Akhir-akhir ini, terlalu banyak berita yang tak jelas arah datangnya. Paling sering, orang mendapatkan berita pasti dari media. Entah media sosial, media elektronik, media cetak, ataupun televisi. Kebanyakan, media-media tersebut punya keterkaitan dengan media yang lain. Sebagai contoh, Trans Corp. Trans Corp. Memiliki media elektronik (detik.com) dan televisi (TransTV dan Trans7). Begitu juga MNC group. Mereka mempunyai televisi (RCTI, MNCTV, GlobalTV, dll.), media cetak (Koran SINDO), dan radio (GlobalRadio). Kompas mempunyai media cetak (koran KOMPAS), media elektronik (kompas.com), dan media televisi (KompasTV). Ya, satu perusahaan, punya banyak media.
Nah, mungkin karena media di negeri sudah tidak objektif lagi dalam menyampaikan berita-berita. Ada yang menyiarkan berita hanya demi kepentingan satu golongan, ataupun kepentingan sesorang. Ya, mungkin media di negara lain pun seperti ini, tetapi menurut saya, ini sudah kelewatan. Sangat kelewatan. Mengapa? Karena sekarang setiap orang di negara ini bisa jadi mendapatkan informasi yang palsu ataupun informasi yang kurang/ditutup-tutupi dari yang terjadi sebenarnya.
Misalkan, ada suatu berita tentang Raffi Ahmad yang katanya pesta narkoba. Ada beberapa media yang mengeluarkan berita seperti: "Raffi Ahmad digeledah di rumahnya oleh BNN karena terindikasi sedang berpesta narkoba.", ada pula yang mengeluarkan berita "Raffi Ahmad di tangkap karena menggunakan narkoba.", ada pula yang memberitakan "Raffi tidak bersalah karena dia hanya meminum dopping, bukan narkoba.". Ya, kurang lebih seperti itu. satu objek, satu peristiwa, beda berita, beda cara pandang orang yang melihat berita tersebut. Ya, seperti itulah media di negeri ini.membingungkan.
Kita, sebagai orang yang melihat maupun mendengar media-media tersebut di buat bingung dengan beberapa fakta yang sangat bersebrangan dengan fakta lainnya yang diberikan oleh perusahaan media yang lainnya. Kita jadi bingung mana media yang memberikan fakta, mana yang hanya opini, atau.... Hanya dibuat-buat.
Apa lagi dengan suhu politik yang memanas. Ditambah dengan petinggi-petinggi media yang telah berpolitik ataupun memakai politik sebagai "tambang emas" mereka untuk raih keuntungan. Makin menjadi lah media-media di tanah air tercinta ini.
Saling serang antara kedua Capres-Cawapres, Saling fitnah, saling tuduh dilakukan semuanya di media demi terciptanya opini publik. Sampai-sampai(yang saya dengar) ada orang yg rela mendzolimi dirinya sendiri demi mendapatkan citra positif dan lawannya difitnah kalau dia yang mendzoliminya...
Ajaib.... Iya, kata itu yang pantas untuk media di tanah air ini. Ajaib.
Keajaiban itu dapat kita lihat pula dari berita yang sangat memilukan dari timur-tengah.. Iya, di-bombardir-nya Gaza oleh tentara Israel. Saya yang melihat dan menyaksikan berita yang dimuat diberbagai media nasional itu ikut merasakan pilu nya orang yang berada di Palestina. Warga sipil yang tak bersalah, anak-anak yang belum tau apa-apa, ikut menjadi korban dalam serangan yang membabi-buta itu. Saya pun ikut berduka atas Palestina. Mungkin sebagian orang yang melihatnya menjadi sangat benci kepada Israel atas tindakannya yang sangat amat diluar batas kewajaran manusia.
Berawal dari berita tentang hilangnya 3 pemuda Israel, kemudian ditemukan terbunuh di daerah Israel. Karena ini lah Israel menyerang jalur Gaza karena mereka menduga yang menculik dan membunuh ketiga pemuda itu adalah Palestina(yang aslinya adalah HAMAS yang merupakan partai di Palestina yang mempunyai basis di Jalur Gaza).
Ya, itu berita yang disiarkan oleh media nasional kita. Hampir setengah tahun, dari Januari-Juni, tidak ada berita apapun tentang peristiwa yang terjadi di Israel-Palestina yang disiarkan oleh media nasional. Sedangkan di luar negeri, medianya selalu menyiarkan berita-berita yang up-to-date mengenai apa yang sebenarnya terjadi di sana.
Link ini akan menjadi penutup postingan saya kali ini.. Semoga pembaca saya mengerti apa yang saya maksudkan kali ini. Semoga terjadi perubahan di negeri ini. Perubahan besar sehingga semua fakta dapat kita ketahui, utuh, tidak ada yang diubah, ataupun di hapus dan dikurangi.
BERITA HANGAT
Lihat baik-baik. Jangan asal termakan isu maupun percitraan atau berita-berita yang tidak sepenuhnya benar. Selamat malam,
GOD BLESS INDONESIA!
Saturday, July 12, 2014
Monday, April 7, 2014
Nyoblos
H-1 Pemilu. Lagi-lagi gue mau bahas tentang ini. Gue pengen para pembaca gue ngerti apa yg dilakukan ketika nanti memilih.
Sebelum kita ngomong tentang teknis pencoblosan tahun ini, gue mau bilang kalau GOLPUT itu ngga salah. Sama sekali ngga salah. GOLPUT salah ketika kita tau siapa yg kompeten untuk mewakili rakyat di DPR, DPD, DPRD I, DPRD II, tapi kita ngga milih mereka. Itu salah.
Tapi ketika kita gatau siapa yang akan kita pilih atau partai apa yang kita pilih, silahkan GOLPUT. Malah harus GOLPUT. Jangan asal milih dan pilihan lo ngga mewakili aspirasi rakyat. Tapi jangan malah ngga dateng ke TPS. Kalo GOLPUT, jadi lah para GOLPUT yang tidak bodoh. Dateng ke TPS, buat surat suara kalian gak sah, baru keluar dan pulang. Jangan malah ngerem di rumah dan ngebiarin kertas suara yang harus nya punya kalian malah di coblos sama mereka yang ga bertanggung jawab. Kalo gitu, kalian berarti sama kaya asal pilih. Setidaknya suara kalian didengar, yaitu kalau kalian GOLPUT.
Tapi kalau memang mau nyoblos, coblos lah orang yang menurut kalian bisa mempertanggungjawabkan kinerja mereka. Orang yang bener-bener mau kerja, ngga tidur pas sidang. Menyuarakan aspirasi rakyat, bukan pemikiran diri sendiri. Kalau ngga tau siapa yang mau dicoblos, pasti tau dong partai apa yang selama ini mempertahankan konsistensinya di negara ini? Coblos aja gambar partainya. Gausah coblos nama yang dibawah itu. Kalau bener-bener dua-duanya ngga ada yang tau, yasudah, silahkan GOLPUT.
Kita semua sudah tau lah mana yang cuman janji-janji belaka. Kita sudah cukup dikuasai oleh para caleg gadungan yang janji menyampaikan aspirasi ternyata hanya makan duit rakyat. Pilih yang berkompeten, jangan cuman pilih karena dia terkenal(artis).
Oh iya, sebelum penutup, inget sekali lagi, jangan pilih caleg yang nempel muka mereka di pohon. Sama pohon aja mereka ga peduli, apa lagi sama kita? (Hal kecil aja diabaikan, apa lagi hal besar?)
Selamat memilih!
God bless Indonesia!
Sebelum kita ngomong tentang teknis pencoblosan tahun ini, gue mau bilang kalau GOLPUT itu ngga salah. Sama sekali ngga salah. GOLPUT salah ketika kita tau siapa yg kompeten untuk mewakili rakyat di DPR, DPD, DPRD I, DPRD II, tapi kita ngga milih mereka. Itu salah.
Tapi ketika kita gatau siapa yang akan kita pilih atau partai apa yang kita pilih, silahkan GOLPUT. Malah harus GOLPUT. Jangan asal milih dan pilihan lo ngga mewakili aspirasi rakyat. Tapi jangan malah ngga dateng ke TPS. Kalo GOLPUT, jadi lah para GOLPUT yang tidak bodoh. Dateng ke TPS, buat surat suara kalian gak sah, baru keluar dan pulang. Jangan malah ngerem di rumah dan ngebiarin kertas suara yang harus nya punya kalian malah di coblos sama mereka yang ga bertanggung jawab. Kalo gitu, kalian berarti sama kaya asal pilih. Setidaknya suara kalian didengar, yaitu kalau kalian GOLPUT.
Tapi kalau memang mau nyoblos, coblos lah orang yang menurut kalian bisa mempertanggungjawabkan kinerja mereka. Orang yang bener-bener mau kerja, ngga tidur pas sidang. Menyuarakan aspirasi rakyat, bukan pemikiran diri sendiri. Kalau ngga tau siapa yang mau dicoblos, pasti tau dong partai apa yang selama ini mempertahankan konsistensinya di negara ini? Coblos aja gambar partainya. Gausah coblos nama yang dibawah itu. Kalau bener-bener dua-duanya ngga ada yang tau, yasudah, silahkan GOLPUT.
Kita semua sudah tau lah mana yang cuman janji-janji belaka. Kita sudah cukup dikuasai oleh para caleg gadungan yang janji menyampaikan aspirasi ternyata hanya makan duit rakyat. Pilih yang berkompeten, jangan cuman pilih karena dia terkenal(artis).
Oh iya, sebelum penutup, inget sekali lagi, jangan pilih caleg yang nempel muka mereka di pohon. Sama pohon aja mereka ga peduli, apa lagi sama kita? (Hal kecil aja diabaikan, apa lagi hal besar?)
Selamat memilih!
God bless Indonesia!
Thursday, March 20, 2014
PEMILU
Sebetulnya gue akhir-akhir ini mau nulis tentang "bagaimana cara mempersatukan INDONESIA?". Cuma, setelah dipikir-pikir lagi, postingan gue sebelum-sebelum ini sudah dengan gamblang membicarakan tentang persatuan Indonesia. Baik PANCASILA, UUD'45, Olahraga, Tanah yang kaya, dan semuanya.. Mungkin masih belum cukup cara gue untuk mempersatukan bangsa Indonesia. Tapi, silahkan me-refresh ingatan pembaca sekalian tentang postingan gue sebelum-sebelum ini.
Nah, itu beberapa link dari postingan lama gue di blog ini. Sekarang, saatnya kita bahas tentang pemilu tahun 2014...
Seperti yang kita ketahui, tahun ini adalah tahun besar untuk seluruh rakyat Indonesia. Ingat, SELURUH. Tak ada pengecualian. Seluruh rakyat Indonesia akan mengadakan pesta demokrasinya yang diadakan setiap 5 tahun sekali. Pemilihan Umum. Dimana seluruh warga (Yang sudah mempunyai hak pilih) akan memilih siapa saja orang-orang yang akan berkecimpung di dalam tatanan politik negeri ini. Baik mereka sebagai anggota DPRD I, DPRD II, DPR, DPD, ataupun Presiden. Ketika kita memilih presiden, otomatis secara tidak langsung kita juga ikut memilih mentri-mentri yang akan memimpin institusi pemerintahan di Indonesia ini.
Sebagai orang yang dipilih, para calon legislatif berhak menuturkan apa yang akan mereka kerjakan jika mereka terpilih menjadi anggota legislatif selama 5 tahun ke depan. Dan yang gue liat untuk tahun 2014 ini, terlalu banyak orang yang kurang pantas untuk menjadi calon legislatif. Jadi calon saja sudah tidak pantas, bagaimana kalau dia bisa terpilih menjadi anggota legislatif? Mau jadi apa negeri ini jika para WAKIL RAKYATnya adalah orang-orang yang kurang berkompeten untuk menjadi wakil rakyat? Orang yang berkompeten saja belum tentu layak untuk menjadi anggota legislatif, bagaimana dengan mereka yang jauh dari kompetensi menjadi caleg?
Sopir taksi, satpam, pengamen, pedagan sosis keliling untuk anak-anak SD, dan beberapa orang lain yang gue rasa sangat jauh dari kompetensi seorang calon legislatif dari sebuah partai politik.
Kenapa? Kan semua orang berhak untuk mencalonkan diri sebagai caleg? Kenapa lo ngebeda-bedain orang dari status sosialnya?
Hey.. anggota legislatif itu bukan hanya orang-orang yang bisa berbicara dan menyampaikan aspirasi rakyat.. Anggota dewan legislatif itu adalah orang yang tau tentang hukum, sosial, politik, ekonomi, dan seluruh aspek dalam negara yang dapat menunjang pertumbuhan negara ke jenjang yang lebih baik lagi.. Jadi, kalau orang-orang yang seperti itu bisa masuk menjadi caleg dari sebuah parpol, betapa bodohnya parpol itu. Jangan sama sekali pilih parpol yang menyalonkan orang-orang yang kurang berkompeten untuk menjadi anggota legislatif. Karena dengan begitu, parpol tersebut sudah menyatakan secara tersirat bahwa mereka tidak mengikuti pesta demokrasi ini dengan serius.
Jangan para satpam, sopir taksi, preman, dan sebagainya, para selebritis pun yang tidak punya dasar dalam bidang-bidang yang gue sebut diatas juga sangat tidak layak untuk menjadi seorang calon anggota legislatif dari suatu partai. Partai yang mengusung mereka juga jangan dipilih.. Karena partai tersebut hanya mencari suara lewat ketenaran para selebritis yang tidak tahu menahu sama sekali soal ilmu kenegaraan. Lain hal nya dengan selebriti yang mempunyai basic dalam soal ketatanegaraan. Mereka tau apa yang harus mereka lakukan ketika berada di kursi legislatif.
Jadi, disini gue mau menghimbau buat semua para pembaca blog gue, tolong kalian kenali baik-baik siapa yang akan kalian pilih untuk masuk menjadi anggota legislatif. Anggota legislatif adalah orang-orang yang bukan hanya sebagai penyambung lidah rakyat ke pemerintah, tapi mereka juga berkompeten untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan yang memang ditugaskan kepada mereka. Seperti membuat UU, mengamandemen UU, membuat dan mengesahkan RAPBN, dan lain-lain (kurang tau apa lagi, hehe). Jangan kita serahkan kursi2 itu kepada orang yang sama sekali hanya menjadi alat dari partai-partai yang tidak serius yang membutuhkan suara yang banyak pada pemilu kali ini. Jangan kita serahkan kursi-kursi tersebut kepada selebriti yang buta akan sistem kenegaraan dan hanya menjadi "follower" dari tujuan partai yang tak bertanggung jawab yang mengusungnya.
Zaman sudah canggih, informasi bisa didapat dari berbagai sumber. Ada internet, ada media sosial, ada pula kampanye-kampanye di lapangan. Kita tinggal memilih darimana kita akan mendapatkan cukup informasi tentang para pemilih tersebut.
Oh iya, mau mengingatkan juga agar kita jangan sampai golput. Memang, di luar sana ada berjuta-juta suara "bayangan" yang kita tidak tau mereka siapa dan apa wujudnya, tapi mereka mempunyai suara di pemilu ini, tapi jangan coba untuk golput. Dengan kita golput, suara kita akan di hitung sama seperti suara para "bayangan" itu. Dan suara para "bayangan" itu akan menunjuk ke suatu partai yang sangat tidak sportif dan busuk. Jika kita memberikan suara, suara kita tersebut akan tetap dihitung berdasarkan apa yang kita pilih.
So, ayo kita teliti lebih dalam lagi partai apa dan siapa yang akan kita pilih untuk menjadi anggota legislatif pada pemilu tanggal 9 April nanti! Setelah itu, kita beramai-ramai menuju TPS tempat dimana nama kita terdaftar sebagai pemilih untuk memilih siapa yang akan kita pilih. Pilih berdasarkan suara hati, jangan karena SARA. Gue terlalu yakin pembaca gue ini pasti pinter-pinter semua..
Satu lagi, gue sangat mengpresiasi kinerja dari walikota Bandung, bapak @ridwankamil. Beliau punya semacam kampanye tersendiri untuk tidak memilih caleg yang menempelkan/memakukan sticker, pamflet, poster di pohon. Karena, pohon adalah tanaman yang sama dengan manusia yang juga adalah makhluk hidup.
Akhir kata, gue cuman mau mengucapkan....
Selamat berpesta demokrasi, Rakyat Indonesia!
God bless Indonesia and Indonesian!
Merdeka!!!!
Saturday, February 22, 2014
NKRI
Mungkin agak gimana gitu ya judul postingan gue kali ini. Tapi gue mau nge-post ini karena gue takut. Bener-bener takut.
Mungkin kita liat bencana dimana-mana. Banjir, gunung meletus, angin ribut, dan lain sebagainya. Tapi bukan itu yang gue takutin kali ini.
Kali ini gue takut banget, kalo NKRI ini pecah. Gue ngeri sendiri kalo bayangin NKRI ini pecah. Di bayangan gue, kalo NKRI pecah, kita jalan-jalan ke pulau lain itu harus siapin paspor, atau apa lah itu. Dan negara-negara pecahan NKRI ini malah jadi negara boneka dari negara-negara besar lain. Seperti AS, China, Jerman, Rusia, Inggris, Prancis, Italia, atau negara-negara lain yang punya modal besar dan kekuatan yang besar juga.
Lagi pula, untuk apa ada yang namanya Perang Diponegoro, Perang 10 November, G30S/PKI, dan perang-perang lain yang ada di negara ini beberapa puluh tahun lalu untuk merebut kemerdekaan dari tangan belanda. Untuk apa nyawa beribu orang yang berjuang demi hari ini. Hari yang indah, tanpa perbudakan, tanpa ada ledakan, tembakan dimana-mana tanpa ketakutan tanpa khawatir untuk pergi keluar rumah?
Gue ngomong gini karena NKRI adalah negara nomor 1 yang sangat berpotensi untuk pecah secepat mungkin. Entah karena apa. Apa karena ada sekitaran 60.000 lebih agen asing masuk ke negeri ini untuk memecah-belah kita? Atau karena isu-isu yang beredar di kalangan masyarakat untuk kita tidak terlalu mempedulikan saudara-saudara sebangsa yang lain? Atau karena isu-isu NKRI itu hanyalah Jakarta dan yang lain itu bukan? Entah karena apa.
Selain itu, gue mau berbicara seperti ini karena sangat banyak negara yang menginginkan wilayah-wilayah negara ini. Ada yang menginginkan papua karena banyak emas dan uranium disana. Ada juga yang menginginkan Kalimantan yang berlimpah minyak dan batubara nya entah di lepas pantai ataupun di darat. Ada yang menginginkan Bali karena ke-eksotis-annya sangat indah untuk diperdagangkan sebagai salah satu investasi pariwisata terbesar. Ada yang menginginkan sulawesi dan maluku yang terkenal dengan pantai dan laut yang kaya. Ada yang ingin Jawa dengan berbagai sumber daya alam dan sumber daya manusia yang kaya di dalamnya. Ada yang menginginkan sumatra yang sangat seimbang antara kehidupan adat dan modern nya. Kota dan desa yang tertata dengan baik, hutan yang masih ada, serta beberapa titik yang bisa dijadikan ladang kelapa sawit untuk memperkaya diri.
Mungkin kita gatau kalau sudah banyak intel asing di NKRI yang masuk seenaknya dan sebebas-bebasnya untuk meruntuhkan negeri ini dari dalam. "Menggerogoti dari dalam". Dan kita dengan mudahnya terpancing tanpa melihat baik buruknya, benar tidaknya isu-isu yang berkembang itu.
Mungkin bener apa kata Panji Pragiwaksono di salah satu StandUp Comedy tour nya dia ketika dia membawakan sebuah bit nya yang berjudul pencitraan. Di sana dia berkata bahwa presiden kita adalah orang yang sangat suka pencitraan dimana-mana. Itu karena rakyatnya juga rakyat pencitraan. Mungkin yang dia maksud sebagai rakyat pencitraan adalah rakyat yang mudah memakan mentah-mentah suatu isu tanpa mencari tau terlebih dahulu apa isu itu benar atau salah, apa isu itu fakta atau hanya sekedar opini belaka buatan orang-orang yang ingin menjual negeri ini.
Disini gue mau menghimbau buat temen-temen seperjuangan, temen-temen segenerasi. Kita itu generasi modern penikmat kebebasan hasil jerih payah dari para pejuang kita. Kita sama dengan mereka. Kita yang harus meneruskan perjuangan mereka untuk bersatu, membuat NKRI menjadi negara yang ditakuti oleh seluruh negara di dunia ini. Negara yang tidak bergantung kepada negara lain atau organisasi internasional penggembos negeri yang sudah sangat kita ketahui betul tujuan mereka. Perjuangan menjaga kemerdekaan negeri ini, kebebasan di negeri ini, kebebasan yang terikat dengan dasar negara, PANCASILA dan UUD '45.
Kita harus meneruskan perjuangan mereka untuk menjaga negara ini agar tidak menjadi negara boneka seperti yang sudah terjadi pada tahun '49, menjaga negara ini agar tidak kembali "dijajah" oleh negara dan bangsa lain yang tidak punya kepentingan dengan negara ini. Meneruskan perjuangan untuk memajukan para pribumi sambil bergandengan tangan dengan para non-pribumi.
Banyak orang-orang dengan kuasa yang luar biasa di negeri ini dibeli dengan uang oleh negara/bangsa lain untuk memuluskan rencana mereka di negeri ini. Ya, rencana untuk membuat NBRI (Negara Boneka Republik Indonesia). Jadi, kalau kita tau ada orang-orang tertentu yang menjual diri mereka sekaligus negeri ini ke tangan asing, jangan kita diamkan. Jangan kita juga termakan pencitraan palsu yang mereka buat hanya untuk rakyat memilih mereka menjadi penguasa negeri ini dan mereka yang sudah dibeli oleh pihak asing itu menjadikan negeri ini negeri boneka mereka.
Jangan kita takut untuk berbeda dengan yang lain. Kalau kita mendengar suatu isu, entah itu isu yang memanjakan telinga atau isu yang menyebalkan telinga, kita cari dulu faktanya. Apa benar isu itu? Atau hanya sekedar isu belaka bikinan orang-orang "sampah negara" yang ingin menjual negara ini.
Di akhir kata gue mau bilang kalau jangan menjual NKRI ke siapapun. Mungkin kalian pikir kalian menjual diri kalian ke orang-orang itu, kalian tidak menjal NKRI. Tapi disini gue mau tegaskan kalau NKRI itu kita, rakyat INDONESIA, NKRI itu Sabang sampai Merauke, Miangas sampai Pulau Rote. NKRI itu PANCASILA dan UUD '45. Jadi, jangan pikir jika kalian "menjual" diri kalian dengan uang dan jabatan kepada pihak asing, kalian tidak menjual NKRI.
Terakhir, gue mau mengutip kata Bung Karno: "Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri."
God bless INDONESIA, MERDEKA!!!
NB: Kalau ada yang ga jelas, mention di twitter aja
Monday, February 17, 2014
Emping
Dulu, gue benci sama yang namanya emping. Mungkin ada beberapa orang yang sama dengan gue. Kenapa? Ya menurut gue rasa emping itu aneh. Pait, tapi.... Entah apa rasa itu tapi itu bener-bener aneh. Setau gue, emping itu terbuatnya dari melinjo. Gue juga bingung meinjo ini diapain sampe bisa jadi si emping yang pait ini. Apa rasa melinjo itu pait atau tidak, gue gak tau. Yang pasti dan yang gue tau pasti, emping itu aneh.
As Time flies, gatau gue lupa kapan itu waktunya, tapi gue mulai menyukai emping. Kalau gak salah sih, waktu itu gue sempet makan nasi goreng yang rasanya itu... Mah teh (gak ngerti gimana cara nulisnya, yang pasti rasanya itu seperti bumbu yang overload. Kelebihan). Dan hanya ada 2 penambah rasa. Yang satu adalah acar. Ya, penambah rasa asam. Dan yang lain, iya, emping. Dan disitu ada saat dimana acar yang sangat sedikit itu abis dan gue bingung harus gimana dengan nasi goreng itu... Akhirnya gue membuat keputusan untuk memakan si emping tersebut. Disitu ada 3 emping. Dan alhasil, semua emping itu habis beriringan dengan habisnya nasi goreng tersebut.
Dan baru kemarin, nyokap masak emping. Empingnya gede banget. Dan mulailah fikiran random gue ini berjalan. Ah, bukan, berlari.
Seketika itu gue tiba-tiba berpikir "kenapa ya si emping itu pait tapi laku-laku aja? Apa mungkin sama kayak kopi?". Dan yang perlu kita disini tau, kopi itu pait menurut gue karena pait itu membuat kita sadar kalau ada rasa lain yang lebih enak selain itu. Tapi setelah fikiran gue lari ke tempat lain, ternyata dia menemukan jawaban yang berbeda.
Iya, emping beda sama kopi. Emping itu dimakan dengan makanan lain. Sedangkan kopi adalah hidangan utama dengan beberapa pemanis seperti kudapan-kudapan manis dan lain sebagainya. Jadi dari situ sudah terlihat bahwa emping berbeda dengan kopi. Dan fikiran gue terus mencari, apa perbedaan yang lain? Masak cuma itu?
Akhirnya di akhir pelarian dia, dia menemukan suatu fakta menarik. Bahwa emping ada untuk menjadi penyeimbang rasa. Harmonisasi rasa. Dengan emping, suatu masakan memiliki karakteristik khusus dengan perpaduan rasa yang harmonis. Ya. Itu sama seperti -- kalau di barat ada yang namanya -- daun peterselie(atau yang biasa disebut parsley). Kalau ada yang belum pernah mencoba rasa dari daun itu, silahkan. Tidak akan meracuni tubuh kita, kok.
Serupa tapi tak sama, rasa dengan musik. Ketika yang orang bilang "jelek" itu menjadi penyeimbang dan membuat suatu harmonisasi. seperti jazz, misalnya. Jazz itu tidak terpaku dengan chord, tapi bagaimana si pemusik ini bisa bermain dengan ketukan yang berbeda tiap alatnya, chord-chord yang mereka temukan sendiri, dan nada-nada yang tidak ada dalam "kamus musik", bahkan bisa jadi nada itu sumbang. Sumbang yang arti sebenarnya adalah "Tidak enak di dengar" bisa menjadi harmoni ketika bertemu dengan suara-suara yang lain sehingga menciptakan harmonisasi dan menjadikan musik jazz itu salah satu musik mahal. Begitu pula dengan emping.
Jadi, jangan mengabaikan sesuatu yang terlihat jelek, atau tidak enak. Tuhan menyediakan itu untuk memberikan harmonisasi di dunia ini. Dan kita akan membutuhkan itu untuk menciptakan harmonisasi di dalam diri kita.
Selamat Malam!
Friday, January 10, 2014
Baru
Postingan pertama di 2014. Setelah sekian lama ngga pernah nge-post lagi.
Pertama-tama, Selamat Tahun Baru 2014 buat semua yang mengunjungi blog gue ini. Entah mereka pengunjung tetap, entah yang baru pertama kali, entah yang "KEPO", entah para stalker. hahahaha
Di postingan gue kali ini gue cuman mau ngomong tentang tahun yang baru ini. Tahun dimana menjadi Tahun yang akan sangat berpengaruh terhadap sejarah. Dunia maupun bangsa ini sendiri. Ada yang bilang tahun ini bakal kiamat. Entah bener apa ngga, tapi setau gue nabi yang dulu aja ga pernah dikasih tau sama Tuhan kapan kiamat, kita yang ngga ada apa-apanya dari nabi mau sok sok tau. Hehehe.
Tapi yang pasti, tahun ini dimana, ya seperti yang kita tau semua dan mungkin kalo anak gaul bilang "udah basi", bangsa kita akan melakukan PEMILU ke-3 di masa demokrasi. Gue gamau membahas masalah politik disini, karena kalian bisa liat itu semua di twitter @burunghantu1913 @TrioMacan2000 @ratu_adil dan masih banyak yang lainnya. Silahkan di liat-liat dan temukan sendiri apa yang sebenernya terjadi di negara tercinta ini.
Yang gue mau ngomong disini, ayo kita sama-sama berdoa untuk negeri ini. Gue lupa gue udah pernah nge-post ini apa belum, tapi coba, sehari dalam doa kita, ada doa khusus untuk negara ini. Ga perlu bagus-bagus doa nya seperti pidato bapak presiden, ga perlu indah seperti lirik lagu bapak presiden. Berdoa apa adanya, minta apa yang kalian mau untuk negeri ini. Dan minta agar negara ini ngga jadi chaos ketika udah mau PEMILU nanti. Minta juga biar kita punya pemimpin yang terbaik, yang sesuai dengan kehendakNya, yang bisa nuntun negara yang besar dan punya dasar yang kuat ini menjadi negara mandiri yang ngga "digendong" oleh "orang-orang yang lebih kuat".
Minta juga sama Tuhan biar ngga ada kecurangan. Ya, kecurangan. Tapi gue percaya, yang namanya "serangan fajar" itu ngga akan ngaruh sama warga Indonesia. Karena gue tau, semua orang Indonesia ini pinter-pinter. Tau mana yang harus dipilih, dan yang ngga. Kecurangan yang gue maksud adalah (mungkin) seperti pemilu sebelumnya. Kalaupun belum tau, coba Browsing deh. Itulah gunanya internet, kan? Hehe.
Tapi emang yang paling utama itu keamanan. Keamanan sosial, keamanan ekonomi, keamanan politik, dan keamanan diri sendiri. Karena mau gimanapun juga, bapak presiden kita ini udah ga bisa maju lagi, jadi pasti banyak yang bakal ngambil "kursi"nya. Dan siapa yang mau berdiri dari "kursi" itu? Pasti ga ada. Berdoa juga biar ngga ada intervensi dari pihak luar tentang apa yang terjadi di dalam. Biar kita yang memutuskan nasib kita sendiri, bukan "mereka".
Kalo masih kuat, berdoa biar makin banyak orang jujur dan bersih di ranah politik negeri ini. Karena, seperti yang kita semua tau, politik punya kasta tertinggi di negeri ini. Karena politik yang bisa menjalankan ekonomi, hukum, dan politik itu sendiri.
Gue lagi ngebayangin kalo semua orang di negeri ini, mau itu Budha, Hindu, Islam, Kristen, KongHuChu, mereka berdoa kepada Tuhan. Entah gue ga nemu alesan Tuhan ngga akan kasih apa yang kita minta kalo yang kita minta itu baik dan ngga ngerugiin siapapun. Ohiya, sebelum kita berdoa untuk bangsa ini, kita sama-sama minta maaf ke Tuhan untuk bangsa ini. Karena, siapa lagi yang bakal minta maaf ke Tuhan untuk bangsa ini kalau bukan kita, rakyat negeri ini sendiri?
Udah itu aja. Bingung mau nutupnya gimana. Mungkin cuman pake satu quotes
Pertama-tama, Selamat Tahun Baru 2014 buat semua yang mengunjungi blog gue ini. Entah mereka pengunjung tetap, entah yang baru pertama kali, entah yang "KEPO", entah para stalker. hahahaha
Di postingan gue kali ini gue cuman mau ngomong tentang tahun yang baru ini. Tahun dimana menjadi Tahun yang akan sangat berpengaruh terhadap sejarah. Dunia maupun bangsa ini sendiri. Ada yang bilang tahun ini bakal kiamat. Entah bener apa ngga, tapi setau gue nabi yang dulu aja ga pernah dikasih tau sama Tuhan kapan kiamat, kita yang ngga ada apa-apanya dari nabi mau sok sok tau. Hehehe.
Tapi yang pasti, tahun ini dimana, ya seperti yang kita tau semua dan mungkin kalo anak gaul bilang "udah basi", bangsa kita akan melakukan PEMILU ke-3 di masa demokrasi. Gue gamau membahas masalah politik disini, karena kalian bisa liat itu semua di twitter @burunghantu1913 @TrioMacan2000 @ratu_adil dan masih banyak yang lainnya. Silahkan di liat-liat dan temukan sendiri apa yang sebenernya terjadi di negara tercinta ini.
Yang gue mau ngomong disini, ayo kita sama-sama berdoa untuk negeri ini. Gue lupa gue udah pernah nge-post ini apa belum, tapi coba, sehari dalam doa kita, ada doa khusus untuk negara ini. Ga perlu bagus-bagus doa nya seperti pidato bapak presiden, ga perlu indah seperti lirik lagu bapak presiden. Berdoa apa adanya, minta apa yang kalian mau untuk negeri ini. Dan minta agar negara ini ngga jadi chaos ketika udah mau PEMILU nanti. Minta juga biar kita punya pemimpin yang terbaik, yang sesuai dengan kehendakNya, yang bisa nuntun negara yang besar dan punya dasar yang kuat ini menjadi negara mandiri yang ngga "digendong" oleh "orang-orang yang lebih kuat".
Minta juga sama Tuhan biar ngga ada kecurangan. Ya, kecurangan. Tapi gue percaya, yang namanya "serangan fajar" itu ngga akan ngaruh sama warga Indonesia. Karena gue tau, semua orang Indonesia ini pinter-pinter. Tau mana yang harus dipilih, dan yang ngga. Kecurangan yang gue maksud adalah (mungkin) seperti pemilu sebelumnya. Kalaupun belum tau, coba Browsing deh. Itulah gunanya internet, kan? Hehe.
Tapi emang yang paling utama itu keamanan. Keamanan sosial, keamanan ekonomi, keamanan politik, dan keamanan diri sendiri. Karena mau gimanapun juga, bapak presiden kita ini udah ga bisa maju lagi, jadi pasti banyak yang bakal ngambil "kursi"nya. Dan siapa yang mau berdiri dari "kursi" itu? Pasti ga ada. Berdoa juga biar ngga ada intervensi dari pihak luar tentang apa yang terjadi di dalam. Biar kita yang memutuskan nasib kita sendiri, bukan "mereka".
Kalo masih kuat, berdoa biar makin banyak orang jujur dan bersih di ranah politik negeri ini. Karena, seperti yang kita semua tau, politik punya kasta tertinggi di negeri ini. Karena politik yang bisa menjalankan ekonomi, hukum, dan politik itu sendiri.
Gue lagi ngebayangin kalo semua orang di negeri ini, mau itu Budha, Hindu, Islam, Kristen, KongHuChu, mereka berdoa kepada Tuhan. Entah gue ga nemu alesan Tuhan ngga akan kasih apa yang kita minta kalo yang kita minta itu baik dan ngga ngerugiin siapapun. Ohiya, sebelum kita berdoa untuk bangsa ini, kita sama-sama minta maaf ke Tuhan untuk bangsa ini. Karena, siapa lagi yang bakal minta maaf ke Tuhan untuk bangsa ini kalau bukan kita, rakyat negeri ini sendiri?
Udah itu aja. Bingung mau nutupnya gimana. Mungkin cuman pake satu quotes
"...Kami punya jalan masing-masing menuju Tuhan, namun kami tetap berada dalam satu jalan yang sama untuk menerbangkan tinggi 'Sang Garuda' ".GOD BLESS INDONESIA!
Subscribe to:
Posts (Atom)