Thursday, March 20, 2014

PEMILU

Sebetulnya gue akhir-akhir ini mau nulis tentang "bagaimana cara mempersatukan INDONESIA?". Cuma, setelah dipikir-pikir lagi, postingan gue sebelum-sebelum ini sudah dengan gamblang membicarakan tentang persatuan Indonesia. Baik PANCASILA, UUD'45, Olahraga, Tanah yang kaya, dan semuanya.. Mungkin masih belum cukup cara gue untuk mempersatukan bangsa Indonesia. Tapi, silahkan me-refresh ingatan pembaca sekalian tentang postingan gue sebelum-sebelum ini.



Nah, itu beberapa link dari postingan lama gue di blog ini. Sekarang, saatnya kita bahas tentang pemilu tahun 2014...


Seperti yang kita ketahui, tahun ini adalah tahun besar untuk seluruh rakyat Indonesia. Ingat, SELURUH. Tak ada pengecualian. Seluruh rakyat Indonesia akan mengadakan pesta demokrasinya yang diadakan setiap 5 tahun sekali. Pemilihan Umum. Dimana seluruh warga (Yang sudah mempunyai hak pilih) akan memilih siapa saja orang-orang yang akan berkecimpung di dalam tatanan politik negeri ini. Baik mereka sebagai anggota DPRD I, DPRD II, DPR, DPD, ataupun Presiden. Ketika kita memilih presiden, otomatis secara tidak langsung kita juga ikut memilih mentri-mentri yang akan memimpin institusi pemerintahan di Indonesia ini. 

Sebagai orang yang dipilih, para calon legislatif berhak menuturkan apa yang akan mereka kerjakan jika mereka terpilih menjadi anggota legislatif selama 5 tahun ke depan. Dan yang gue liat untuk tahun 2014 ini, terlalu banyak orang yang kurang pantas untuk menjadi calon legislatif. Jadi calon saja sudah tidak pantas, bagaimana kalau dia bisa terpilih menjadi anggota legislatif? Mau jadi apa negeri ini jika para WAKIL RAKYATnya adalah orang-orang yang kurang berkompeten untuk menjadi wakil rakyat? Orang yang berkompeten saja belum tentu layak untuk menjadi anggota legislatif, bagaimana dengan mereka yang jauh dari kompetensi menjadi caleg?

Sopir taksi, satpam, pengamen, pedagan sosis keliling untuk anak-anak SD, dan beberapa orang lain yang gue rasa sangat jauh dari kompetensi seorang calon legislatif dari sebuah partai politik.

Kenapa? Kan semua orang berhak untuk mencalonkan diri sebagai caleg? Kenapa lo ngebeda-bedain orang dari status sosialnya?

Hey.. anggota legislatif itu bukan hanya orang-orang yang bisa berbicara dan menyampaikan aspirasi rakyat.. Anggota dewan legislatif itu adalah orang yang tau tentang hukum, sosial, politik, ekonomi, dan seluruh aspek dalam negara yang dapat menunjang pertumbuhan negara ke jenjang yang lebih baik lagi.. Jadi, kalau orang-orang yang seperti itu bisa masuk menjadi caleg dari sebuah parpol, betapa bodohnya parpol itu. Jangan sama sekali pilih parpol yang menyalonkan orang-orang yang kurang berkompeten untuk menjadi anggota legislatif. Karena dengan begitu, parpol tersebut sudah menyatakan secara tersirat bahwa mereka tidak mengikuti pesta demokrasi ini dengan serius. 

Jangan para satpam, sopir taksi, preman, dan sebagainya, para selebritis pun yang tidak punya dasar dalam bidang-bidang yang gue sebut diatas juga sangat tidak layak untuk menjadi seorang calon anggota legislatif dari suatu partai. Partai yang mengusung mereka juga jangan dipilih.. Karena partai tersebut hanya mencari suara lewat ketenaran para selebritis yang tidak tahu menahu sama sekali soal ilmu kenegaraan. Lain hal nya dengan selebriti yang mempunyai basic dalam soal ketatanegaraan. Mereka tau apa yang harus mereka lakukan ketika berada di kursi legislatif.

Jadi, disini gue mau menghimbau buat semua para pembaca blog gue, tolong kalian kenali baik-baik siapa yang akan kalian pilih untuk masuk menjadi anggota legislatif. Anggota legislatif adalah orang-orang yang bukan hanya sebagai penyambung lidah rakyat ke pemerintah, tapi mereka juga berkompeten untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan yang memang ditugaskan kepada mereka. Seperti membuat UU, mengamandemen UU, membuat dan mengesahkan RAPBN, dan lain-lain (kurang tau apa lagi, hehe). Jangan kita serahkan kursi2 itu kepada orang yang sama sekali hanya menjadi alat dari partai-partai yang tidak serius yang membutuhkan suara yang banyak pada pemilu kali ini. Jangan kita serahkan kursi-kursi tersebut kepada selebriti yang buta akan sistem kenegaraan dan hanya menjadi "follower" dari tujuan partai yang tak bertanggung jawab yang mengusungnya. 

Zaman sudah canggih, informasi bisa didapat dari berbagai sumber. Ada internet, ada media sosial, ada pula kampanye-kampanye di lapangan. Kita tinggal memilih darimana kita akan mendapatkan cukup informasi tentang para pemilih tersebut.

Oh iya, mau mengingatkan juga agar kita jangan sampai golput. Memang, di luar sana ada berjuta-juta suara "bayangan" yang kita tidak tau mereka siapa dan apa wujudnya, tapi mereka mempunyai suara di pemilu ini, tapi jangan coba untuk golput. Dengan kita golput, suara kita akan di hitung sama seperti suara para "bayangan" itu. Dan suara para "bayangan" itu akan menunjuk ke suatu partai yang sangat tidak sportif dan busuk. Jika kita memberikan suara, suara kita tersebut akan tetap dihitung berdasarkan apa yang kita pilih.

So, ayo kita teliti lebih dalam lagi partai apa dan siapa yang akan kita pilih untuk menjadi anggota legislatif pada pemilu tanggal 9 April nanti! Setelah itu, kita beramai-ramai menuju TPS tempat dimana nama kita terdaftar sebagai pemilih untuk memilih siapa yang akan kita pilih. Pilih berdasarkan suara hati, jangan karena SARA. Gue terlalu yakin pembaca gue ini pasti pinter-pinter semua..

Satu lagi, gue sangat mengpresiasi kinerja dari walikota Bandung, bapak @ridwankamil. Beliau punya semacam kampanye tersendiri untuk tidak memilih caleg yang menempelkan/memakukan sticker, pamflet, poster di pohon. Karena, pohon adalah tanaman yang sama dengan manusia yang juga adalah makhluk hidup.

Akhir kata, gue cuman mau mengucapkan....

Selamat berpesta demokrasi, Rakyat Indonesia!
God bless Indonesia and Indonesian!
Merdeka!!!!

No comments:

Post a Comment