Oke, kali ini gue mau bercerita. Mungkin indikasinya dekat dengan curhat, ya terserah kalian mau bilang apa tentang tulisan saya kali ini. Kalian yang menilai. :)
Tahun 2000, waktu itu gue umur 6 tahun. Di kala ini lagi marak-maraknya liga Italia di televisi lokal dan di seluruh dunia. Karena periode ini, liga Italia adalah liga terbaik di dunia. Hampir seluruh pemain top dunia berkumpul di liga ini untuk beradu hebat di tengah lapangan, ya, di Italia.
Kakak dan papa gue emang penggila bola dari dulu. Dan selalu nonton liga italia. Karena kalo ngga salah, dulu liga inggris hanya dapat beberapa jam di televisi lokal. Selebihnya liga Italia yang banyak. Kakak itu pendukung setia(tifosi) AS Roma. Tim yang adalah juara liga Italia di tahun itu (musim 1999/2000). Sementara papa itu penggila Jerman. Dan dulu karena mungkin masih kecil, gue cuman ikutan nonton bareng aja.
Dari umur itu, gue juga udah suka main bola. Bahkan dari TK udah main bola di lapangan komplek rumah gue dengan campuran anak kecil dan yang sudah sedikit besar. Dan muncul lah fenomena jersey sepakbola dikalangan anak-anak kecil. Mulai dari temen gue main bola, Adi namanya. Dia pertama kali beli jersey AC Milan. Ya namanya juga anak kecil, pasti sikap irinya masih tinggi.
Akhirnya gue merengek minta dibelikan baju bola sama mama. Iya, hanya minta dibelikan itu. Tentang klub, itu terserah. Karena belum terlalu mengenal liga, klub, dan dunia hiburan sepakbola. Beberapa minggu kemudian, mama mengajak gue ke Bintaro Plaza. Dan memang itu tujuannya untuk beli baju bola.
Disana ada banyaaaaakk banget jersey tim-tim elit eropa, dan memang yang paling banyak itu il sette magnifico (sebutan untuk 7 tim terkuat liga italia -- Inter, Parma, Juventus, AC Milan, AS Roma, Lazio, Fiorentina). Ada baju Juventus yang bertuliskan Zidane, Trezeguet, Nedved, Del Piero, Ada AS Roma dengan Montella, Batistuta, Totti, Nakata, Ada Lazio dengan Simeone, Inter dengan Ronaldo, Vieri, Zanetti, dan masih banyak lainnya.
Mama memang menyuruh gue untuk milih yang mana aja. Setelah liat-liat, cari-cari, dan seketika gue memegang baju berwarna biru-hitam, bertuliskan Pirelli di depannya dan di belakangnya ada Tulisan VIERI 32. Dan entah kenapa gue tertarik. Gue gatau itu klub apa. yang pasti gue tertarik aja liatnya. Entah karena warna atau VIERI di belakang baju itu, gue lupa, akhirnya gue memilih baju itu.
Dan tidak beberapa lama gue tau itu baju dari FC INTERNAZIONALE MILANO. Dan dari situ gue mulai mencari tau, menonton, dan memperhatikan pemain-pemain dari klub tersebut. Pelan-pelan, sedikit demi sedikit, akhirnya menjadi fanatik terhadap klub tersebut. Iya, sampai sekarang.
Inter adalah klub sepak bola pertama yang gue tau. Inter adalah klub yang pertama bikin gue fanatik akan sepakbola. Inter klub pertama yang membuat gue jatuh cinta pada pandangan pertama..
Dari mereka tidak dapat piala apapun, mereka mulai menanjak sedikit demi sedikit, dan mendapatkan kejayaan, sampai di puncak kejayaannya (Treble winners -- Liga italia, Coppa Italy, Liga Champions), sampai terdampar kebawah di peringkat 9 klasmen Serie A, bahkan sampai kedepannya, saya akan berkomitmen untuk setia kepada klub ini untuk menjadi tifosi meskipun naik-turunnya tim ini.
L'Inter E' Tutto Per Me (Inter, Segalanya Bagiku)
Forza Inter!
This comment has been removed by a blog administrator.
ReplyDelete