Wednesday, May 22, 2013

Kado

Minggu lalu tepatnya, di kampus gue ada program yang namanya mandatory. Itu semacam acara keagamaan. Semester pertama sih pernah ada acara persisi seperti itu, cuma kurang tau kalo semester selanjutnya masih ada apa khusus tahun pertama aja.

Di mandatory kali ini, tema untuk semua agama/kepercayaan sama, yaitu tentang "Ecospiritualisme". Apa itu? Itu semacam bagian pembelajaran dalam matkul Character Building: Spiritual Development yang membahas tentang hubungan antara spritualitas manusia dengan lingkungan sekitarnya, yang bisa juga disebut alam.

Nah, karena gue ini agama Kristen Protestan, gue ikutlah yakan ke mandatory nya khusus untuk agama Kristen Protestan. Setelah gue masuk, gue tau itu pasti ibadah dulu. Dan selalu ibadah itu pasti ada nyanyian pujian/penyembahan. Dan setelah semua itu, pasti masuk kedalam pembacaan Firman Tuhan. Nah, Firman yang dibaca waktu itu adalah dari Kejadian 1. Semua isi Kejadian 1 kita baca bergantian. Buat yang ngga ngerti, Kejadian 1 itu isinya tentang penciptaan dunia dan segala isinya.

Mungkin singkat aja ya, kalo mau liat isinya, ada kok alkitab online Disini.

Dan setelah kita semua selesai baca, ada satu kakak pembimbing, dia jelasin semua tentang Ecospiritualitas.

Abis itu, kita semua dibuat beberapa kelompok untuk sharing sekaligus permainan.

Sharing itu gue ketemu beberapa pertanyaan yang menarik, seperti "Siapakah Anda di mata Allah?", "Apa yang harusnya orang pada zaman sekarang lakukan ketika melihat alam yang seperti sekarang ini?", begitulah kira-kira isi dari pertanyaannya. Dari semua pertanyaan yang jumlahnya ada 6 kalo gak salah (itu karena kertasnya gue lupa bawa pulang), semuanya menarik untuk diolah di otak ini.

Karena gue bukan orang dengan tipe pendengar pendapat yang baik, waktu kita sharing kelompok, ada aja jawaban-jawaban dari orang lain yang mau gue cela. Cuman bukan berarti semuanya gue mau cela, ada beberapa jawaban dari mereka juga yang pas ngena bgt sama gue dan itu gue jadiin pelajaran.

Nah, abis sharing itu tiba-tiba belum ada pikiran untuk mengolah lagi hasil sharing yang ada di dalam otak. Mungkin itu pengaruh karena kita semua abis itu langsung game. Nah, waktu abis game, kita baru dikasih tau untuk kasih kesimpulan ttg apa yang tadi di-sharing-kan sama kelompoknya. Nah, disitu kelompok gue bingung buat nentuin siapa yang bakal kasih kesimpulan. Dan ditengah kepanikan itu gue mulai berpikir "Kalau seandainya moderator kelompok gue nunjuk gue, gue kudu jawab apa???". Ketika otak terus menerus bertanya seperti itu pada diri gue, ketika itu juga ada sesuatu yg terbesit diotak. Itu menurut gue aneh, karena sama sekali ngga mikir jawaban, dan itu gue yakin itu datengnya bukan dari pikiran gue.

Waktu moderator gue itu dengan wajahnya yang melas itu ngomong "ayodong siapa yang mau maju kasih kesimpulan??" -- dan ini kondisinya dia udh berkali-kali nanya dan tetep ga ada yang mau -- akhirnya karena gue ngerasa ada dorongan entah darimana timbul pede segede itu yg gak biasanya gue dapet wkt gue lomba bahasa inggris dulu, gue ngomong "yaudah kak, gue aja yg maju." tersenyumlah moderator gue itu dengan lebarnya.

Kondisinya, kelompok gue ini kelompok yg terakhir maju karena pas yel-yel, kelompok gue paling awal majunya. Majulah perwakilan dari kelompok-kelompok lain yang tujuannya mungkin berbeda-beda. Tapi entah otak gue yang jahat atau gimana, gue nangkep kalo mereka mau show off dengan sok-sok khotbah di depan situ. Mereka jelasin panjang-panjang sampe buka-buka alkitab karena ada ayatnya.

Giliran gue dateng juga. Tanpa basa-basi dengan pede yg tinggi gue maju. Biasanya gue agak tegang kalo ngomong depan umum. Tapi gak ngerti kekuatan darimana yang bisa ngasih gue pede yg gede bgt itu. pas gue dikasih mic itu, gue langsung ngomong. Gini omongannya:

"Kesimpulan dari kelompok kami itu simple, coba kita bayangin kita ngasih suatu kado buat sahabat yang deket banget sama kita, kado yang bagus, mahal, pecah-belah, dan kita tau itu pasti kesukaan dia. Dan ketika kita kasih itu ke dia, tanpa mikir apa-apa dia langsung banting kado itu ke tanah dan pecah sampe keluar dari dalem bungkus kadonya. Gimana rasanya? Perasaan itu perasaan yang sama ketika kita ngerusak "KADO" terindah yang Tuhan kasih ke kita di depan mata kepala-Nya langsung. So, apa kita mau terus ngerusak alam ini di depan mata kepala-Nya Tuhan? "

dan dengan pertanyaan itu, gue langsung kasih micnya ke pembinanya dan orang-orang di ruangan itu langsung diem.

Disini gue cuman mau bilang:
  1. Pede yang gue dapet itu pastinya dari Tuhan, bukan dari siapa-siapa lagi,
  2. Statement gue itu bukan otak gue yg pikir, tapi Tuhan yang kasih. karena gue ngga ngerasa mikir sama sekali tau tau ada aja kalimat itu diotak gue,
  3.  Kalo kita bisa menghargai "Kado" manusia, kenapa kita ngga bisa menghargai pemberian Tuhan yang super indah ini?

No comments:

Post a Comment