Seni itu banyak. Mungkin seni yang mau saya bahas disini adalah apa yang dinamakan Art. Bukan air seni.
Kesenian itu banyak. Seni lukis, ukir, musik, tari, sastra, dan banyak lagi. Saya penikmat sekaligus penggila seni. Untuk saya, seni itu adalah kebebasan. Kebebasan untuk berkreasi. Kebebasan untuk berekspresi. Sehingga dalam kebebasan itu kita melihat keindahan. Kalo kata orang-orang "ada estetikanya".
Menurut gue semua orang mempunyai bakat dalam bidang seni. Seorang ilmuan punya kemampuan dalam bidang seni. Mereka menemukan suatu rantai kimia, misalnya. Ketika mereka menemukan itu, mereka pasti akan menyajikannya secara indah untuk dipresentasikan di muka umum sebagai hasil karya nya. Menurut saya, itu lah seni.
Seni itu pasti menciptakan keindahan dan otomatis memiliki keindahan. Semua orang mempunyai bakat dan ketertarikan terhadap seni yang berbeda-beda. Ada yang suka menggambar, memahat, mematung, origami, menyanyi, menari, dan lain-lain.
Saya sendiri punya ketertarikan dibidang musik. Meskipun tidak terlalu mengerti musik, saya tapi sangat menyukai musik. Banyak orang berkata musik adalah bahasa universal. Ya, karena tanpa anda mengetahui isi liriknya, anda dengan mudah bisa menyukainya. Bahkan tanpa lirikpun, musik sudah sempurna.
Tapi dibalik ketertarikan saya dengan musik, saya adalah penggemar berat seni tari. Apa saja. Modern dance? Traditional dance? Saya suka semuanya. Bahkan saya ingin bisa menari. Dan saya sangat mengagumi orang yang jagi menari.
Menurut saya tarian itu lebih terasa unsur kebebasannya. Meskipun banyak aturan dalam menari, tapi ketika anda punya passion dalam menari, orang yang melihatpun tau kalau anda sangat "bebas" ketika menari.
Saya salut dengan penari pria. Kenapa? Karena di negeri ini terlalu kuat dengan yang namanya kodrat. Sedang negeri ini sama sekali tidak mengerahui apa kodrat mereka. Mereka pikir menari itu bukan kodrat laki-laki. Banyak orang tua yang tidak mau anak laki-lakinya menjadi penari. Banyak orang yang mengejek seorang laki-laki yang menjadi cheerleaders. Dalam kamus bahasa inggris Cambridge tidak dijelaskan bahwa cheerleaders itu untuk wanita. Tapi disitu dikatakan "BIASANYA". Beda kan?
Jadi kenapa harus kaku melihat pria menari? Selama orientasi seksualnya masih "lurus", kenapa tidak? Jangan mencibir pria yang menari kalau anda takut untuk menari.
Dan saya ingin suatu saat mendapatkan pasangan yang pintar menari *curhat dikit. Hehe*
Selamat Malam!
No comments:
Post a Comment