Wednesday, September 18, 2013

PILIHAN

Mungkin followers gue sering liat tweet gue kalo nyampah di TL kalian yang berkali-kali gue bilang..

Iya, "BAHAGIA ITU PILIHAN".

Dan sekarang gue masih bingung kenapa masih banyak orang yang lebay dengan membiarkan hidupnya diselimuti dengan ketakutan, kesedihan, kecemasan, kecemburuan/iri, kemarahan, pikiran-pikiran yang negatif lainnya.

Terlalu banyak. Sampai-sampai banyak perpecahan di negara ini. Perpecahan itu timbul karena pikiran-pikiran orang yang tidak mau menjadi bahagia.

Mungkin dengan mereka balas dendam, mereka akan bahagia pikir mereka. Ternyata itu jelas-jelas salah besar. Mungkin dengan mereka menguntit orang, mereka bakal menemukan bahagia disana. Aneh.

Masih ada aja orang yang dendam dengan orang lain, sehingga ketika melihatnya saja rasanya ingin kabur. Tidak mau melihat dia. Seakan ada batu besar yang masuk di hati ketika kita bertemu dengan dia.

Masih ada orang yang cemas apa yang akan terjadi di masa depan. Cemas akan apa yang dia hadapi besok. "Jika begini, maka akan begitu. Jika saya kesini, maka akan terjadi itu".

Masih banyak orang yang marahnya tak kunjung selesai. Kesalahan satu minggu lalu masih dibawa hingga hari ini, tidak mau berbicara dengan orang yang berbuat salah dengan kita.

Semua itu tergantung dari otak kita. Otak itu bisa mengendalikan hati, hati pun bisa mengendalikan otak. Yang memilih itu kita. Kapan hati harus mengendalikan otak, kapan hati harus mengalah terhadap otak. Itu pilihan kita.

Begitu lah, bahagia itu pilihan. Kita yang memilih mau jadi apa kita kelak. Mau jadi orang dengan potensi, semangat, sukacita, kedamaian, dan hal-hal positif lainnya atau menjadi seseorang dengan pemikiran yang buruk setiap menitnya, dihantui oleh rasa bersalah, dendam, iri hati, kesedihan dan hal-hal buruk lainnya.

Menangis, sedih, marah, kesal, dongkol, iri, kecewa, khawatir, semua itu wajar. Iya, kita manusia. Yang tidak wajar adalah ketika kita seperti itu dalam waktu yang lama. Seakan dunia ini gelap tanpa harapan sama sekali.

Tanpa itu semua, hidup akan flat, datar-datar aja. Itu lah seni kehidupan. Tapi ketika semuanya itu berlangsung lama, itu yang ngga normal.

Coba bayangkan, ketika kita memilih untuk bahagia, damai, adil, kita berdamai dengan siapapun yang menyakiti ataupun membuat kita "hancur", kita milihat hal-hal yang positif disetiap area negatif dihidup kita.

Gue mau mengutip kalimat di film "Milli dan Nathan" yang bilang ini: "Sedih dan seneng kan datengnya satu paket".

Ketika kita sedih, percaya bahwa kalo kita mau melihat itu dari perspektif yang berbeda, kita pasti bakal liat kebahagiaan disitu.

Jadi, semua jadi pilihan kita. Kita yang sekarang, menentukan jadi apa kita di masa depan.

Akhir kata, gue cuman mau bilang jangan mengandalkan kekuatan sendiri kalau masih percaya bahwa Tuhan itu ada.

Selamat Siang!

No comments:

Post a Comment