Friday, August 2, 2013

#PasangBendera

Ini salah satu hastag(tagar/tanda pagar) yang gue bikin sendiri. Tapi ngga tau deh apa udah ada yang bikin apa ngga, tapi jujur sumpah demi apapun gue belom pernah ketemu hastag itu sebelumnya.

Kenapa gue inisiatif buat bikin tagar ini?

Ini karena gue prihatin sama orang-orang sekeliling gue. Di sekitar rumah gue dan di jalan-jalan yang gue lewatin. 3 tahun belakangan ini, gue prihatin. Mungkin prihatinnya gue ini lebih prihatin dan prihatinnya Mr. Prihatin.

Kenapa? Karena di sekitar rumah gue semakin sedikit orang yang punya kesadaran untuk pasang bendera ketika menjelang hari kemerdekaan negara mereka sendiri. Semakin sedikit orang yang mempunyai inisiatif untuk memasang bendera di depan rumahnya H-17 dari hari kemerdekaan negara ini.

Dulu waktu gue kecil, gue paling suka kalo embak sama papa gue udah siapin bambu yang akan jadi tiang untuk Bendera Merah-Putih dan mencari Bendera Merah-Putih itu di dalam lemari. Seperti mau upacara.

Dulu waktu gue kecil, gue paling suka setiap tanggal 1 Agustus, pas gue keluar rumah(entah untuk ke sekolah atau main), gue udah liat banyak bendera merah putih di pagar/depan rumah orang-orang dan tetangga-tetangga gue.

Dulu waktu kecil, gue suka liat bendera-bendera plastik yang di pasang zig-zag di atas jalan-jalan komplek gue. Liat dekorasi merah putih yang indah di pos hansip di komplek gue.

Dulu waktu kecil, gue paling excited buat daftar berbagai macam lomba untuk memperingati hari kemerdekaan NKRI. Ketika beberapa kakak-kakak karang taruna RW dateng ke rumah buat data gue mau ikut lomba yang mana aja.

Tapi, tahun ke tahun, semua itu ilang.

Ngga ada lagi yang namanya lomba. Ngga ada lagi yang namanya bendera kecil dipasang di atas jalan komplek. Ngga ada lagi dekorasi 17an di poskamling. Ngga ada lagi bedera di tanggal 1 Agustus.

Ngga ngerti kenapa. Apa mungkin tradisi lama kelamaan akan dimakan ke-modern-an? Apa mungkin tradisi akan hilang ditelan zaman? Atau semua orang sudah pesimis dengan negara ini? Dengan bangsa nya? Dengan alamnya? Sampai semua itu hilang. Poof.

Aneh. Ini aneh banget. Hanya dalam beberapa tahun itu udah ngga ada lagi. Malah yang lebih parah, waktu 17 Agustus aja ada yang ngga pasang bendera. Ini gue ngga ngerti apa dia foreigner ato dia....... Entahlah mau disebut apa.

Gue selalu pake metode yang dilakukan sama mama gue, kalo berasumsi, asumsi yang positif. Jadi waktu gue liat ada yang ngga pasang bendera, pasti pikiran gue negatif(karena negatif itu selalu datang duluan), tapi ketika gue coba untuk positif, gue mengasumsikan kalau mereka mungkin tidak punya bendera dan tidak punya uang untuk membeli bendera. Atau mungkin bendera mereka sudah lusuh sehingga malu untuk mengibarkannya di depan orang lain.

Buat teman-teman, orang-orang, yang tidak punya uang untuk membeli bendera, bendera itu gak mahal-mahal amat kok. Jauh lebih murah dari harga makanan anda seharian. Ga punya tiang? Pake apa aja yang bisa digunakan untuk mengibarkan bendera anda.

Bendera lusuh? Jangan malu! Pejuang kita berjuang dengan pakaian compang-camping, muka kotor, dan hanya dengan bambu runcing. Mereka tidak malu dan tidak minder melihat musuh yang dengan peralatan canggih menggempur mereka. Sekarang sudah tidak ada musuh, yang akan melihat bendera lusuh itu hanya saudara sebangsa kita. Untuk apa malu? Mereka juga belum tentu punya kemauan besar seperti anda untuk mengibarkan Bendera Merah-Putih yang sangat bagus yang mereka punya dan tidak lusuh sama sekali.

Untuk apa nyawa pahlawan jika saat hari kemerdekaan negeri ini tidak diperingati secara meriah dan besar-besaran oleh rakyat negeri ini yang otomatis adalah penerus pergerakan mereka saat ini? Apa kita sudah lupa pada mereka? Pernah membayangkan jika mereka semua tidak ada? Anda masih menjadi orang-rantai, orang-orang yang dipaksa untuk kerja rodi. Orang-orang yang disiksa entah apa alasannya padahal kita sudah lelah menjalankan kerja paksa. Tanah yang adalah milik anda, dikuasai orang lain, tanpa pajak untuk anda, tanpa imbalan untuk anda, dan hasil dari tanah itu menjadi milik mereka juga.

Kerja paksa (Romusha), zaman pendudukan Jepang
Buat yang masih pesimis terhadap negara ini, kalian bisa merubah negara ini. Dengan memberi dampak nasionalisme untuk orang lain, kalian sudah membantu untuk mengubah negeri ini. Mungkin susah untuk optimis dengan negara yang carut-marut ini, tapi ketika anda mau mencintai negeri ini, apa adanya, bukan ada apanya, disitu nasionalisme tumbuh, berakar, dan berbuah lebat dan anda bisa memberi dampak bagi orang lain untuk mempunyai kecintaan lebih terhadap Indonesia. Dengan banyak yang terdampak, negeri ini pelan-pelan akan berubah kearah yang lebih baik.

Mengutip kalimat gue di postingan Kolam Susu, INDONESIA ada untuk dicintai, bukan hanya dicintai oleh penduduknya, tapi dicintai oleh dunia ini. Jadi, gimana dunia mau mencintai INDONESIA kalau rakyat negeri ini tidak cinta pada negerinya sendiri?

Ayo, kita #PasangBendera minimal H-7 menuju Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ini. Dan #MenolakLupa untuk seluruh pahlawan yang sudah berjuang membebaskan negeri ini dari segala bentuk penjajahan.

Merdeka!

No comments:

Post a Comment