Semua yang berlebihan itu tidak baik. Tidak semua orang tau akan hal ini. Karena masih banyak orang yang berlebihan.
Mungkin mereka tau, tapi mereka tetap saja berlebihan. Atau mungkin mereka tau, tapi hanya dalam hal tertentu mereka sangat berlebihan. Ada yang tau, dan mereka mencoba untuk tidak berlebihan dalam menghadapi sesuatu.
fa.na.tik
[a] teramat kuat kepercayaan (keyakinan) thd ajaran (politik, agama, dsb)
Referensi: http://kamusbahasaindonesia.org/fanatik#ixzz2ZcBcAIs6
Fanatik ini kalau dilihat dari artinya diatas, itu memakai imbuhan ter-. Dan ter- itu melambangkan paling atau sangat. Menurut gue ini berlebihan. Kurang ngerti sih kalo misalkan ini paling atau sangat itu berlebihan atau tidak.
Tapi menurut gue, fanatisme itu ada 2. Fanatisme terbuka, dan Fanatisme buta.
Tidak semua fanatisme itu buruk. Fanatisme terbuka adalah fanatisme yang menghargai sudut pandang lain, tidak selalu merasa benar apa yang ada di prespektif dia sendiri.
Fanatisme buta adalah fanatisme yang tidak bisa melihat orang lain, hanya berpegang pada keyakinan sendiri yang dia belum tentu tau apa itu benar atau salah. Fanatisme yang bisa mengakibatkan anarkis.
Tidak salah kalau fanatik. Setiap klub sepakbola harus ada suporter fanatik yang mendukung mereka dikala mereka terpuruk, dan ketika mereka "terbang tinggi". Setiap musisi perlu fans fanatik yang selalu hadir disetiap konsernya untuk meramaikan acara mereka. Setiap orang harus fanatik terhadap agama/kepercayaannya, agar tidak mudah terhasut dengan ajaran lain. Indonesia butuh rakyat yang fanatik untuk menjaga keutuhan NKRI ini.
Tapi.... Klub sepakbola tidak membutuhkan pendukung yang mempunyai fanatisme buta yang akan merusak apa saja ketika mereka melawan musuh bebuyutan mereka. Musisi tidak membutuhkan fans yang memiliki fanatisme buta yang akan berkelahi dengan fanbase musisi lain ketika mereka kalah dalam sebuah kompetisi musik. Agama tidak membutuhkan pengikut dengan fanatisme buta yang akan menghancukan ideologi dari agama itu serta memperburuk citra dari agama tersebut. Dan Indonesia tidak membutuhkan rakyat dengan fanatisme buta yang hanya membuat malu bangsa ini dan mengobrak-abrik NKRI dari dalam.
Kalimat terakhir yang akan menutup postingan kali ini adalah "Siapa yang membela Tuhan, dia sombong. Tapi siapa yang tidak sombong, akan dibela Tuhan."
Selamat Malam!!
No comments:
Post a Comment