Saturday, June 22, 2024

KITA KEKAL DI KEPULANGAN

                                                                    (punya kumparan)
 

BARASUARA - JALARAN SADRAH

Tanpa tahu apa itu Jalaran Sadrah, ku coba mendegarkan album ini. Mulai dari awal sampai akhirnya.

Dibuka dengan ANTEA, yang secara musik bener-bener progresif. All the sound, effects, notes, beats, arrangement yang menurutku sangat apik dan cocok untuk membuka album ini. Rollercoaster ride. Disamping itu, ANTEA membuka album ini dengan lirik yang tegas, tegap, langsung memberikan apa yang akan ada di album ini.

MORS VINCIT OMNIA. Kematian mengalahkan segala. Yang setelah ku riset, album ini lahir dari rahim KEMATIAN. Yang adalah satu satunya KEPASTIAN yang ada di dunia ini.

Kefanaan di dunia, berakhir di lautan kematian. Beserta semua sifat-sifat dunia.

6 menit tidak cukup untuk BARASUARA menggambarkan semua yg ada di dunia ini. Sampai outro masih panjang sekali seakan tidak rela untuk dihabiskan lagu ini.

Masuk lebih dalam, kita melihat ETALASE yang MARAH sedari awal. Semua tidak mau kalah. Gitar maju paling awal, diiringi drum. Tapi bass tidak mau dibelakang. "Maju banget bassnya" kataku ketika dengar preview lagu ini sebelum full album ini release.

Tidak bertele-tele seperti ANTEA, distorsi ditemani synth tipis mengiringi lirik yang juga lugas dan tidak ada kompromi. Tidak seperti hukum yang secara tersirat dikatakan di liriknya lembek, karena si yang merasa besar padahal tanggung, yang setiap hari mengkonsumsi komparasi dan validasi, tiba tiba menjadi hakim karena baru melakukan kebenaran yg sedikit.

Seperti goa yang di dalamnya mengandung ribuan mineral berharga, makin dalam masuk JALARAN SADRAH, makin megah pula ambiencenya. Muncul orkestrasi karya Erwin Gutawa yang megah, masuk membungkus musik BARASUARA dengan segala progresi bunyibunyian yang hanya mereka yang mau membuatnya.

Lengkap dengan lirik yang terus menyadarkan kita yang selalu mencari tanpa henti dari makna hidup dan mati, yang hanya bisa kita temui ketika kita sudah menyatu di dalam Sang Penguasa Jiwa Jiwa. Masuk kedalam sebuah perayaan akan kefanaan dunia yang menuju kekekalan di dalamNya.

SADAR.

BARASUARA tidak mau kita hanyut di dalam perayaan megah akan kefanaan. Karena kembali perasaan kita dimainkan dengan ballad yang gelap dengan progresi chord miring minor dengan beat yang gelap. Mencari cahaya di lagu HABIS GELAP akan mustahil dengan nada nada seperti ini. Pemilihan efek instrumen dan vocal yang buat semuanya gloomy. 

Mencari cahaya di lirik pun tidak akan kita temui. Tentang penghapusan peradaban dan keberadaan, oleh yang lebih kuat. Kematian. Jeritan. Tangis. Outro penutup yang menggambarkan keadaan di tempat dimana pembantaian terjadi. Tiada terang.

Dalam gelap dan kelam, kita dibawa Iga, Gerald, TJ, Icil, Puti, dan Marco melihat sisi lain kegelapan, yg mana disinformasi berselebrasi di dalam sana. Sulit untuk menarik nafas, mencari wajah orang tersayang pun sudah membiru.

Kekacauan yang berhasil diterjemahkan menuju suara distorsi, kegelapan ruangan yang diibaratkan oleh reverb di sana sini. Gelap makin menyeruak hingga maut lepas di udara. Yang berjuang sekuat tenaga pun tak bisa selamatkan mereka yang harus mati dan tak kembali. Fatalis berhasil menggambarkan semua itu.

Di ujung ruangan gelap itu, BIYANG membuat kita melihat secercah cahaya di pikiran. Pikirkan tentang orang tersayang. Saat mereka ada. Yang membuat hangat, dalam gelap, hubungan magis antar 2 makhluk yang tidak bisa diputuskan kegelapan. 

Musik yang masih tegas, magis, lepas. Buat kita menerima kenyataan dunia gelap ini punya terangnya akan hubungan intim magis antarmakhluk. Dilengkapi suara Mbah Tedjo yang sureal, outro menarik kembali pada kekacauan kekalutan kegelapan.

Kemegahan gelap digaungkan BARASUARA bersama Erwin Gutawa di Hitam dan Biru, membuat kita menerima kefanaan, mengakui kegelapan di sekeliling yang tidak bisa kita kontrol dan atur, ikhlas untuk membiarkan semua berjalan semestinya, seturut dengan skenario Si Penguasa Jiwa Jiwa.

Hidup yang tidak dimiliki oleh kita sendiri. Yang tidak ada dalam radar diri kita. Tidak layak untuk kita atur, tidak bisa kita hindari. 

Dihantar oleh orkestrasi EG sampai ke ujung pintu gelap. Berdamai dengan kegelapan, yang akan terus memakan kita seiring waktu yang berjalan. Berdamai dengan semua kejadian di masa lampau, mencoba tenggelam dan kemegahan Sang Khalik yang empunya lini masa hidup dan dunia.

Sadar dan ikhlas dengan kenyataan, kepergian yang tersayang adalah keniscayaan di dalam kefanaan dunia yang juga buat sedih dan marah di sebuah masa, ditangkap baik oleh BARASUARA dalam TERBUANG OLEH WAKTU.

Keluar dengan kosong. 

SADRAH.

Ikhlas. MANUSIA adalah dirinya sendiri. Debu dalam semesta. Musik yang kembali tegap, tegas, lantang. Lurus dengan keindahan dominan mayor yang menghantar paham yang berkata kalau MANUSIA tidak punya kendali atas dirinya sendiri dan apa yang mempengaruhinya. 

Niat menundukan matahari dan bulan, akhirnya BARASUARA dengan lantang tegap tegas berhasil menundukan kita, MANUSIA, sebagai yang tidak punya kuasa, selalu  punya JALARAN SADRAH di setiap langkahnya. 

Tegap. Pekat. Elegan. JALARAN SADRAH, Album ke-3 BARASUARA. Terima kasih kalian sudah ada.

Saturday, July 12, 2014

Kecewa

Akhir-akhir ini, terlalu banyak berita yang tak jelas arah datangnya. Paling sering, orang mendapatkan berita pasti dari media. Entah media sosial, media elektronik, media cetak, ataupun televisi. Kebanyakan, media-media tersebut punya keterkaitan dengan media yang lain. Sebagai contoh, Trans Corp. Trans Corp. Memiliki media elektronik (detik.com) dan televisi (TransTV dan Trans7). Begitu juga MNC group. Mereka mempunyai televisi (RCTI, MNCTV, GlobalTV, dll.), media cetak (Koran SINDO), dan radio (GlobalRadio). Kompas mempunyai media cetak (koran KOMPAS), media elektronik (kompas.com), dan media televisi (KompasTV). Ya, satu perusahaan, punya banyak media.

Nah, mungkin karena media di negeri sudah tidak objektif lagi dalam menyampaikan berita-berita. Ada yang menyiarkan berita hanya demi kepentingan satu golongan, ataupun kepentingan sesorang. Ya, mungkin media di negara lain pun seperti ini, tetapi menurut saya, ini sudah kelewatan. Sangat kelewatan. Mengapa? Karena sekarang setiap orang di negara ini bisa jadi mendapatkan informasi yang palsu ataupun informasi yang kurang/ditutup-tutupi dari yang terjadi sebenarnya.

Misalkan, ada suatu berita tentang Raffi Ahmad yang katanya pesta narkoba. Ada beberapa media yang mengeluarkan berita seperti: "Raffi Ahmad digeledah di rumahnya oleh BNN karena terindikasi sedang berpesta narkoba.", ada pula yang mengeluarkan berita "Raffi Ahmad di tangkap karena menggunakan narkoba.", ada pula yang memberitakan "Raffi tidak bersalah karena dia hanya meminum dopping, bukan narkoba.". Ya, kurang lebih seperti itu. satu objek, satu peristiwa, beda berita, beda cara pandang orang yang melihat berita tersebut. Ya, seperti itulah media di negeri ini.membingungkan.

Kita, sebagai orang yang melihat maupun mendengar media-media tersebut di buat bingung dengan beberapa fakta yang sangat bersebrangan dengan fakta lainnya yang diberikan oleh perusahaan media yang lainnya. Kita jadi bingung mana media yang memberikan fakta, mana yang hanya opini, atau.... Hanya dibuat-buat.

Apa lagi dengan suhu politik yang memanas. Ditambah dengan petinggi-petinggi media yang telah berpolitik ataupun memakai politik sebagai "tambang emas" mereka untuk raih keuntungan. Makin menjadi lah media-media di tanah air tercinta ini.

Saling serang antara kedua Capres-Cawapres, Saling fitnah, saling tuduh dilakukan semuanya di media demi terciptanya opini publik. Sampai-sampai(yang saya dengar) ada orang yg rela mendzolimi dirinya sendiri demi mendapatkan citra positif dan lawannya difitnah kalau dia yang mendzoliminya...

Ajaib.... Iya, kata itu yang pantas untuk media di tanah air ini. Ajaib.

Keajaiban itu dapat kita lihat pula dari berita yang sangat memilukan dari timur-tengah.. Iya, di-bombardir-nya Gaza oleh tentara Israel. Saya yang melihat dan menyaksikan berita yang dimuat diberbagai media nasional itu ikut merasakan pilu nya orang yang berada di Palestina. Warga sipil yang tak bersalah, anak-anak yang belum tau apa-apa, ikut menjadi korban dalam serangan yang membabi-buta itu. Saya pun ikut berduka atas Palestina. Mungkin sebagian orang yang melihatnya menjadi sangat benci kepada Israel atas tindakannya yang sangat amat diluar batas kewajaran manusia.

Berawal dari berita tentang hilangnya 3 pemuda Israel, kemudian ditemukan terbunuh di daerah Israel. Karena ini lah Israel menyerang jalur Gaza karena mereka menduga yang menculik dan membunuh ketiga pemuda itu adalah Palestina(yang aslinya adalah HAMAS yang merupakan partai di Palestina yang mempunyai basis di Jalur Gaza).

Ya, itu berita yang disiarkan oleh media nasional kita. Hampir setengah tahun, dari Januari-Juni, tidak ada berita apapun tentang peristiwa yang terjadi di Israel-Palestina yang disiarkan oleh media nasional. Sedangkan di luar negeri, medianya selalu menyiarkan berita-berita yang up-to-date mengenai apa yang sebenarnya terjadi di sana.

Link ini akan menjadi penutup postingan saya kali ini.. Semoga pembaca saya mengerti apa yang saya maksudkan kali ini. Semoga terjadi perubahan di negeri ini. Perubahan besar sehingga semua fakta dapat kita ketahui, utuh, tidak ada yang diubah, ataupun di hapus dan dikurangi.

BERITA HANGAT

Lihat baik-baik. Jangan asal termakan isu maupun percitraan atau berita-berita yang tidak sepenuhnya benar. Selamat malam,


GOD BLESS INDONESIA!

Monday, April 7, 2014

Nyoblos

H-1 Pemilu. Lagi-lagi gue mau bahas tentang ini. Gue pengen para pembaca gue ngerti apa yg dilakukan ketika nanti memilih.

Sebelum kita ngomong tentang teknis pencoblosan tahun ini, gue mau bilang kalau GOLPUT itu ngga salah. Sama sekali ngga salah. GOLPUT salah ketika kita tau siapa yg kompeten untuk mewakili rakyat di DPR, DPD, DPRD I, DPRD II, tapi kita ngga milih mereka. Itu salah.

Tapi ketika kita gatau siapa yang akan kita pilih atau partai apa yang kita pilih, silahkan GOLPUT. Malah harus GOLPUT. Jangan asal milih dan pilihan lo ngga mewakili aspirasi rakyat. Tapi jangan malah ngga dateng ke TPS. Kalo GOLPUT, jadi lah para GOLPUT yang tidak bodoh. Dateng ke TPS, buat surat suara kalian gak sah, baru keluar dan pulang. Jangan malah ngerem di rumah dan ngebiarin kertas suara yang harus nya punya kalian malah di coblos sama mereka yang ga bertanggung jawab. Kalo gitu, kalian berarti sama kaya asal pilih. Setidaknya suara kalian didengar, yaitu kalau kalian GOLPUT.

Tapi kalau memang mau nyoblos, coblos lah orang yang menurut kalian bisa mempertanggungjawabkan kinerja mereka. Orang yang bener-bener mau kerja, ngga tidur pas sidang. Menyuarakan aspirasi rakyat, bukan pemikiran diri sendiri. Kalau ngga tau siapa yang mau dicoblos, pasti tau dong partai apa yang selama ini mempertahankan konsistensinya di negara ini? Coblos aja gambar partainya. Gausah coblos nama yang dibawah itu. Kalau bener-bener dua-duanya ngga ada yang tau, yasudah, silahkan GOLPUT.

Kita semua sudah tau lah mana yang cuman janji-janji belaka. Kita sudah cukup dikuasai oleh para caleg gadungan yang janji menyampaikan aspirasi ternyata hanya makan duit rakyat. Pilih yang berkompeten, jangan cuman pilih karena dia terkenal(artis).

Oh iya, sebelum penutup, inget sekali lagi, jangan pilih caleg yang nempel muka mereka di pohon. Sama pohon aja mereka ga peduli, apa lagi sama kita? (Hal kecil aja diabaikan, apa lagi hal besar?)

Selamat memilih!
God bless Indonesia!

Thursday, March 20, 2014

PEMILU

Sebetulnya gue akhir-akhir ini mau nulis tentang "bagaimana cara mempersatukan INDONESIA?". Cuma, setelah dipikir-pikir lagi, postingan gue sebelum-sebelum ini sudah dengan gamblang membicarakan tentang persatuan Indonesia. Baik PANCASILA, UUD'45, Olahraga, Tanah yang kaya, dan semuanya.. Mungkin masih belum cukup cara gue untuk mempersatukan bangsa Indonesia. Tapi, silahkan me-refresh ingatan pembaca sekalian tentang postingan gue sebelum-sebelum ini.



Nah, itu beberapa link dari postingan lama gue di blog ini. Sekarang, saatnya kita bahas tentang pemilu tahun 2014...


Seperti yang kita ketahui, tahun ini adalah tahun besar untuk seluruh rakyat Indonesia. Ingat, SELURUH. Tak ada pengecualian. Seluruh rakyat Indonesia akan mengadakan pesta demokrasinya yang diadakan setiap 5 tahun sekali. Pemilihan Umum. Dimana seluruh warga (Yang sudah mempunyai hak pilih) akan memilih siapa saja orang-orang yang akan berkecimpung di dalam tatanan politik negeri ini. Baik mereka sebagai anggota DPRD I, DPRD II, DPR, DPD, ataupun Presiden. Ketika kita memilih presiden, otomatis secara tidak langsung kita juga ikut memilih mentri-mentri yang akan memimpin institusi pemerintahan di Indonesia ini. 

Sebagai orang yang dipilih, para calon legislatif berhak menuturkan apa yang akan mereka kerjakan jika mereka terpilih menjadi anggota legislatif selama 5 tahun ke depan. Dan yang gue liat untuk tahun 2014 ini, terlalu banyak orang yang kurang pantas untuk menjadi calon legislatif. Jadi calon saja sudah tidak pantas, bagaimana kalau dia bisa terpilih menjadi anggota legislatif? Mau jadi apa negeri ini jika para WAKIL RAKYATnya adalah orang-orang yang kurang berkompeten untuk menjadi wakil rakyat? Orang yang berkompeten saja belum tentu layak untuk menjadi anggota legislatif, bagaimana dengan mereka yang jauh dari kompetensi menjadi caleg?

Sopir taksi, satpam, pengamen, pedagan sosis keliling untuk anak-anak SD, dan beberapa orang lain yang gue rasa sangat jauh dari kompetensi seorang calon legislatif dari sebuah partai politik.

Kenapa? Kan semua orang berhak untuk mencalonkan diri sebagai caleg? Kenapa lo ngebeda-bedain orang dari status sosialnya?

Hey.. anggota legislatif itu bukan hanya orang-orang yang bisa berbicara dan menyampaikan aspirasi rakyat.. Anggota dewan legislatif itu adalah orang yang tau tentang hukum, sosial, politik, ekonomi, dan seluruh aspek dalam negara yang dapat menunjang pertumbuhan negara ke jenjang yang lebih baik lagi.. Jadi, kalau orang-orang yang seperti itu bisa masuk menjadi caleg dari sebuah parpol, betapa bodohnya parpol itu. Jangan sama sekali pilih parpol yang menyalonkan orang-orang yang kurang berkompeten untuk menjadi anggota legislatif. Karena dengan begitu, parpol tersebut sudah menyatakan secara tersirat bahwa mereka tidak mengikuti pesta demokrasi ini dengan serius. 

Jangan para satpam, sopir taksi, preman, dan sebagainya, para selebritis pun yang tidak punya dasar dalam bidang-bidang yang gue sebut diatas juga sangat tidak layak untuk menjadi seorang calon anggota legislatif dari suatu partai. Partai yang mengusung mereka juga jangan dipilih.. Karena partai tersebut hanya mencari suara lewat ketenaran para selebritis yang tidak tahu menahu sama sekali soal ilmu kenegaraan. Lain hal nya dengan selebriti yang mempunyai basic dalam soal ketatanegaraan. Mereka tau apa yang harus mereka lakukan ketika berada di kursi legislatif.

Jadi, disini gue mau menghimbau buat semua para pembaca blog gue, tolong kalian kenali baik-baik siapa yang akan kalian pilih untuk masuk menjadi anggota legislatif. Anggota legislatif adalah orang-orang yang bukan hanya sebagai penyambung lidah rakyat ke pemerintah, tapi mereka juga berkompeten untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan yang memang ditugaskan kepada mereka. Seperti membuat UU, mengamandemen UU, membuat dan mengesahkan RAPBN, dan lain-lain (kurang tau apa lagi, hehe). Jangan kita serahkan kursi2 itu kepada orang yang sama sekali hanya menjadi alat dari partai-partai yang tidak serius yang membutuhkan suara yang banyak pada pemilu kali ini. Jangan kita serahkan kursi-kursi tersebut kepada selebriti yang buta akan sistem kenegaraan dan hanya menjadi "follower" dari tujuan partai yang tak bertanggung jawab yang mengusungnya. 

Zaman sudah canggih, informasi bisa didapat dari berbagai sumber. Ada internet, ada media sosial, ada pula kampanye-kampanye di lapangan. Kita tinggal memilih darimana kita akan mendapatkan cukup informasi tentang para pemilih tersebut.

Oh iya, mau mengingatkan juga agar kita jangan sampai golput. Memang, di luar sana ada berjuta-juta suara "bayangan" yang kita tidak tau mereka siapa dan apa wujudnya, tapi mereka mempunyai suara di pemilu ini, tapi jangan coba untuk golput. Dengan kita golput, suara kita akan di hitung sama seperti suara para "bayangan" itu. Dan suara para "bayangan" itu akan menunjuk ke suatu partai yang sangat tidak sportif dan busuk. Jika kita memberikan suara, suara kita tersebut akan tetap dihitung berdasarkan apa yang kita pilih.

So, ayo kita teliti lebih dalam lagi partai apa dan siapa yang akan kita pilih untuk menjadi anggota legislatif pada pemilu tanggal 9 April nanti! Setelah itu, kita beramai-ramai menuju TPS tempat dimana nama kita terdaftar sebagai pemilih untuk memilih siapa yang akan kita pilih. Pilih berdasarkan suara hati, jangan karena SARA. Gue terlalu yakin pembaca gue ini pasti pinter-pinter semua..

Satu lagi, gue sangat mengpresiasi kinerja dari walikota Bandung, bapak @ridwankamil. Beliau punya semacam kampanye tersendiri untuk tidak memilih caleg yang menempelkan/memakukan sticker, pamflet, poster di pohon. Karena, pohon adalah tanaman yang sama dengan manusia yang juga adalah makhluk hidup.

Akhir kata, gue cuman mau mengucapkan....

Selamat berpesta demokrasi, Rakyat Indonesia!
God bless Indonesia and Indonesian!
Merdeka!!!!

Saturday, February 22, 2014

NKRI

Mungkin agak gimana gitu ya judul postingan gue kali ini. Tapi gue mau nge-post ini karena gue takut. Bener-bener takut.

Mungkin kita liat bencana dimana-mana. Banjir, gunung meletus, angin ribut, dan lain sebagainya. Tapi bukan itu yang gue takutin kali ini.

Kali ini gue takut banget, kalo NKRI ini pecah. Gue ngeri sendiri kalo bayangin NKRI ini pecah. Di bayangan gue, kalo NKRI pecah, kita jalan-jalan ke pulau lain itu harus siapin paspor, atau apa lah itu. Dan negara-negara pecahan NKRI ini malah jadi negara boneka dari negara-negara besar lain. Seperti AS, China, Jerman, Rusia, Inggris, Prancis, Italia, atau negara-negara lain yang punya modal besar dan kekuatan yang besar juga. 

Lagi pula, untuk apa ada yang namanya Perang Diponegoro, Perang 10 November, G30S/PKI, dan perang-perang lain yang ada di negara ini beberapa puluh tahun lalu untuk merebut kemerdekaan dari tangan belanda. Untuk apa nyawa beribu orang yang berjuang demi hari ini. Hari yang indah, tanpa perbudakan, tanpa ada ledakan, tembakan dimana-mana tanpa ketakutan tanpa khawatir untuk pergi keluar rumah?

Gue ngomong gini karena NKRI adalah negara nomor 1 yang sangat berpotensi untuk pecah secepat mungkin. Entah karena apa. Apa karena ada sekitaran 60.000 lebih agen asing masuk ke negeri ini untuk memecah-belah kita? Atau karena isu-isu yang beredar di kalangan masyarakat untuk kita tidak terlalu mempedulikan saudara-saudara sebangsa yang lain? Atau karena isu-isu NKRI itu hanyalah Jakarta dan yang lain itu bukan? Entah karena apa.

Selain itu, gue mau berbicara seperti ini karena sangat banyak negara yang menginginkan wilayah-wilayah negara ini. Ada yang menginginkan papua karena banyak emas dan uranium disana. Ada juga yang menginginkan Kalimantan yang berlimpah minyak dan batubara nya entah di lepas pantai ataupun di darat. Ada yang menginginkan Bali karena ke-eksotis-annya sangat indah untuk diperdagangkan sebagai salah satu investasi pariwisata terbesar. Ada yang menginginkan sulawesi dan maluku yang terkenal dengan pantai dan laut yang kaya. Ada yang ingin Jawa dengan berbagai sumber daya alam dan sumber daya manusia yang kaya di dalamnya. Ada yang menginginkan sumatra yang sangat seimbang antara kehidupan adat dan modern nya. Kota dan desa yang tertata dengan baik, hutan yang masih ada, serta beberapa titik yang bisa dijadikan ladang kelapa sawit untuk memperkaya diri.

Mungkin kita gatau kalau sudah banyak intel asing di NKRI yang masuk seenaknya dan sebebas-bebasnya untuk meruntuhkan negeri ini dari dalam. "Menggerogoti dari dalam". Dan kita dengan mudahnya terpancing tanpa melihat baik buruknya, benar tidaknya isu-isu yang berkembang itu. 

Mungkin bener apa kata Panji Pragiwaksono di salah satu StandUp Comedy tour nya dia ketika dia membawakan sebuah bit nya yang berjudul pencitraan. Di sana dia berkata bahwa presiden kita adalah orang yang sangat suka pencitraan dimana-mana. Itu karena rakyatnya juga rakyat pencitraan. Mungkin yang dia maksud sebagai rakyat pencitraan adalah rakyat yang mudah memakan mentah-mentah suatu isu tanpa mencari tau terlebih dahulu apa isu itu benar atau salah, apa isu itu fakta atau hanya sekedar opini belaka buatan orang-orang yang ingin menjual negeri ini.

Disini gue mau menghimbau buat temen-temen seperjuangan, temen-temen segenerasi. Kita itu generasi modern penikmat kebebasan hasil jerih payah dari para pejuang kita. Kita sama dengan mereka. Kita yang harus meneruskan perjuangan mereka untuk bersatu, membuat NKRI menjadi negara yang ditakuti oleh seluruh negara di dunia ini. Negara yang tidak bergantung kepada negara lain atau organisasi internasional penggembos negeri yang sudah sangat kita ketahui betul tujuan mereka. Perjuangan menjaga kemerdekaan negeri ini, kebebasan di negeri ini, kebebasan yang terikat dengan dasar negara, PANCASILA dan UUD '45. 

Kita harus meneruskan perjuangan mereka untuk menjaga negara ini agar tidak menjadi negara boneka seperti yang sudah terjadi pada tahun '49, menjaga negara ini agar tidak kembali "dijajah" oleh negara dan bangsa lain yang tidak punya kepentingan dengan negara ini. Meneruskan perjuangan untuk memajukan para pribumi sambil bergandengan tangan dengan para non-pribumi.

Banyak orang-orang dengan kuasa yang luar biasa di negeri ini dibeli dengan uang oleh negara/bangsa lain untuk memuluskan rencana mereka di negeri ini. Ya, rencana untuk membuat NBRI (Negara Boneka Republik Indonesia). Jadi, kalau kita tau ada orang-orang tertentu yang menjual diri mereka sekaligus negeri ini ke tangan asing, jangan kita diamkan. Jangan kita juga termakan pencitraan palsu yang mereka buat hanya untuk rakyat memilih mereka menjadi penguasa negeri ini dan mereka yang sudah dibeli oleh pihak asing itu menjadikan negeri ini negeri boneka mereka. 

Jangan kita takut untuk berbeda dengan yang lain. Kalau kita mendengar suatu isu, entah itu isu yang memanjakan telinga atau isu yang menyebalkan telinga, kita cari dulu faktanya. Apa benar isu itu? Atau hanya sekedar isu belaka bikinan orang-orang "sampah negara" yang ingin menjual negara ini.

Di akhir kata gue mau bilang kalau jangan menjual NKRI ke siapapun. Mungkin kalian pikir kalian menjual diri kalian ke orang-orang itu, kalian tidak menjal NKRI. Tapi disini gue mau tegaskan kalau NKRI itu kita, rakyat INDONESIA, NKRI itu Sabang sampai Merauke, Miangas sampai Pulau Rote. NKRI itu PANCASILA dan UUD '45. Jadi, jangan pikir jika kalian "menjual" diri kalian dengan uang dan jabatan kepada pihak asing, kalian tidak menjual NKRI.

Terakhir, gue mau mengutip kata Bung Karno: "Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri."

God bless INDONESIA, MERDEKA!!!


NB: Kalau ada yang ga jelas, mention di twitter aja