Postingan sebelumnya kan udah bahas tentang PANCASILA yang jadi alat yang paling ampuh pemersatu bangsa ini. Tapi sekarang PANCASILA beserta nilai-nilainya udah makin pudar ditelan zaman dan kalah dengan budaya luar yang masuk ke negeri ini. Apa karena PANCASILA itu bisa expired? Bukan. PANCASILA itu menurut gue salah satu pedoman yang gak bisa dimakan zaman. Itu dia kenapa gue "angkat topi sambil tepuk tangan sambil bediri" untuk bapak negara kita yang buat dan merumuskan PANCASILA itu. Tapi kenapa malah makin pudar? Itu salah rakyatnya. Salah saya, salah anda, salah kita semua. Kita terlalu anggap sepele "produk dalam negeri" dan malah mengaggap mahal "produk luar negeri". Iya, itu lah sifat bangsa ini yang labil. Belum punya pendirian dan selalu maunya mengikuti bangsa lain. Beda dengan Jepang, Cina, dan beberapa negera Eropa serta AS. Mereka sangat mencintai "produknya" sendiri dan berani membayar mahal produk mereka sendiri. Mereka sudah punya indentitas yang jelas tentang "diri"mereka sendiri.
Nah, satu-satunya cara agar PANCASILA itu bisa menjadi "momok" bagi bangsa ini dan dunia lagi, kita harus membenahi diri sendiri setiap masyarakat. Masyarakat harus tau sejarah negeri ini. Harus tau sampai ke dalam-dalamnya. Selain itu, harus mengenali semua daerah dari bangsa ini. Tanah yang indah, Laut yang luas, hasil tanah dan laut yang melimpah. Itulah Indonesia. dengan berbagai kebudayaan yang unik diiringi keindahan alam dan kelimpahan hasil alamnya. Surga dunia.
Jika berbicara tentang rakyatnya, ada yang menarik disini. Rakyat Indonesia punya satu kesamaan dari segala jenis perbedaan yang ada. Persamaan ini berpotensi banget untuk jadi alat pemersatu bangsa. Iya, OLAHRAGA.
Semua rakyat Indonesia pasti suka banget sama yang namanya OLAHRAGA. Entah mereka yang bermain, atau mereka yang sekedar menjadi supporter yang bermain. Voli, basket, bulutangkis, renang, anggar, panahan, dan masih banyak lagi yang lain. Semuanya orang Indonesia pasti ikuti sesuai dengan kesukaan mereka, tidak ada yang terlewatkan. Gulat, tinju, karate, dan segala jenis nya itu juga sangat disukai orang Indonesia. Terutama sepak bola. Indonesia juga melahirkan juara-juara dunia untuk beberapa kategori olahraga. Misalkan bulutangkis. Sudah terlalu banyak atlet bulutangkis Indonesia yang menjadi legenda bulutangkis dunia. Susi Susanti, Rudy Hartono, Hendrawan, RickySubagja/RexyMainaky, Liem Swie King, dan banyak lagi para legenda bulutangkis dunia yang berasal dari Indonesia. Teman saya pernah becerita bahwa waktu dia membaca komik terkenal tentang bulutangkis, dia menemukan bahwa di dalam komik itu Taufik Hidayat adalah legenda back-hand smash terkenal asli Indonesia. Ini suatu kebanggaan tersendiri.
Bung Ellyas Pikal, Juara dunia tinju yang sudah menemukan regenerasinya yaitu Chris "The Dragon" John, yang merupakan juara dunia juga. Angkat besi, Eko Yuli dan Triyatno, penyumbang medali olimpiade 2012 dari Indonesia. Srikandi-Srikandi Indonesia, atas nama Nurfitriyana S. Lantang, Lilies Handayani dan Kusuma Wardhani, mereka yang pertama kali mendapatkan medali di olimpiade untuk Indonesia cabang panahan. Mereka mengalahkan salah satu kekuatan panahan dunia, meskipun hanya menang medali perak. terlalu banyak atlet Indonesia yang sudah mengharumkan nama Indonesia ke seluruh penjuru dunia.
Olahraga menjadi sangat penting dalam mempertahankan kesatuan bangsa ini. Kenapa?
AFF 2010 menjadi puncaknya, bagi saya ya. Mungkin puncak bagi generasi saya. Ya, generasi yg lahir tahun 1998 kebawah. Inilah puncaknya. Dimana setiap orang, pria wanita, dari berbagai daerah berbondong-bondong datang hanya untuk menyaksikan pertandingan akbar final AFF 2010 antara Indonesia dengan Malaysia..
Meskipun pertandingan final ini sudah "dibeli" oleh bandar, supporter Indonesia terus menerus mendukung timnas di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan. Pada hari itu saya juga menyaksikan kemenangan Garuda atas Malaysia yang tidak akan mengubah posisi bahwa Indonesia tidak mendapatkan trofi itu.
Sepanjang jalanan banyak orang menjual berbagai atribut untuk menonton laga itu. Baik itu menonton langsung ataupun nonton bareng dibeberapa tempat. Rumah gue di Bintaro dan sepanjang jalan dari Bintaro ke Senayan itu banyak sekali pedagang yang jualan jersey timnas ataupun atribut lainnya.
Sampai di daerah Kebayoran, sudah banyak orang yang berjalan dengan motor ataupun mobil carteran seperti angkot ataupun bis ditambah dengan atribut-atribut timnas beserta mereka. Ada yang bawa bendera besar, kecil, spanduk, dan lainnya. Ketika memasuki daerah Senayan, hampir semua orang yang ada di jalan menggunakan kostum merah yang melambangkan mereka mendukung timnas kita. Ini adalah pemandangan yang mengharukan buat gue khususnya..
Sampai di area stadion utama, banyak massa dari Bonek, Pasoepati, The Jak, Aremania, La Viola, The Viking, dan banyak lagi dari beberapa pendukung tim-tim yang berlaga di ISL maupun IPL. Di sana mereka semua memakai baju yang sama, "seragam" yang sama. Merah-Putih. Tidak ada lagi rivalitas, tidak ada lagi permusuhan antara Bonek dan The Viking melawan Aremania dan The Jak. atau pun yang lainnya. Semua sama, bersatu, dibawah satu bendera, satu jersey, Merah-Putih. Ini sangat mengharukan... Bukan berarti semua yang mengharukan harus menitikan air mata, kan? Saya bangga dengan pemandangan ini. Meskipun saking padatnya kawasan SUGBK, sampai banyak berkeliaran copet-copet handal, tapi itulah Indonesia :)
Itu dalam sepakbola. Cabang lain? Banyak buktinya. Saya menemukan bukti ketika saya nonton SEA GAMES 2010 ketika itu diselenggarakan di Jakarta-Palembang. Saya sempat menyaksikan beberapa pertandingan langsung seperti bulutangkis dan sepakbola. Mungkin kedua cabang olahraga itu memang yang terkemuka di Indonesia. Tapi ketika saya bertanya kepada teman saya yang hobi bersepeda, dia juga menyaksikan cabang balap sepeda di Velodrome, Jakarta Timur. Dan ketika saya tanya kepada teman saya itu "Ron, rame yang nonton?" , dan dengan cool-nya dia hanya memberikan hp blackberry-nya dan disitu ada foto yang dia ambil ketika berada di venue balap sepeda itu. Tampak banyak sekali orang mengenakan baju merah. Katanya itu adalah beberapa komunitas sepeda di Jabodetabek. Ada pula yang dari Bandung ikut memberi dukungan. Ramai. Hanya itu yang saya tangkap dari foto dan percakapan itu.
Yang lainnya? Ketika saya nonton di TVRI (hanya TVRI yang menyiarkan pertandingan selain sepakbola dan bulutangkis), ada pertandingan voli di Palembang dan sepenglihatan gue, venue-nya ramai. Sangat ramai... Penuh dengan sorak-sorai orang yang mendukung timnas kita beraksi. Setelah itu pindah venue ke cabang sepak takraw. Tak kalah ramai dari sebelum-sebelumnya. Penuh. Dengan orang-orang beratribut timnas serta bendera Merah-Putih. Iya, Merah-Putih.
Coba perhatiin baik-baik deh.. Kita itu punya bakat untuk bersatu.
Liat Amerika Serikat. Mereka itu salah satu negera yang menurut gue pinter dalam memakai olahraga menjadi alat pemersatu bangsa mereka. Tau kan yang namanya American Football? Iya, Football yang berbeda dari negara-negara lain. Ketika sepakbola/football di negera lain dimainkan dengan cara ditendang, mereka membuatnya berbeda dan menjadi trademark mereka sendiri. Basket. Baseball & Softball. Mereka pakai menjadi alat pemersatu mereka. Mungkin hanya ini yang mereka sukai. Coba liat rakyat kita? Semua olahraga pasti suka. Banyak yang menyukai lebih dari 3 olahraga. Seperti saya. Bulutangkis, sepakbola, basket, panahan, voli, futsal pasti saya tonton. Untuk bermain paling cuma sepakbola, futsal, basket, voli, dan bulutangkis. Sayangnya, ada segelintir "penguasaha" yang memakai alat pemersatu ini menjadi ajang politik, penjilat, korupsi, dan sebagainya. Ini lah sebabnya Indonesia olahraganya sedikit yang maju. Bukan salah atlet. Banyak atlet yang luar biasa di luar sana, tapi mereka pintar dan tidak mau terjebak dengan organisasi olahraga yang legal tetapi pengurusnya yang........... ya kita semua tau lah, sudah menjadi rahasia umum.
Nah, ini dia saatnya.. Sebagai generasi penerus, ada baiknya kita berbenah diri agar kita tidak terkena dampak dari para pendahulu kita yang kerjanya hanya mementingkan diri sendiri. Apa salahnya kita memajukan bangsa ini?? Toh dengan membangun bangsa, memajukan bangsa dan negara ini, dengan sendirinya kebutuhan kita tercukupi. Anak dan cucu kita akan makan apa yang halal dan menikmati semua kerja keras kita...
Segalanya butuh uang, tapi uang bukan segalanya.
Jangan mementingkan kepentingan diri sendiri. Ada saatnya kita jatuh dan tidak ada yang mau menolong kita. Malah banyak yang menjerumuskan dan malah menjadi dalam lubang dimana kita jatuh dan akan susah untuk bangkit.
Selamat malam.
No comments:
Post a Comment