Wednesday, June 26, 2013

Kesalahan - Revisi

Menurut banyak orang, menjadi orang ke-3 itu adalah kesalahan besar.

Menurut gue, orang ke-3 itu salah, tapi ngga sepenuhnya salah dia..

Coba, banyak kisah -- bahkan sampe ftv dan layar lebar -- itu menceritakan tentang sepasang kekasih. Dan mereka dapet cobaan yaitu orang ketiga. entah orang ke-3 itu cewe ato cowo. Dan pasti pasangan itu putus dan nyambernya ke orang ke-3 itu...

Kenapa orang ke-3 gue bilang ga sepenuhnya salah dia?

Sebetulnya, kalo kita teliti dari latarbelakang dan tujuan dia jadi orang ke-3, pasti dia itu adalah orang yang abis patah hati ato orang yang emg ga laku-laku dan berusaha untuk mencari kebahagiaan untuk dirinya sendiri.

Salahnya dimana? Caranya salah. Dia cari kebahagiaan dengan cara yang salah. Dia tau orang ini udah punya hubungan dengan orang lain, tapi dia tetep masih usaha. Setidaknya kenapa dia ngga nyari yang jomblo aja? Kenapa harus sama yang udah punya pasangan?

Terus, kenapa ga sepenuhnya salah dia?

Coba gue kasih ilustrasi disini....

Jadi ada sepasang keturunan Adam *asik* menjalin hubungan mesra.. Nah, usut punya usut, si cowo ini punya kenalan. Kenalannya ini baru putus lah yakan. Waktu semester baru, ternyata mereka berdua sekelas. Makin deket lah hubungan antara cowo ini dengan kenalannya itu. Dari bbm nanyain tugas, sampe terbawa suasana dan akhirnya jadi nanya kegiatan, sampe saling memperhatikan satu sama lain.

Ya namanya cowo, hatinya ngga akan kemana-mana kalo udah dapet cewe yang "klik" sama dia. Sedangkan kenalannya ini, di hatinya udh timbul benih-benih cinta *azeeek*. Itu juga gak nyangka bakal dapet perasaan itu. Namanya wanita, bisa karena terbiasa. Mereka akan mudah melupakan seseorang kalo udah dapet perlakuan yang sama dari orang lain.

Setelahnya, beberapa bulan hubungan mereka semakin dekat. Entah si cewe ini dianter pulang lah abis nongkrong sama temen sekelas sama cowo ini, makan bareng lah.

Nah, gak usah terlalu panjang lah ceritanya. Sampe sini aja kita bisa nyimpulin, kalo misalkan cowo itu ngga ngeladenin kenalannya ini, mungkin kenalannya ga akan suka sama dia. Mungkin cewenya bisa suka, tapi sekedar suka mungkin karena dia asik ato gmn. Tapi karena ada "bumbu tambahan" dari cowo itu, akhirnya muncul lah perasaan terlarang.

Jadi, apa semua itu salah orang ke-3? Apa salah dia sehingga dia bisa suka sama cowo itu? Ngga kan?

Ini juga bisa terjadi sebaliknya. Maksudnya, cewenya yang ngasih harapan ke cowo jomblo..

Orang ke-3 itu seperti tamu. Dia datang, kalau dibukakan pintu dan disuruh masuk, dia akan masuk. Tapi kalau yang punya rumah suruh dia pergi, dia jg akan pergi dengan sendirinya.

So, don't blame the 3rd people with your own thoughts if you don't know what happening between them.

Selamat malam!

No comments:

Post a Comment