk jadi alat pemersatu bangsa. Iya, OLAHRAGA.
Semua rakyat Indonesia pasti suka banget sama yang namanya OLAHRAGA. Entah mereka yang bermain, atau mereka yang sekedar menjadi supporter yang bermain. Voli, basket, bulutangkis, renang, anggar, panahan, dan masih banyak lagi yang lain. Semuanya orang Indonesia pasti ikuti sesuai dengan kesukaan mereka, tidak ada yang terlewatkan. Gulat, tinju, karate, dan segala jenis nya itu juga sangat disukai orang Indonesia. Terutama sepak bola. Indonesia juga melahirkan juara-juara dunia untuk beberapa kategori olahraga. Misalkan bulutangkis. Sudah terlalu banyak atlet bulutangkis Indonesia yang menjadi legenda bulutangkis dunia. Susi Susanti, Rudy Hartono, Hendrawan, RickySubagja/RexyMainaky, Liem Swie King, dan banyak lagi para legenda bulutangkis dunia yang berasal dari Indonesia. Teman saya pernah becerita bahwa waktu dia membaca komik terkenal tentang bulutangkis, dia menemukan bahwa di dalam komik itu Taufik Hidayat adalah legenda back-hand smash terkenal asli Indonesia. Ini suatu kebanggaan tersendiri.
Bung Ellyas Pikal, Juara dunia tinju yang sudah menemukan regenerasinya yaitu Chris "The Dragon" John, yang merupakan juara dunia juga. Angkat besi, Eko Yuli dan Triyatno, penyumbang medali olimpiade 2012 dari Indonesia. Srikandi-Srikandi Indonesia, atas nama Nurfitriyana S. Lantang, Lilies Handayani dan Kusuma Wardhani, mereka yang pertama kali mendapatkan medali di olimpiade untuk Indonesia cabang panahan. Mereka mengalahkan salah satu kekuatan panahan dunia, meskipun hanya menang medali perak. terlalu banyak atlet Indonesia yang sudah mengharumkan nama Indonesia ke seluruh penjuru dunia.
Olahraga menjadi sangat penting dalam mempertahankan kesatuan bangsa ini. Kenapa?
AFF 2010 menjadi puncaknya, bagi saya ya. Mungkin puncak bagi generasi saya. Ya, generasi yg lahir tahun 1998 kebawah. Inilah puncaknya. Dimana setiap orang, pria wanita, dari berbagai daerah berbondong-bondong datang hanya untuk menyaksikan pertandingan akbar final AFF 2010 antara Indonesia dengan Malaysia..
Meskipun pertandingan final ini sudah "dibeli" oleh bandar, supporter Indonesia terus menerus mendukung timnas di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan. Pada hari itu saya juga menyaksikan kemenangan Garuda atas Malaysia yang tidak akan mengubah posisi bahwa Indonesia tidak mendapatkan trofi itu.
Sepanjang jalanan banyak orang menjual berbagai atribut untuk menonton laga itu. Baik itu menonton langsung ataupun nonton bareng dibeberapa tempat. Rumah gue di Bintaro dan sepanjang jalan dari Bintaro ke Senayan itu banyak sekali pedagang yang jualan jersey timnas ataupun atribut lainnya.
Sampai di daerah Kebayoran, sudah banyak orang yang berjalan dengan motor ataupun mobil carteran seperti angkot ataupun bis ditambah dengan atribut-atribut timnas beserta mereka. Ada yang bawa bendera besar, kecil, spanduk, dan lainnya. Ketika memasuki daerah Senayan, hampir semua orang yang ada di jalan menggunakan kostum merah yang melambangkan mereka mendukung timnas kita. Ini adalah pemandangan yang mengharukan buat gue khususnya..
Sampai di area stadion utama, banyak massa dari Bonek, Pasoepati, The Jak, Aremania, La Viola, The Viking, dan banyak lagi dari beberapa pendukung tim-tim yang berlaga di ISL maupun IPL. Di sana mereka semua memakai baju yang sama, "seragam" yang sama. Merah-Putih. Tidak ada lagi rivalitas, tidak ada lagi permusuhan antara Bonek dan The Viking melawan Aremania dan The Jak. atau pun yang lainnya. Semua sama, bersatu, dibawah satu bendera, satu jersey, Merah-Putih. Ini sangat mengharukan... Bukan berarti semua yang mengharukan harus menitikan air mata, kan? Saya bangga dengan pemandangan ini. Meskipun saking padatnya kawasan SUGBK, sampai banyak berkeliaran copet-copet handal, tapi itulah Indonesia :)
Itu dalam sepakbola. Cabang lain? Banyak buktinya. Saya menemukan bukti ketika saya nonton SEA GAMES 2010 ketika itu diselenggarakan di Jakarta-Palembang. Saya sempat menyaksikan beberapa pertandingan langsung seperti bulutangkis dan sepakbola. Mungkin kedua cabang olahraga itu memang yang terkemuka di Indonesia. Tapi ketika saya bertanya kepada teman saya yang hobi bersepeda, dia juga menyaksikan cabang balap sepeda di Velodrome, Jakarta Timur. Dan ketika saya tanya kepada teman saya itu "Ron, rame yang nonton?" , dan dengan cool-nya dia hanya memberikan hp blackberry-nya dan disitu ada foto yang dia ambil ketika berada di venue balap sepeda itu. Tampak banyak sekali orang mengenakan baju merah. Katanya itu adalah beberapa komunitas sepeda di Jabodetabek. Ada pula yang dari Bandung ikut memberi dukungan. Ramai. Hanya itu yang saya tangkap dari foto dan percakapan itu.
Yang lainnya? Ketika saya nonton di TVRI (hanya TVRI yang menyiarkan pertandingan selain sepakbola dan bulutangkis), ada pertandingan voli di Palembang dan sepenglihatan gue, venue-nya ramai. Sangat ramai... Penuh dengan sorak-sorai orang yang mendukung timnas kita beraksi. Setelah itu pindah venue ke cabang sepak takraw. Tak kalah ramai dari sebelum-sebelumnya. Penuh. Dengan orang-orang beratribut timnas serta bendera Merah-Putih. Iya, Merah-Putih.
Coba perhatiin baik-baik deh.. Kita itu punya bakat untuk bersatu.
Liat Amerika Serikat. Mereka itu salah satu negera yang menurut gue pinter dalam memakai olahraga menjadi alat pemersatu bangsa mereka. Tau kan yang namanya American Football? Iya, Football yang berbeda dari negara-negara lain. Ketika sepakbola/football di negera lain dimainkan dengan cara ditendang, mereka membuatnya berbeda dan menjadi trademark mereka sendiri. Basket. Baseball & Softball. Mereka pakai menjadi alat pemersatu mereka. Mungkin hanya ini yang mereka sukai. Coba liat rakyat kita? Semua olahraga pasti suka. Banyak yang menyukai lebih dari 3 olahraga. Seperti saya. Bulutangkis, sepakbola, basket, panahan, voli, futsal pasti saya tonton. Untuk bermain paling cuma sepakbola, futsal, basket, voli, dan bulutangkis. Sayangnya, ada segelintir "penguasaha" yang memakai alat pemersatu ini menjadi ajang politik, penjilat, korupsi, dan sebagainya. Ini lah sebabnya Indonesia olahraganya sedikit yang maju. Bukan salah atlet. Banyak atlet yang luar biasa di luar sana, tapi mereka pintar dan tidak mau terjebak dengan organisasi olahraga yang legal tetapi pengurusnya yang........... ya kita semua tau lah, sudah menjadi rahasia umum.
Nah, ini dia saatnya.. Sebagai generasi penerus, ada baiknya kita berbenah diri agar kita tidak terkena dampak dari para pendahulu kita yang kerjanya hanya mementingkan diri sendiri. Apa salahnya kita memajukan bangsa ini?? Toh dengan membangun bangsa, memajukan bangsa dan negara ini, dengan sendirinya kebutuhan kita tercukupi. Anak dan cucu kita akan makan apa yang halal dan menikmati semua kerja keras kita...
Segalanya butuh uang, tapi uang bukan segalanya.
Jangan mementingkan kepentingan diri sendiri. Ada saatnya kita jatuh dan tidak ada yang mau menolong kita. Malah banyak yang menjerumuskan dan malah menjadi dalam lubang dimana kita jatuh dan akan susah untuk bangkit.
Selamat malam.
Monday, June 3, 2013
Kolam Susu
"Bukan lautan hanya kolam susu
Kail dan jalan cukup menghidupimu
Tiada badai tiada topan kau temui
Ikan dan udang menghampiri dirimu
Bukan lautan hanya kolam susu
Kail dan jala cukup menghidupmu
Tiada badai tiada topan kau temui
Ikan dan udang menghampiri dirimu
Orang bilang tanah kita tanah surga
Tongkat kayu dan batu jadi tanaman"
Lagu dengan lirik yang sangat sederhana. Sebuah umpama yang sangat menarik menurut saya untuk menggambarkan negeri dimana band ini lahir. Ya, INDONESIA. Negeri yang lautannya adalah "Kolam Susu". Hanya dengan kail dan jala cukup untuk hidup di negeri ini. Dan dengan itu semua, tanpa dikomando, ikan dan udang langsung menghampiri anda.
Betapa kayanya negeri ini sampai Koes Plus berani membuat lagu ini.
"Tanah Surga". Tongkat dan kayu jadi tanaman.
Bagi orang lain ini tidak mungkin. Itu adalah orang-orang yang belum menyadari ke-"magis"-an negeri ini.
Dibawah ini saya berikan contoh ke-"magis"-an Indonesia.

Foto ini adalah foto yang saya ambil tepat di halaman rumah saya sendiri. Mungkin kita sekilas pernah melihat bunga itu. Banyak yang sadar tapi tidak percaya kalau itu bisa ditanam di depan rumah saya yang notabene berada di kawasan JABODETABEK. Ya, itu adalah bunga sakura asli dari jepang. Yang menanam itu oma saya. Saya juga belum mendapat data yang jelas darimana bunga itu sampai oma saya bisa menanam itu, tapi yang pasti itu lebih tua umurnya dari saya. Dan, itu adalah sakura asli yang sudah dipastikan kebenarannya oleh ibu saya yang adalah sarjana pertanian dan magister pertanian.
Lihat? Betapa magisnya negeri ini? Sampai sakura yang aslinya dari iklim yang berbeda jauh dengan negeri ini bisa tumbuh lama, subur, dan sehat sekali. Baru ini. Belum yang lainnya. Saya percaya pasti banyak masih banyak ke-magis-an negeri ini. Negeri yang lautannya adalah "Kolam Susu". Jika semua orang sadar bahwa negeri ini kaya, negeri tempat kelahiran mereka ini indah, negeri tempat ayah-ibu mereka dilahirkan ini "magis", pasti akan jarang ada orang Indonesia yang pesimis dengan negerinya. Akan jarang ada orang yang tidak mencintai negeri ini. Dan, tidak ada orang yang bisa mengkhianati negeri yang "super indah" ini.
Indonesia ada untuk dicintai, bukan hanya dicintai oleh penduduknya, tapi dicintai oleh dunia ini.
selamat malam!
Sunday, June 2, 2013
Menjadi satu-1
"Satu". 1. S-A-T-U.
Kamus Besar Bahasa Indonesia(KBBI): [num] (1) bilangan yg dilambangkan dng angka 1 (Arab) atau I (Romawi); (2) nama bagi lambang bilangan asli 1 (angka Arab) atau I (angka Romawi); (2) urutan pertama sebelum ke-2; (3) bilangan asli terkecil sesudah 0
Referensi: http://kamusbahasaindonesia.org/satu#ixzz2V87nULm4
Kamus Besar Bahasa Indonesia(KBBI): [num] (1) bilangan yg dilambangkan dng angka 1 (Arab) atau I (Romawi); (2) nama bagi lambang bilangan asli 1 (angka Arab) atau I (angka Romawi); (2) urutan pertama sebelum ke-2; (3) bilangan asli terkecil sesudah 0
Referensi: http://kamusbahasaindonesia.org/satu#ixzz2V87nULm4
Bersatu
KBBI: (1) berkumpul atau bergabung menjadi satu; menjadi satu:
Menyatu
KBBI: [v] menjadi satu; berpadu; manunggal.
Ada apa dengan satu? Kenapa dari tadi isinya cuman berkutat dengan kata "satu"?
Ini karena saya mau berbagi pemikiran tentang kata "satu".
Emang apaan?
Menurut pemikiran yang lagi-lagi ditemukan ketika berada di WC, gue tiba-tiba berpikir kalau "Indonesia itu memang ditakdirkan untuk bersatu/menyatu/menjadi satu". Iya, itu pkiran gue.
berawal dari pikiran random yang ga jelas di WC dan tercetuslah paham seperti itu. Paham dari seorang mahasiswa Teknik Informatika semester 2 yang bisa dibilang awam.
Kok bisa berpikiran kayak gitu??
Kenapa ya? Ya, namanya juga random... Tapi setelah gue pikir-pikir, ternyata ngga ada salahnya pikiran gue.
Kenapa bisa ngomong gitu?
Iyalah. Tau kan semboyan yang di cengkram kuat-kuat sama Garuda yang di dadanya ada PANCASILA-nya? Iya, "BHINNEKA TUNGGAL IKA". Pernah gak kepikiran sama kalian kenapa para Founding Father bangsa ini milih semboyan itu? Semboyan yang dibuat sama Mpu Tantular waktu abad ke-14? Kenapa?
Ya itu karena Founding Fathers kita itu maunya Indonesia bersatu, even kita adalah negara kepulauan dengan pulau yang jumlahnya kurang lebih 17ribu pulau..(gatau ya masih 17ribuan atau udah berubah jadi dikit karena diakuin sama negara-negara tetangga atau negara lain).
Intinya, kalo menurut gue pribadi, nasib suatu negara itu udah ditulis sama Founding Fathers-nya mereka. Contoh, Amerika Serikat. George Washington, yang waktu itu menjabat sebagai "Soekarno"-nya AS menulis Declaration of Independence sama beberapa orang lainnya yang otomatis merekalah Founding Fathers-nya AS. Dan menurut gue, naskah Declaration of Independence itu adalah nasib/takdir/destiny-nya negara yang sekarang jadi negara adidaya. Disitu jelas kalau AS mau merdeka dan mau bersatu dengan berbagai keragaman yang ada. Kalo orang awam pasti mikir, Declaration of Independece itu pasti setara sama proklamasi yang ditulis sama bung Karno dan bung Hatta. Kalo menurut gue, kedua naskah itu beda. Meskipun sama-sama ditandatangani oleh parah Founding Fathers masing-masing negara, tapi beda isinya. Cek coba di google dan liat bedanya antara Declaration of Independence sama yang namanya Proklamasi-nya negara kita.
Kalo gue menempatkan Declaration of Independence-nya AS itu sama seperti PANCASILA.
Lah? Kan PANCASILA cuman dikit, Declaration of Independence itu panjang banget?
Nah, itu dia hebatnya orang Indonesia. Logika mereka bertingkat-tingkat diatas orang AS yang notabene udah lebih dahulu merdeka. Indonesia cuman butuh 5 kalimat sakti yang adalah nasib/takdir/destiny-nya mereka. Ya, PANCASILA.
1. Ketuhanan Yang Maha Esa
2. Kemanusiaan yang adil dan beradab
3. Persatuan Indonesia
4. Kerayakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan
5. Keadilan Sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Kalo disingkat lagi menjadi bahasa yang tidak bertele-tele, PANCASILA itu dalam bahasa inggris
1. Believe in God
2. Humanity
3. Unity
4. Democracy
5. Social Justice
Liat? Pake bahasa inggris aja pendek banget. Declaration of Independence panjangnyaaaaa..
Tapi sayangnya hampir 68 tahun kita merdeka, makin lama makin banyak orang yang lupa isi dari PANCASILA. Bahkan para petinggi negara ini aja mungkin gak begitu paham dan hafal sila ke-4 dari PANCASILA.
Coba deh, dalamin baik-baik makna setiap sila dalam PANCASILA. Dan hubungkan dengan negara kita saat ini. Apa sudah senilai dengan nilai yang ada di PANCASILA?
Kenapa gue nulis PANCASILA itu pake caps?
Itu karena gue nganggep PANCASILA itu sakral. Sama seperti kalo kita nulis TUHAN.
Kok disamain sama Tuhan? Kan gak boleh?
Bukannya nyama-nyamain. Cuman itu salah satu bentuk penghormatan gue ke PANCASILA. TUHAN itu lebih penting. Apalah artinya sebuah tulisan, ya kan? Yang penting gimana anggapan kita aja.
Kalo udah didalamin makna dan nilai yang ada di setiap sila dari PANCASILA itu dan udah di-compare sama kondisi negara saat ini, kepikir ngga kalo seandainya 3 sila dalam PANCASILA itu berhasil dilakukan penuh sama orang-orang di negeri ini? Mungkin ngga ada yang namanya skandal penutupan tempat ibadah, ngga ada lagi maling ayam dihukum 6 tahun tapi koruptor dihukum 4,5 tahun. Ngga ada yang namanya tawuran antarkampung, antarsuku, antardaerah. Ngga ada pelecehan, intimidasi, bullying, dan semacamnya. Dan ngga ada pertikaian karena pasangan kandidatnya kalah dalam Pemilukada.
PANCASILA itu alat pemersatu bangsa paling penting yang dibuat oleh para Founding Father negara ini. Bung Karno udah bisa memprediksi kalo negara ini akan susah untuk jadi satu karena terlalu banyak keberagaman di negeri ini. Beliau sampe ngeluarin statement "Perjuanganku mudah, karena melawan bangsa lain. Perjuanganmu sulit, karena akan melawan bangsa sendiri". Bukan maksudnya untuk konflik dengan bangsa sendiri, tapi untuk mempertahankan persatuan dan kesatuan NKRI ini. Maka dari pemikirannya itu, Bung Karno dan Founding Fathers Indonesia menulis takdir bangsa ini untuk bersatu di dalam satu wadah, yaitu PANCASILA.
Bersambung....
Subscribe to:
Posts (Atom)
