Saturday, February 22, 2014

NKRI

Mungkin agak gimana gitu ya judul postingan gue kali ini. Tapi gue mau nge-post ini karena gue takut. Bener-bener takut.

Mungkin kita liat bencana dimana-mana. Banjir, gunung meletus, angin ribut, dan lain sebagainya. Tapi bukan itu yang gue takutin kali ini.

Kali ini gue takut banget, kalo NKRI ini pecah. Gue ngeri sendiri kalo bayangin NKRI ini pecah. Di bayangan gue, kalo NKRI pecah, kita jalan-jalan ke pulau lain itu harus siapin paspor, atau apa lah itu. Dan negara-negara pecahan NKRI ini malah jadi negara boneka dari negara-negara besar lain. Seperti AS, China, Jerman, Rusia, Inggris, Prancis, Italia, atau negara-negara lain yang punya modal besar dan kekuatan yang besar juga. 

Lagi pula, untuk apa ada yang namanya Perang Diponegoro, Perang 10 November, G30S/PKI, dan perang-perang lain yang ada di negara ini beberapa puluh tahun lalu untuk merebut kemerdekaan dari tangan belanda. Untuk apa nyawa beribu orang yang berjuang demi hari ini. Hari yang indah, tanpa perbudakan, tanpa ada ledakan, tembakan dimana-mana tanpa ketakutan tanpa khawatir untuk pergi keluar rumah?

Gue ngomong gini karena NKRI adalah negara nomor 1 yang sangat berpotensi untuk pecah secepat mungkin. Entah karena apa. Apa karena ada sekitaran 60.000 lebih agen asing masuk ke negeri ini untuk memecah-belah kita? Atau karena isu-isu yang beredar di kalangan masyarakat untuk kita tidak terlalu mempedulikan saudara-saudara sebangsa yang lain? Atau karena isu-isu NKRI itu hanyalah Jakarta dan yang lain itu bukan? Entah karena apa.

Selain itu, gue mau berbicara seperti ini karena sangat banyak negara yang menginginkan wilayah-wilayah negara ini. Ada yang menginginkan papua karena banyak emas dan uranium disana. Ada juga yang menginginkan Kalimantan yang berlimpah minyak dan batubara nya entah di lepas pantai ataupun di darat. Ada yang menginginkan Bali karena ke-eksotis-annya sangat indah untuk diperdagangkan sebagai salah satu investasi pariwisata terbesar. Ada yang menginginkan sulawesi dan maluku yang terkenal dengan pantai dan laut yang kaya. Ada yang ingin Jawa dengan berbagai sumber daya alam dan sumber daya manusia yang kaya di dalamnya. Ada yang menginginkan sumatra yang sangat seimbang antara kehidupan adat dan modern nya. Kota dan desa yang tertata dengan baik, hutan yang masih ada, serta beberapa titik yang bisa dijadikan ladang kelapa sawit untuk memperkaya diri.

Mungkin kita gatau kalau sudah banyak intel asing di NKRI yang masuk seenaknya dan sebebas-bebasnya untuk meruntuhkan negeri ini dari dalam. "Menggerogoti dari dalam". Dan kita dengan mudahnya terpancing tanpa melihat baik buruknya, benar tidaknya isu-isu yang berkembang itu. 

Mungkin bener apa kata Panji Pragiwaksono di salah satu StandUp Comedy tour nya dia ketika dia membawakan sebuah bit nya yang berjudul pencitraan. Di sana dia berkata bahwa presiden kita adalah orang yang sangat suka pencitraan dimana-mana. Itu karena rakyatnya juga rakyat pencitraan. Mungkin yang dia maksud sebagai rakyat pencitraan adalah rakyat yang mudah memakan mentah-mentah suatu isu tanpa mencari tau terlebih dahulu apa isu itu benar atau salah, apa isu itu fakta atau hanya sekedar opini belaka buatan orang-orang yang ingin menjual negeri ini.

Disini gue mau menghimbau buat temen-temen seperjuangan, temen-temen segenerasi. Kita itu generasi modern penikmat kebebasan hasil jerih payah dari para pejuang kita. Kita sama dengan mereka. Kita yang harus meneruskan perjuangan mereka untuk bersatu, membuat NKRI menjadi negara yang ditakuti oleh seluruh negara di dunia ini. Negara yang tidak bergantung kepada negara lain atau organisasi internasional penggembos negeri yang sudah sangat kita ketahui betul tujuan mereka. Perjuangan menjaga kemerdekaan negeri ini, kebebasan di negeri ini, kebebasan yang terikat dengan dasar negara, PANCASILA dan UUD '45. 

Kita harus meneruskan perjuangan mereka untuk menjaga negara ini agar tidak menjadi negara boneka seperti yang sudah terjadi pada tahun '49, menjaga negara ini agar tidak kembali "dijajah" oleh negara dan bangsa lain yang tidak punya kepentingan dengan negara ini. Meneruskan perjuangan untuk memajukan para pribumi sambil bergandengan tangan dengan para non-pribumi.

Banyak orang-orang dengan kuasa yang luar biasa di negeri ini dibeli dengan uang oleh negara/bangsa lain untuk memuluskan rencana mereka di negeri ini. Ya, rencana untuk membuat NBRI (Negara Boneka Republik Indonesia). Jadi, kalau kita tau ada orang-orang tertentu yang menjual diri mereka sekaligus negeri ini ke tangan asing, jangan kita diamkan. Jangan kita juga termakan pencitraan palsu yang mereka buat hanya untuk rakyat memilih mereka menjadi penguasa negeri ini dan mereka yang sudah dibeli oleh pihak asing itu menjadikan negeri ini negeri boneka mereka. 

Jangan kita takut untuk berbeda dengan yang lain. Kalau kita mendengar suatu isu, entah itu isu yang memanjakan telinga atau isu yang menyebalkan telinga, kita cari dulu faktanya. Apa benar isu itu? Atau hanya sekedar isu belaka bikinan orang-orang "sampah negara" yang ingin menjual negara ini.

Di akhir kata gue mau bilang kalau jangan menjual NKRI ke siapapun. Mungkin kalian pikir kalian menjual diri kalian ke orang-orang itu, kalian tidak menjal NKRI. Tapi disini gue mau tegaskan kalau NKRI itu kita, rakyat INDONESIA, NKRI itu Sabang sampai Merauke, Miangas sampai Pulau Rote. NKRI itu PANCASILA dan UUD '45. Jadi, jangan pikir jika kalian "menjual" diri kalian dengan uang dan jabatan kepada pihak asing, kalian tidak menjual NKRI.

Terakhir, gue mau mengutip kata Bung Karno: "Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri."

God bless INDONESIA, MERDEKA!!!


NB: Kalau ada yang ga jelas, mention di twitter aja

No comments:

Post a Comment