Sunday, June 2, 2013

Menjadi satu-1

"Satu". 1. S-A-T-U.

Kamus Besar Bahasa Indonesia(KBBI): [num] (1) bilangan yg dilambangkan dng angka 1 (Arab) atau I (Romawi); (2) nama bagi lambang bilangan asli 1 (angka Arab) atau I (angka Romawi); (2) urutan pertama sebelum ke-2; (3) bilangan asli terkecil sesudah 0

Referensi: http://kamusbahasaindonesia.org/satu#ixzz2V87nULm4


Bersatu

KBBI: (1) berkumpul atau bergabung menjadi satu; menjadi satu:

Menyatu

KBBI: [v] menjadi satu; berpadu; manunggal.


Ada apa dengan satu? Kenapa dari tadi isinya cuman berkutat dengan kata "satu"? 

Ini karena saya mau berbagi pemikiran tentang kata "satu".

Emang apaan?

Menurut pemikiran yang lagi-lagi ditemukan ketika berada di WC, gue tiba-tiba berpikir kalau "Indonesia itu memang ditakdirkan untuk bersatu/menyatu/menjadi satu". Iya, itu pkiran gue.

berawal dari pikiran random yang ga jelas di WC dan tercetuslah paham seperti itu. Paham dari seorang mahasiswa Teknik Informatika semester 2 yang bisa dibilang awam. 

Kok bisa berpikiran kayak gitu??

Kenapa ya? Ya, namanya juga random... Tapi setelah gue pikir-pikir, ternyata ngga ada salahnya pikiran gue. 

Kenapa bisa ngomong gitu?

Iyalah. Tau kan semboyan yang di cengkram kuat-kuat sama Garuda yang di dadanya ada PANCASILA-nya? Iya, "BHINNEKA TUNGGAL IKA". Pernah gak kepikiran sama kalian kenapa para Founding Father bangsa ini milih semboyan itu? Semboyan yang dibuat sama Mpu Tantular waktu abad ke-14? Kenapa?

Ya itu karena Founding Fathers kita itu maunya Indonesia bersatu, even kita adalah negara kepulauan dengan pulau yang jumlahnya kurang lebih 17ribu pulau..(gatau ya masih 17ribuan atau udah berubah jadi dikit karena diakuin sama negara-negara tetangga atau negara lain). 

Intinya, kalo menurut gue pribadi, nasib suatu negara itu udah ditulis sama Founding Fathers-nya mereka. Contoh, Amerika Serikat. George Washington, yang waktu itu menjabat sebagai "Soekarno"-nya AS menulis Declaration of Independence sama beberapa orang lainnya yang otomatis merekalah Founding Fathers-nya AS. Dan menurut gue, naskah Declaration of Independence itu adalah nasib/takdir/destiny-nya negara yang sekarang jadi negara adidaya. Disitu jelas kalau AS mau merdeka dan mau bersatu dengan berbagai keragaman yang ada. Kalo orang awam pasti mikir, Declaration of Independece itu pasti setara sama proklamasi yang ditulis sama bung Karno dan bung Hatta. Kalo menurut gue, kedua naskah itu beda. Meskipun sama-sama ditandatangani oleh parah Founding Fathers masing-masing negara, tapi beda isinya. Cek coba di google dan liat bedanya antara Declaration of Independence sama yang namanya Proklamasi-nya negara kita. 

Kalo gue menempatkan Declaration of Independence-nya AS itu sama seperti PANCASILA.

Lah? Kan PANCASILA cuman dikit, Declaration of Independence itu panjang banget?

Nah, itu dia hebatnya orang Indonesia. Logika mereka bertingkat-tingkat diatas orang AS yang notabene udah lebih dahulu merdeka. Indonesia cuman butuh 5 kalimat sakti yang adalah nasib/takdir/destiny-nya mereka. Ya, PANCASILA.

1. Ketuhanan Yang Maha Esa
2. Kemanusiaan yang adil dan beradab
3. Persatuan Indonesia
4. Kerayakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan
5. Keadilan Sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Kalo disingkat lagi menjadi bahasa yang tidak bertele-tele, PANCASILA itu dalam bahasa inggris

1. Believe in God
2. Humanity
3. Unity
4. Democracy
5. Social Justice

Liat? Pake bahasa inggris aja pendek banget. Declaration of Independence panjangnyaaaaa.. 

Tapi sayangnya hampir 68 tahun kita merdeka, makin lama makin banyak orang yang lupa isi dari PANCASILA. Bahkan para petinggi negara ini aja mungkin gak begitu paham dan hafal sila ke-4 dari PANCASILA. 

Coba deh, dalamin baik-baik makna setiap sila dalam PANCASILA. Dan hubungkan dengan negara kita saat ini. Apa sudah senilai dengan nilai yang ada di PANCASILA?

Kenapa gue nulis PANCASILA itu pake caps?

Itu karena gue nganggep PANCASILA itu sakral. Sama seperti kalo kita nulis TUHAN. 

Kok disamain sama Tuhan? Kan gak boleh?

Bukannya nyama-nyamain. Cuman itu salah satu bentuk penghormatan gue ke PANCASILA. TUHAN itu lebih penting. Apalah artinya sebuah tulisan, ya kan? Yang penting gimana anggapan kita aja.

Kalo udah didalamin makna dan nilai yang ada di setiap sila dari PANCASILA itu dan udah di-compare sama kondisi negara saat ini, kepikir ngga kalo seandainya 3 sila dalam PANCASILA itu berhasil dilakukan penuh sama orang-orang di negeri ini? Mungkin ngga ada yang namanya skandal penutupan tempat ibadah, ngga ada lagi maling ayam dihukum 6 tahun tapi koruptor dihukum 4,5 tahun. Ngga ada yang namanya tawuran antarkampung, antarsuku, antardaerah. Ngga ada pelecehan, intimidasi, bullying, dan semacamnya. Dan ngga ada pertikaian karena pasangan kandidatnya kalah dalam Pemilukada.

PANCASILA itu alat pemersatu bangsa paling penting yang dibuat oleh para Founding Father negara ini. Bung Karno udah bisa memprediksi kalo negara ini akan susah untuk jadi satu karena terlalu banyak keberagaman di negeri ini. Beliau sampe ngeluarin statement "Perjuanganku mudah, karena melawan bangsa lain. Perjuanganmu sulit, karena akan melawan bangsa sendiri". Bukan maksudnya untuk konflik dengan bangsa sendiri, tapi untuk mempertahankan persatuan dan kesatuan NKRI ini. Maka dari pemikirannya itu, Bung Karno dan Founding Fathers Indonesia menulis takdir bangsa ini untuk bersatu di dalam satu wadah, yaitu PANCASILA.



Bersambung....

No comments:

Post a Comment