Wednesday, July 10, 2013

Hitam-Putih

Tenang, kali ini gue ngga akan membahas mengenai acara master corbuzier...

Gue disini mau bahas tentang warna yang sangat menjadi perdebatan di era tahun 1900an. Mungkin dari 1900-1990. Iya, hitam dan putih. Kenapa berdebat? Karena di era ini, orang-orang sedang gencar-gencarnya menggusur sistem politik Apartheid. Mungkin udah banyak yang tau apa apartheid itu ya.

Apartheid itu adalah hukum atau kebijakan yang memisahkan sekaligus membedakan antara orang yang berkulit hitam dan putih. Disini yang diuntungkan adalah para "kulit putih" dan yang dirugikan adalah orang berkulit hitam.

Dalam politik ini, orang kulit hitam dijadikan sebagai budak oleh para kaum kulit putih. Mereka dipaksakan dengan kerja yang sangat keras, bahkan di zaman ini ada yang namanya "orang rantai", mereka adalah orang-orang yang dirantai seperti binatang digiring juga seperti binatang untuk bekerja dan setelahnya untuk istirahat.

Gue gamau bahas panjang soal sejarah politik ini, tapi gue disini mau bilang kalo sekarang juga masih ada sisa-sisa aparheid itu. Apa? Banyak. Cuman yang gue mau concern sekarang itu adalah ketika orang Indonesia(yang otomatis berkulit sawo matang) mempunyai pandangan bahwa kulit putih itu "lebih keren" dari kulit hitam. Jadi disini mereka belomba-lomba untuk memutihkan kulit dengan cara apapun agar terlihat "lebih keren".

Sedangkan di negara sahabat kita, Brasil, mereka mengaggap kalau orang hitam lebih keren dari orang berkulit putih. Brasil sama dengan kita, mereka memiliki kulit sawo matang. Tapi mereka tidak mau berlomba menjadi putih, malah kebalikannya. Sehingga mereka sangat senang pergi ke pantai.

Kerang, Pantai Ngurbloat, Maluku Timur

Masyarakat kita disini suka ke pantai, tapi kalau tidak panas. Mungkin pagi sekali sebelum ada matahari dan sore setelah matahari turun. Sedang di Brasil, orang ke pantai dari pagi sampai sore. Dari matahari menampakan sinarnya sampai dia kembali masuk. Toh kalau mau diadu dengan pantai kita, Brasil ngga ada apa-apanya. Mereka punya pantai terkenal seperti Ipanema dan Copacabana. Kalau di Indonesia, pantai apa yang terkenal? Kuta? Sanur? Senggigi? Pantai Pink di Labuan Bajo? Pantai apa lagi? Banyak kan?

Malah kata kata "hitam" sering dipakai oleh orang-orang yang tidak bisa menghargai perbedaan dan menjadikannya sebagai bahan ejekan. Kalau ada orang yang mengejek seseorang yang berkulit hitam dengan meneriakan kata "hitam", gue kasian ngeliat orang yang mengejek, bukan yang di ejek. Beda dengan ketika "hitam", atau "tem", atau "blek" menjadi panggilan ya. Mungkin mereka sudah ngga akan sakit hati. Karena itu sudah biasa.

Ada lagi yang membandingkan keputihan kulit mereka dengan orang lain, seperti adik, kakak, teman, pacar, dan lain-lain. Memang kenapa kalau "hitam"? Masalah? Kulit hitam itu mengganggu hidup kalian? Tidak kan?

Jadi coba deh respect sama orang lain, jangan biarin apartheid yang sudah dihapus berdasarkan perjuangan orang-orang seperti Nelson Mandela dan Bung Karno masih ada di muka bumi ini, terutama di Indonesia.

Selamat Dini Hari! Dan selamat sahur buat yang menunaikan ibadah puasa.

#indonesiaunite

No comments:

Post a Comment