Kalo dalam bahasa inggris, arti dari respect itu admiration felt or shown for someone or something that you believe has good ideas or qualities. Silahkan diartikan sendiri ke bahasa Indonesia versi masing-masing ya. hahaha.
Kalo menurut gue sendiri, respect itu semacam suatu tindakan manusia yang menghargai dan menghormati harkat dan martabat orang atau sesuatu. Apa itu harkat dan martabat? Silahkan cari artinya di KBBI. Klik aja itu linknya.
Menurut gue juga, orang di Indonesia ini punya respect yang besar terhadap sesuatu. se-cuek-cuek-nya dia, dia pasti mempunyai sesuatu yang di-respect-in kalo kata orang Belanda. haha. Gue gak mau bahas respect-nya UEFA, tapi disini gue mau ngomong tentang respect-nya orang Indonesia.
Menurut gue, generasi gue ini generasi yang mudah sekali terikat dan suka mengikuti budaya luar. Apa lagi budaya barat. Jarang mengikuti budaya timur yang seyogyanya sebagai orang Indonesia kita sangat kental akan budaya timur. Kenapa kita malah ke-ikut sama budaya barat dan seperti gak punya jati diri. Jati diri ini jati diri umum, yang menyangkut jati diri perorangan maupun jati diri bangsa.
Kenapa? Gue belum melakukan penelusuran lebih dengan --yang orang IPA bilang-- hipotesis gue sendiri, tapi ini karena kemajuan zaman yang menuntut tembok pemisah yang paling besar -- jarak dan waktu -- itu roboh dengan cepatnya. So, kita cepet ngeliat gimana yang orang luar yang notabene lebih maju dari kita bergaya, berpenampilan, berperilaku, berbangsa, dan bernegara.
Itulah hipotesis gue. Ya namanya juga hipotesis, itu masih perkiraan dan belum teruji. Tapi gatau deh kalo udah diuji sama orang lain.
Dan disini gue nemuin, kita itu bener-bener terikat sama dunia barat. Kita lebih menganggap mereka itu keren dan kita terlalu ketinggalan zaman. Kita ga ngerti gaya, trend yang lagi in banget. Jadi keluarlah bahasa kuper, ndeso, alay, dan sebagainya. Apalagi sekarang kita udah bisa akses program televisi dari mana aja. Mungkin tv Israel yang ngga ada (kalo ada, tv kabel yang nyiarin udah diobrak-abrik sama...... ya tau lah :)).
Gue ga bilang kalo gue ngga keikut budaya barat ya, gue paling suka band alternative-nya barat, gaya casual-nya orang-orang barat. Tapi kita juga mesti nemuin jati diri kita sendiri, jati diri bangsa yang ada di dirikita sendiri sebagai orang Indonesia. Dulu, jangankan tv, orang barat langsung dateng kesini buat nyebarin pengaruhnya, tapi apa yg dilakuin sama anak muda zaman dulu? Ada mungkin sebagian orang yang keikut dan malah terjerumus dalam sesuatu yang gue sering bilang "Lubang dari barat". Ada juga yang karena mereka sudah menemukan jati dirinya mereka sendiri yang sekaligus adalah jati diri bangsa ini, mereka akhirnya melawan semua kolonialisme dan imprealisme barat.
Pernah belajar sejarah, kan? Tau kan yang namanya Jong Ambon, Jong Sumatranen Bond, Jong Java, Perhimpunan Indonesia, bahkan Boedi Oetomo. Mereka adalah anak-anak muda zaman dulu yang punya nyali, karena mereka tau mereka itu Indonesia, mereka tau siapa mereka dan siapa bangsa mereka, karena itu mereka melawan. Melawan untuk kepentingan sendiri? Kalo untuk kepetingan sendiri, mending nyerah aja sama belanda, jadi kaki tangan mereka. Udah hidup enak, duit banyak, ga diincer lagi. Meskipun mereka mau bunuh semua orang Indonesia, kita pasti yang paling terakhir dibunuh mereka.
Nah kita? Kita cuman bisa jadi pengikut mereka. Pengikut style mereka, dan lama kelamaan bakal jadi pengikut paham mereka.
Di barat sana, orang-orangnya udah kurang respect sama apa yang di sekitar mereka. Liat revolusi industri di Inggris. Itu tanda mereka kurang respect sama lingkungan. Mereka bukannya gak tau apa dampak dari polusi buat lingkungan, mereka pasti udh tau baik dan buruknya rencana mereka, tapi kenapa mereka lakuin? Imprealisme. Ini salah satu budaya barat yang ngga respect sama manusia. Udah terlalu banyak contohnya kan?
Yang jadi masalah itu kita juga keikut tingakah yang kurang punya respect itu. Lupa sama temen lama, cuek sama temen lama waktu ada temen yang baru, ga peduli itu sopan apa ngga, suka berpikiran negatif sama orang. Ini bukan berarti gue ngga loh ya, ini tuh semuanya gue semua yang ngelakuin dan yang gue liat, semua generasi gue sama.
Ya, gue tau semua itu pasti berubah seiring jalannya waktu dan keadaan. Cuman, kalo gue pikir, perubahan itu pasti, apalagi pergaulan kita tiap tahun pasti berubah seiring umu, kedewasaan, dan relasi kita yang datang dan pergi. Tapi, semua perubahan itu bisa terlihat bias kalau kita masih punya respect sama sesuatu, sama orang lain. Masa temen sendiri dilupain? Mungkin ngga dilupain, cuman ditinggal aja karena udah ada temen yang lebih asik.
Masa iya ketemu orang yang lebih tua yang kurang kita kenal tapi kita tau dan dia tau kita, tapi kita malah buang muka? Mana sopan santunnya? Mana Indonesia-nya? Indonesia itu ramah, Indonesia itu kodratnya respect, terhadap apapun. Itu Indonesia.
Gue tergugah sama kata-katanya Daniel Mananta waktu itu di acara hitam-putih. Disitu dia bilang misi dari Damn! I Love Indonesia itu mau bikin orang negara lain bisa ngomong ke temannya yang berbangsa sama dengan mereka "ih, gaya lo Indonesia banget", jatohnya sama kaya orang Indonesia blg "ih gaya lo Korea banget!", gitu. Itu gue sama sekali kagum sama pemikirannya dia. Out of the box banget. Salut. Bener-bener salut.
Mungkin kita ngga bisa kaya Daniel yang dengan frontal bikin gebrakan dengan bikin clothing-an yang emang memperlihatkan design anak negeri dengan pernak-pernik yang ke-Indonesia-an, tapi kita bisa buat hal yang sederhana, dengan menambah rasa respect terhadap semua nya, sekeliling kita. Itung-itung ibadah. Kok? Iya, menurut gue dan temen-temen gue, bela negara itu ibadah. Gak salah kok, semua agama pasti ngajarin kalo harus mencintai tanah air nya.
Akhir kata, gue mau ngutip 3 kata yang suka diucapin sama Glenn Fredly ketika dia konser/manggung.
Peace, Love, and RESPECT.
Selamat Malam!
No comments:
Post a Comment