Wednesday, July 3, 2013

Keluh

Dulu gue pikir curhat itu sama dengan mengeluh.

Jadi ketika gue samakan kedua hal tersebut, jadi banyaaaaaakk banget pertentangan disini. Ada yang bilang "Kalo ada masalah itu cerita, jangan dipendam sendiri nanti gila", di lain pihak ada yang bilang "Kalo ngeluh itu berarti kualitas hidupnya rendah".

Jadi aneh kan? Serba salah. Semuanya bertolak belakang. Dimana keuntungan yang satu tapi kerugian untuk yang lain. Begitupun sebaliknya. Aneh. Kenapa yang harusnya sama dengan itu tapi kenyataannya sangat terbalik. Ada apa?

Ternyata presepsi gue tentang kedua hal itu salah. Salah besar. Setelah gue pikir-pikir lagi, ternyata keluhan itu bukan curhat dan curhat itu bukan keluhan. Keluhan itu cerita tentang suatu kejadian di hidup kita yang kita ceritakan kepada orang lain. Keluhan itu menurut pengertian yang ada di KBBI, ungkapan kesusahan atau kesakitan. Itulah mengeluh. Tapi menurut gue sendiri, keluhan itu ngga akan ada tanpa kata "Aduh", "duh", "tapi kenapa....?" , "huh", dan sebagainya.

Mungkin ketika curhat, kita sempat mengeluh, tapi itu bukan bagian dari curhat. Kalo kata anak band, ada yang namanya intro, ada yang namanya check sound. Nah, si keluhan ini itu fase check sound, karena fase ini bukan masuk kedalam bagian lagu. Sebenernya ngga selalu keluhan ada di depan seperti check sound, tapi gue kasih perumpamaan itu biar bisa bedain seperti apa perbedaannya.

Jadi intinya, curhat itu ngga dilarang selama itu ngga membuat indikasi orang mengeluh. Saran gue sih lebih baik memperbanyak cerita ke teman yang kalian percaya, jangan ke semua orang, dan perkecil frekuensi mengeluh anda. Itu akan membuat hidup kita lebih bahagia dan berkualitas. Inget, ini saran loh, diikutin gapapa, ga diikutin juga gapapa. Hanya hasil pemikiran sendiri. Tanpa ada niat menggurui.

Selamat Malam!!

No comments:

Post a Comment