Gue suka banget sama filosofi pelangi. Iya, Sehabis hujan, timbul pelangi.
Bisa diartikan filosofi ini kayak gini:
Setelah tangis, pasti ada tawa, setelah sedih, pasti ada bahagia. Setelah yang buruk berakhir, pasti ada keindahan yang sangat.
Tapi kadang setelah hujan, pelangi itu ngga timbul. Malah matahari makin menyengat dan memanaskan sekeliling. Banyak yang sedih, sebel, ngga suka dengan adanya matahari sehabis hujan. Lebih bangga mereka ngeliat pelangi sehabis hujan ketimbang hanya melihat matahari dan tidak ada pelangi disana.
Coba pikir lagi deh. Pikir lebih matang lagi.
Kenapa kita sangat bahagia dan bersyukur hanya ketika pelangi muncul setelah hujan? Jika hanya matahari, kita biasa saja, malah ada yang cenderung bersungut-sungut karena pelangi itu tak kunjung datang.
Kalo sering gitu, coba deh kalian pikir, di renungkan. Kalo ga ada matahari, pelangi itu ngga akan ada. Udah pada belajar kan pelangi itu datengnya darimana? Iya, Pelangi itu dateng dari cahaya matahari yang dipantul dan dibiaskan ke langit oleh air hujan/bekas air hujan.
So, kalo ngga ada matahari, ngga ada pelangi. Jadi seharusnya kalo matahari yang timbul tanpa pelangi, kita harus bersyukur karena masih ada matahari. Pelangi itu cuman bonus.
Ya pesan dari postingan ini tersirat sih, cuman gue mau ngajakin buat bersyukur dalam segala hal. Even lo dalam "hujan" sekalipun, lo harus tetap bersyukur.
Gue mau ngutip quote dari guru SMA gue. Dia ngomong ini sebelum gue UN SMA. Dia ngomong gini:
"Pelaut ulung tidak lahir dari laut yang tenang".
Be Thankful!!!!
Good Night!
No comments:
Post a Comment